Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
pendaftaran guild


__ADS_3

"ternyata ide ini tidak terlalu buruk juga. kalau begitu kami akan berusaha." kata IRO.


"hmm, kalau begitu kapan kalian akan pergi?" kata Karin.


"kami akan berangkat nanti sore, jadi kami butuh perlengkapan untuk bertualang." kata Veny.


"aku yakin kalian tidak butuh seperti senjata lagi, bagaimana kalau kalian berbelanja di toko saja untuk membeli beberapa ramuan." kata Karin.


"benar juga, kami juga butuh bahan makanan" kata Veny.


"jadi rumah ini akan sepi lagi ya, padahal kalian baru seminggu di sini. tapi yasudah lah, kalian harus berhasil mendapat uang yang banyak" kata Sinta.


"terimakasih atas seminggu ini, maaf jika aku merepotkan kalian." kata Veny.


"tenang saja, kau sudah bagian dari kami. jadi kita sudah seperti keluarga." kata Karin.


"owh ya, aku sudah membuat alat sihir dan juga pil untuk kalian berdua. alat sihir nya berguna untuk menjaga kalian dari bahaya lalu pil nya berguna meningkatkan kemampuan kalian." kata IRO.


"memangnya, kami tidak bisa menjaga diri sendiri! tapi terimakasih. simpan jugalah untuk kalian, ternyata kau bisa buat pil juga." kata Karin.


"hehehe, alat sihir nya akan membantu kalian untuk melindungi desa ini juga. kalau pil, aku bisa buat kapan saja." kata IRO.


"apa kalian akan kembali setelah semuanya selesai? rasanya akan ada masalah besar jika orang luar tau bahwa IRO punya kekuatan yang luar biasa." kata Karin.


"aku akan berusaha menyembunyikan kekuatan IRO. dan setelah semuanya selesai kami akan segera kembali."kata Veny.


"aku percayakan bocah ini pada mu. jika dia berbuat aneh aneh, bunuh saja." kata Karin.


"kenapa yang selalu dipermasalahkan itu aku? padahal aku sudah berusaha untuk menjadi baik." kata IRO.


"sudahlah, sebaiknya kalian membeli barang yang kalian perlukan. aku akan merindukan kalian." kata Sinta.


IRO dan Veny pergi ke toko untuk membeli bahan bahan yang diperlukan selama bergabung dengan guild sampai bertualang di dungeon.


"kau mau beli apa? dari tadi kau hanya bengong saja." kata Veny.


"aku tidak terlalu butuh barang barang ini, tapi aku mau jubah yang keren itu. dia begitu berbeda dari yang lain, jubah nya seperti baju pahlawan saja." kata IRO.


"hmmm, kau seperti anak anak saja. pemilik toko, aku beli jubah itu dan item untuk menambah stamina." kata Veny.

__ADS_1


"Veny, apa kau mudah kelelahan? untuk apa kau membeli item penambah stamina itu?" kata IRO.


"itu karena kau selalu dekat dekat denganku. jadi, aku mudah kelelahan untuk bergerak." kata Veny.


"rasanya aku jadi seperti beban bagimu. tapi, kalau kau kelelahan katakan saja padaku. aku bisa menggendong mu atau bisa membantu mu untuk melakukan hal yang sulit." kata IRO.


"terimakasih, jangan membuat ku geli. kau seperti om om yang sedang menggoda wanita." kata Veny.


"aku makin seperti tidak berguna saja." kata IRO.


"nona dan tuan ini seperti sepasang kekasih. begitu akrab satu sama lain, seakan akan dunia ini milik nona dan tuan." kata pemilik tokoh sambil memberi barang nya.


"hmm, maunya sih seperti itu heheheh. tapi nona ini sangat sifatnya sangat dingin, sampai aku sekalipun mencoba cara untuk menjaga image ku di depannya." kata IRO.


Veny langsung memijak kaki IRO dengan kuat, sampai kakinya bengkak.


"terimakasih, lain kali tidak perlu mencampuri hubungan kami." kata Veny yang mengeluarkan aura mematikan.


pemilik toko langsung diam ketakutan, sedangkan IRO masih kesakitan memegang kakinya.


tak lama kemudian kaki IRO sembuh.


IRO dan Veny langsung berpamitan kepada Karin dan Sinta.


"jangan lupa untuk selalu menghubungi kami ya, kami pasti akan merindukan kalian." kata Sinta.


"juga, jangan menunjukkan kekuatan mu pada orang lain. kalau bisa tahan saja, biarkan guild mu saja yang menyelesaikan misi. anggap saja kau hanya beban." kata Karin.


"kenapa aku harus melakukan itu. tapi, bagaimana jika keadaan darurat?" kata IRO.


"kalau itu, kau bisa menggunakan nya walau sedikit. dan usaha kan tidak ada saksi mata." kata Karin.


"kalau begitu kami pergi dulu, sampai jumpa lagi Karin dan Sinta." kata Veny.


IRO langsung memegang Veny dan berteleportasi ke gerbang negara orario.


"rasanya pertama kali Veny menyebut nama kita." kata Sinta.


"benar, semoga IRO dan Veny tidak terlibat masalah besar." kata Karin.

__ADS_1


IRO dan Veny mulai berjalan memasuki gerbang kerajaan orario.


IRO dan Veny di hadang oleh petugas keamanan.


"maaf tuan dan nyonya, apakah kalian memiliki tiket masuk negara ini dan sepertinya kalian bukan orang sini." kata petugas keamanan.


Veny menunjukkan kartu keluarga kerajaan wallenblood nya kepada petugas.


"ahh, maaf menyinggung tuan Putri. silahkan masuk, tapi bagaimana dengan tuan ini? tuan tidak bisa masuk tanpa dukungan apapun." kata petugas keamanan.


"dia ini pengawal pribadi ku, biarkan dia masuk." kata Veny.


"maaf, saya menyinggung anda lagi tuan putri. silahkan masuk tuan." kata petugas keamanan.


akhirnya IRO dan Veny masuk ke kerajaan orario. IRO kemudian bertanya kepada Veny tentang guild yang akan mereka masuki.


Veny menjelaskan semuanya hingga tuntas sambil berjalan kearah pendaftaran masuk guild. sesampai di sana banyak orang orang kuat yang berkumpul, berjudi, bercerita dan lain lain.


"ehh, di sini ramai juga ya. nampak nya mereka semua seperti petualangan senior." kata IRO.


"maaf tuan dan nyonya, apakah kalian ingin mendaftar ke guild? nampaknya kalian orang baru di sini." kata pengurus guild.


"benar, bisakah kami berdua mendaftar ke guild? kalau bisa guild nya orang baik saja." kata IRO.


"hahaha, biar kuberitahu tuan. sudah jarang ada orang yang baik yang kuat di sini, tapi tenang saja setiap anggota guild saling membantu dan melindungi. itu karena ikatan setiap anggota guild." kata pengurus guild.


"hmm, baiklah kalau begitu kami juga ingin bertanya. tempat penginapan di mana ya? soalnya kami baru sampai dan ingin beristirahat nanti." kata IRO.


"kalau itu, saya bisa antar tuan dan nyonya ke penginapan terbaik di dekat sini." kata pengurus guild.


"terimakasih, lalu ini surat izin pendaftaran guild kami." kata IRO memberi surat izinnya.


"owh, atas nama tuan IRO dan nyonya Veny ya? kalau begitu akan saya urus. jika ada guild yang tertarik pada kalian mungkin kalian akan segera berpetualang ke dungeon." kata pengurus guild.


"kalau begitu kami permisi dulu, nanti kami akan datang lagi. terimakasih banyak atas bantuannya." kata IRO.


"tentu, sama sama tuan IRO. sampai jumpa lagi, semoga hari nya menyenangkan." kata pengurus guild.


lalu IRO dan Veny berjalan keluar dan melihat lihat sekitar, dan melihat ada pertunjukan jalanan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2