
"jadi ini yang namanya IRO itu, aku tidak merasakan kekuatan yang hebat darinya." kata Jeanne.
kemudian, Karen membangun kan IRO karena ada yang mengawasi nya.
"master, ada yang mengawasi anda. apa yang harus di lakukan?" kata Karen.
"aduhhh, padahal sudah malam
hoam (menguap) siapa yang mengawasi ku malam malam begini?" kata IRO.
"menjawab pertanyaan master, seperti nya bukan manusia biasa. info tambahan dia berlevel 510 ke atas dan memiliki senjata harta neraka. apa perlu saya memberikan peringatan padanya master?" kata Karen.
"sudah lah, kita ikuti saja permainannya kalau dia tidak mengganggu kita jangan mengganggu nya juga. anggap saja dia fans ku." kata IRO lalu tertidur kembali.
"baik master, maaf mengganggu." kata Karen.
pagi hari pun tiba. seperti biasa Karin selalu bangun awal untuk menyiapkan makanan.
tak di sangka IRO juga sudah bangun dan sedang latihan di arena.
"tumben sekali IRO bangun lebih awal. ya sudah lah, itu hal yang baik untuk nya." kata Karin dan pergi menyiapkan makanan.
IRO yang sedang latihan ternyata melatih dirinya untuk bersiap menghadapi panglima iblis. dan sebenarnya Karen yang menyuruh IRO untuk latihan. IRO sama sekali tidak memiliki niat untuk latihan.
"latihan master yang pertama adalah latihan fisik. latihan ini dianggap latihan paling efektif untuk bertarung satu lawan satu. yang harus master lakukan adalah angkat beban, karena latihan ini dapat menguat kan otot otot master." kata Karen.
"ehh, latihan nya mudah. jadi aku harus mengangkat apa?" kata IRO.
"master, tidak ada barang yang tidak bisa master angkat di planet ini. jadi, yang jadi bahan angkat bebannya adalah planet ini sendiri." kata Karen.
"yang benar saja, mana mungkin aku bisa mengangkat planet yang begitu besar ini." kata IRO.
"master, kalau begitu ciptakan saja tiruan dari planet ini dalam ukuran mini. dengan begitu berat nya akan sama dengan berat planet ini tapi ukurannya akan lebih kecil dan bahkan dapat master genggam." kata Karen.
"latihan ini sungguh sedikit diluar nalar. tapi ya sudah lah, aku mau mencoba nya dulu." kata IRO.
lalu IRO menciptakan atau menyalin planet nya dengan sihir skala besar.
"sihir yang bisa menyalin hanya ada satu. setelah itu aku akan menggabungkan nya dengan sihir pengecil kan?" kata IRO.
"benar master. silahkan di coba, saya akan memberitahu jika prosesnya gagal." kata Karen.
__ADS_1
"hehehe, aku tidak akan gagal. (IRO mengangkat tangan nya ke atas dan mengucapkan sihir nya). Listeria, vaconda!" kata IRO.
seketika keluar cahaya biru menyalin planet dan langsung mengecil seukuran bola mini.
"proses sempurna, master anda melakukan nya tanpa kesalahan." kata Karen.
dan semua orang di planet itu bahkan raja iblis menyadari bahwa ada sihir yang sangat besar sedang berjalan.
"ada apa ini!? sihir ini!? sangat besar. bahkan aku sampai merasakan nya dengan jelas." kata Jeanne.
"aku tidak perlu terkejut lagi. sudah pasti IRO yang melakukan ini, mending lanjut masak". kata Karin.
"pagi pagi sudah buat keributan. sihir yang besar ini membuat ku terbangun, IRO yang melakukan nya ya." kata Veny.
"seperti nya IRO lagi melakukan keajaiban lagi." kata Sinta.
"sungguh sihir yang menakjubkan. apa sebenarnya yang dilakukan nya." kata raja iblis.
"planet ini lumayan cantik juga, eh!! ini berat!!" kata IRO yang mengangkat planet satu tangan.
"master, anda harus membuat satu lagi seperti salinan planet ini di tambah satu tongkat sakti." kata Karen.
"ya aku tahu maksud mu, bagaimana kalau aku letakkan di bawah dulu?" kata IRO.
"baiklah aku buat satu lagi salinan nya Listeria! sial ini tambah berat." kata IRO yang mengangkat dua planet ukuran mini.
"master, selanjutnya anda harus memanggil tongkat sakti yang dapat menahan beratnya planet ini lalu menaruh satu planet di ujung kanan dan satu lagi di ujung kiri tongkat sakti nya." kata Karen.
"kalau begitu, datang lah tongkat Dewa kera sakti! the monkey god's staff****!!" teriak IRO.
lalu datang lah tongkat dari langit dan tak sengaja membelah gunung yang di lewatinya.
tongkat itu berdiri tegap di samping IRO.
"amalgamation! dengan begini planet nya akan bergabung dengan tongkat ini dan saatnya angkat beban." kata IRO.
"master, anda sudah melakukan penggabungan. jadi, saatnya melakukan latihan nya." kata Karen.
"baiklah, satu, dua, tiga,(IRO mencetak rekor baru yaitu angkat beban sampai 5000 kali)."kata IRO.
"master, latihan angkat beban sudah selesai. master mengangkat dua planet sebanyak 5000 kali itu sudah melebihi rekor saitampa dalam hal angkat beban." kata karen.
__ADS_1
IRO kemudian berhenti lalu memindah kan tongkat dan planet nya ke dimensi lain.
"huhh, lelah juga. tapi, semakin lama planet nya semakin ringan saat ku angkat." kata IRO.
"itu karena master sudah semakin kuat. bahkan 500 planet sudah dapat master angkat hanya dengan satu tangan sekarang." kata Karen.
"hmm, IRO! sarapan sudah selesai! ayo cepat makan!" teriak Karin.
"akhirnya, baik aku akan kesana sekarang. Karen latihan kali ini kita sudahi saja ya, aku mau makan dulu." kata IRO.
"baik master, selamat menikmati." kata Karen.
IRO pergi makan bersama yang lain.
"kau ngapain saja, aku merasakan sihir yang besar tadi."kata Karin.
"ehh, aku hanya latihan saja. tidak ada yang aku kacaukan atau hancurkan sama sekali." kata IRO.
"nampaknya, kekuatan mu semakin besar. latihan apa yang kau lakukan." kata Veny.
"hanya latihan fisik saja. tapi latihan kali ini sedikit berbeda." kata IRO.
"memungnyu latuhunmu utu sepurtu upu? (memangnya latihan mu itu seperti apa) "
kata Sinta yang sedang mengunyah.
"kalau bicara habiskan dulu makanan dalam mulut mu itu. latihan ku itu aku rahasiakan." kata IRO.
"terserah mu saja. yang penting jangan mengacaukan arena seperti waktu itu." kata Karin.
"baik, lalu Veny guild mana yang harus kita join? apa kau sudah memutuskan nya?" kata IRO.
"kalau itu, aku dengar guild yang berada di negara orario terlatih dan berpengalaman. jadi kita akan ke sana saja." kata Veny.
"kalau begitu aku akan mengurus surat izin guild kalian, dan sebaiknya kalian berhati hati terhadap monster yang ada di dungeon." kata Karin.
"terimakasih Karin, kami akan membagi uang hasil perjalanan kami pada kalian nanti." kata IRO.
"benarkah? aku mau. kebetulan uang ku sudah hampir habis saat ini." kata Sinta.
"benar juga, uang sakuku juga sudah hampir habis juga." kata Karin.
__ADS_1
"ternyata ide ini tidak terlalu buruk juga. kalau begitu kami akan berusaha." kata IRO.
Bersambung