
suasananya semakin kacau karena semua orang yang berada di situ melempari bangsawan genit dan prajurit sehingga tidak berkutik, orang orang tertawa melihat itu.
guru Vie kemudian menyadari itu dan segera lari dari tempat itu, Karen menunjukkan jalan dengan cara membuat lantai berwarna warni. guru Vie langsung mengikuti lantai itu dan berakhir di depan kamar IRO dan Veny.
dengan rasa gugup guru Vie mengetuk pintu nya dan bertanya siapa yang berada di dalam sini. IRO segera membuka pintu, saat di buka IRO tersenyum kepada guru Vie.
"guru Vie kita bertemu lagi, apa guru baik baik saja atau para bangsawan itu melakukan hal yang tidak baik pada guru?" kata IRO.
"kamu IRO kan, kenapa kau bisa ada di sini? apa yang terjadi barusan dan kenapa lantainya bisa berwarna begitu." kata guru Vie.
"guru tenang dulu, ayo masuk agar aku menjelaskan semuanya." kata IRO.
guru Vie pun masuk ke dalam dan melihat kamar IRO sangat rapi dan sangat wangi.
"ternyata ada juga murid laki laki yang punya kamar sebaik ini, rasanya seperti kamar wanita saja." kata guru Vie.
"hahaha, guru Vie memang benar ini seperti kamar wanita." kata IRO menyiapkan kursi untuk diduduki guru Vie.
"terimakasih, jadi bisa kau jelaskan mengapa kau selama ini tidak hadir di akademi dan juga bisa berada di sini?" tanya guru Vie.
"cerita nya sangat panjang, guru Vie bisa anggap aku sedang mencari uang saja ke sini." kata IRO.
"baiklah, jadi bisa kau jelaskan apa yang terjadi tadi?" kata guru Vie.
"sebenarnya aku hanya membantu guru Vie untuk kabur dari para bangsawan itu, aku tidak bermaksud yang lain." kata IRO.
"tapi bagaimana kau bisa membuat lantai berwarna seperti itu, aku tidak pernah tau ada sihir semacam itu di dunia ini." kata guru Vie.
"kalau itu maaf guru, aku punya rahasia yang tidak bisa kuberitahu sekarang ini." kata IRO menuangkan teh.
"begitu ya, aku berterimakasih banyak kepadamu dan maaf juga merepotkan mu padahal aku ini gurumu." kata guru Vie menundukkan kepalanya.
"ahh, guru Vie kau terlalu berlebihan bagaimana pun juga menolong orang adalah hal yang baik terlebih aku ini murid mu di akademi dulu." kata IRO.
__ADS_1
"ngomong ngomong apa kau tinggal sendiri di sini? seperti nya selimut mu ada dua." kata guru Vie menunjuk selimut.
"kalau itu ehh." kata IRO kebingungan untuk menjawab apa dan Veny langsung bertanya.
"IRO seperti nya kita kedatangan tamu, kenapa kau tidak memberitahu ku aku baru saja selesai memasak." kata Veny.
"suara ini jangan jangan, tuan putri kerajaan wallenblood!? kenapa bisa ada disini." kata guru Vie terkejut.
"ehh ternyata tamu kita guru Vie ya, aku kabur dari kerajaan karena dipaksa bertunangan tanpa persetujuan ibu ku jadi aku bukan lagi tuan putri." kata Veny melepas rompi memasaknya.
"ada apa ini, kenapa kalian berdua bisa tinggal bersama di sini apa yang sebenarnya kalian lakukan." kata guru Vie sambil meminum tehnya.
"kalau itu Veny memintaku untuk membawanya kabur dari kerajaan, di waktu yang sama aku adalah pengawal pribadi nya jadi wajar saja kami bisa tinggal di sini bersama." kata IRO.
"itu memang masuk akal, tapi berdua di sini itu hal yang sangat mencurigakan." kata guru Vie.
"guru Vie tenang saja, kalau aku membuat Veny tidak mendapatkan apa yang dia inginkan aku bisa dibunuh olehnya apalagi guru pasti sudah tau sifat Veny itu. jadi mana mungkin aku bisa macam macam dengannya." kata IRO.
"benar, sebenarnya dia itu mata keranjang dan juga genit jadi guru sebaiknya berhati-hati dengan jebakannya." kata Veny.
"benarkah! apa dia sudah merencanakan semua ini dan pada akhirnya tubuhku juga akan di rampas olehnya!?" kata guru Vie langsung berlindung di belakang Veny.
Veny juga menodongkan panci ke arah IRO bermaksud agar IRO menjauh dari mereka.
entah kenapa Veny seperti anak kecil yang melindungi kucing dari orang genit, IRO langsung kesal.
"mana mungkin aku seperti itu! bukankah sudah pernah kukatakan jangan bercanda berlebihan seperti itu, guru Vie langsung percaya jika kau yang mengatakannya!" kata IRO mencubit pipi Veny.
"ehh, jadi tuan putri hanya bercanda padahal wajah tuan putri sangat serius. tidak tidak, ekspresi tuan putri itu selalu sama jadi susah membedakan mana yang serius dan yang bercanda." kata guru Vie.
"guru Vie biar kukatakan, dia ini sangat pintar membodohi orang jadi jangan mudah dibodohi olehnya." kata IRO masih mencubit pipi Veny.
"pipi ku merah aku akan menangis jika kau tidak melepaskan nya." kata Veny.
__ADS_1
"kau harus diberi sedikit pelajaran, jangan membodohi orang lagi. karena kau guru Vie sampai mengira aku memanfaatkan dia." kata IRO melepas cubitannya.
Veny mengusap usap pipinya.
"kalian berdua ternyata sangat akrab hehehe, padahal umur kita ini hanya beda setahun." kata guru Vie.
"guru Vie hanya terlalu memikirkan kehidupan di akademi sampai sampai memikirkan kehidupan sendiri lupa." kata IRO.
"bagaimana kau mengetahui nya, aku tidak pernah menjelaskan itu padamu." kata guru Vie.
"hanya melihat guru Vie yang masih belum menemukan orang yang guru cintai aku sudah langsung tau." kata IRO.
"benar, aku sama sekali tidak memikirkan itu hahaha kau ternyata pintar juga IRO." kata guru Vie.
"tidak juga guru Vie, aku hanya mengandalkan sedikit keberuntungan saja saat menjalani hidup." kata IRO.
"karena kita bukan lagi guru dan murid kau bisa memanggilku Vie saja, sekarang kita sudah seperti teman biasa." kata guru Vie tersenyum.
"baiklah Vie, lantas apa yang membuatmu bisa sampai kemari. jarak negara orario dengan negara wallen sangat jauh bagaimana caranya kau bisa ke sini." kata IRO.
"ini semua bermula dari pertempuran melawan raja iblis, kami kalah lalu semua orang yang ikut bertempur berkorban untukku dan menyerahkan tanggung jawab pertolongan kepadaku." kata Vie.
"padahal aku sudah melempar tombak dan kurasa raja iblis ini menepis serangan ku." pikir IRO.
"tenang saja aku menjamin mereka semua baik baik saja karena raja iblis itu tidak akan tertarik mengambil nyawa seseorang yang tidak menarik perhatiannya." kata Veny mencoba menenangkan Vie.
"benar aku tidak merasakan ada pembunuhan di luas sekitar 100 kilometer yang berarti mereka semua masih hidup." kata IRO.
"kalian berdua memang hebat, Veny dapat menyimpulkan sesuatu yang bahkan tidak pernah ku ketahui dan IRO bisa mempunyai kekuatan yang luar biasa sekali." kata Vie mulai menenangkan pikiran.
IRO tersenyum kepada Veny karena berhasil menenangkan Vie.
BERSAMBUNG
__ADS_1