
"begitu ya,sebaiknya aku tidak terlalu deg degan dan terimakasih juga guru Vie". kata IRO.
"tidak apa apa aku kan gurumu, jadi tidak masalah.baiklah ayo kita masuk dan memperkenalkan diri mu". kata guru Vie.
"hmmm baiklah, semoga isi kelas ini orang yang ramah." kata IRO.
"Baiklah semuanya, maaf mengganggu pelajaran kalian. hari ini kita kedatangan teman baru". kata guru Vie.
lalu IRO berjalan masuk ke kelas dengan rasa gugup dan canggung.
"halo,selamat siang perkenalkan namaku IRO shikimo. aku berasal dari luar negara.
mohon bantuannya". kata IRO.
"hah! luar negara, pasti dia rakyat jelata" kata beberapa murid.
"baiklah IRO, silahkan duduk di kursi paling belakang yang tepat berada di samping nona Veny." kata guru Vie.
"baiklah, guru Vie." kata IRO.
lalu IRO berjalan ke belakang dan dilihat oleh murid yang menatapnya dengan jijik.
"ahh, ternyata mereka hanya menganggap yang setara dengan harta mereka ya." kata IRO.
lalu IRO duduk dan diam karena tidak tahu harus apa.
"baiklah semuanya, hanya ini saja yang bisa ibu sampaikan terimakasih.dan silahkan dilanjutkan pelajarannya." kata guru Vie.
lalu IRO semak gugup karena guru Vie bukan yang mengajar hari ini.
dan tanpa sengaja IRO melirik ke sampingnya
dan melihat gadis cantik yang lewat tadi pagi dari depannya.
"ehh, perkenalkan namaku IRO shikimo, aku biasa di panggil IRO salam kenal." kata IRO.
"hey hey, padahal masih murid baru tapi sudah berani menggoda nona Veny.
apakah kau tidak tahu diri! owh ya pantas saja! kau kan dari luar negara, nona Veny adalah putri tertua keluarga kerajaan. jadi jangan sok akrab dengan nya." kata murid yang berada di depannya.
"salam kenal juga, namaku Veny wallenblood
kau bisa memanggilku Veny." kata Veny.
"ahh! apa! nona Veny berbicara pada rakyat jelata ini, padahal dia tidak pernah berbicara pada kita. (menangis bahagia karena melihat Veny pertama kali bicara di kelas)." kata para murid.
"owh, kalau gitu aku bisa memangilmu Veny.
__ADS_1
mohon bantuannya." kata IRO.
"ya" kata Veny.
"woy, apa apaan kau ini! kau berbicara pada nona Veny yang seperti seorang Dewi ini dengan tidak sopan! seharusnya kau tahu malu." kata para murid.
"hmmm, emang apa salahnya? dan sepertinya dia tidak keberatan aku berbicara begitu dengannya." kata IRO.
"cih,dasar sialan! awas saja kalau kau berani mendekati nona Veny lebih dari ini." kata para murid.
lalu guru yang mengajar sekalian pembimbing di kelas S pun datang.
"baik murid murid, karena tadi kita kedatangan teman baru! jadi kepala sekolah memutuskan untuk menguji nya. apakah dia, sanggup berada di kelas ini atau tidak." kata guru pembimbing.
"hah, tamat lah riwayat mu rakyat jelata yang tidak tahu diri. kami yakin kau hanyalah rakyat jelata yang hanya bisa menyiram kotoran ternak." kata para murid.
"dan juga, agar tidak kelamaan maka kita akan langsung mengadakan tes uji pemanggilan peliharaan atau summon pet". kata guru pembimbing.
"hah! bukannya uji itu menghabiskan banyak mana sihir, bagaimana mungkin kami bisa bertahan setelah summon pet!" kata para murid.
"tenanglah! kalian hanya akan kelelahan sebentar saja. dan jika siapa yang dapat bertahan maka dialah yang terbaik". kata guru pembimbing.
lalu semua murid keluar ruangan dan pergi ke tempat uji.
"baiklah, namamu IRO kan salam kenal aku guru pembimbing di kelas ini.
"baiklah, tapi siapa yang akan mengujiku?
bukankah guru pembimbing harus memantau yang lain" kata IRO.
"tenang saja, kami semua akan melihatmu di uji.dan tentu saja yang akan menguji mu itu tetap aku, karena murid lain juga akan menunggu mu sampai selesai di uji." kata guru pembimbing.
"baiklah" kata IRO.
lalu semua murid kemudian duduk di tempat uji.dan menunggu selesainya pengujian IRO.
"baiklah IRO, aku dengar dari ratu elf kau ini kuat. jadi cara pengujian mu akan sedikit berbeda dari pengujian murid saat pendaftaran." kata guru pembimbing.
"hah kuat, yang benar saja guru pembimbing mengatakan rakyat jelata itu kuat hahahaha" kata para murid.
"dengar IRO, kau memiliki 3 tahap pengujian. dan setiap pengujian hanya akan sekali kesempatan, jadi jangan menyia-nyiakan kesempatan itu." kata guru pembimbing.
"baiklah,tapi apa yang harus ku lakukan?" kata IRO.
"gampang saja, tahap pertama uji mu adalah menghancurkan batu besar yang ada di depan mu itu. lalu tahap kedua adalah menangkap lonceng kecil yang berada di pinggang ku ini" kata guru pembimbing.
"lalu apa tahap ke tiga? guru mengatakan bahwa uji ini gampang, tapi sepertinya ini malah seperti menyusahkan." kata IRO.
__ADS_1
"terserah padamu menganggap uji ini seperti apa, lalu uji ketiga mu adalah bertarung dengan salah satu murid di sini.
baiklah karena sudah mengerti,
mari kita mulai" kata guru pembimbing.
"baiklah, (yang benar saja padahal kukira guru ini baik tapi dia menyuruh ku langsung bertarung)" pikir IRO.
"dan uji pertama di mulai, jika kau dapat menghancurkan nya dengan kekuatan fisik mu maka kau akan dapat nila plus." kata guru pembimbing.
"hmmm, seperti nya batu ini bukan batu biasa. malahan batu ini seperti seperempat meteor." kata IRO.
lalu IRO menarik nafas dan membayangkan kekuatan fisik yang dapat menghancurkan batu besar.dan seketika IRO menyentuh batu itu dan langsung hancur menjadi abu.
"apa! mustahil, apa yang dia lakukan?
padahal dia hanya menyentuh nya! apa yang terjadi?!" kata para murid.
"hmmm, luar biasa! kau mendapat nilai sempurna untuk uji pertama dan juga mendapat nilai bonus". kata guru pembimbing.
"ahh, ini hanya biasa saja bagiku.apakah ini dianggap luar biasa?" kata IRO.
"cihh, dia langsung menyombongkan diri nya hanya karena menghancurkan batu itu.
lihat saja tahap kedua adalah tahap yang akan lebih sulit dari tahap pertama, dan kau akan gagal disini rakyat jelata!" kata para murid.
"baiklah IRO, saat nya uji kedua mu.
kalau kau dapat mengambil bahkan hanya menyentuh lonceng ini maka kau lolos uji ke dua." kata guru pembimbing.
"kelihatannya, ini akan sedikit merepotkan (sambil tersenyum)." kata IRO.
lalu guru pembimbing langsung bergerak cepat secepat kilat hingga tidak kelihatan.
"hahahaha, lihat saja kau pasti akan gagal" kata para murid.
"owh begitu ya, kalau begitu aku hanya perlu menyaingi kecepatan mu.baiklah mari kita mulai". kata IRO.
lalu IRO melenturkan kakinya dan entah kenapa IRO bergerak secepat atau mungkin lebih cepat dari guru pembimbing hingga tidak sengaja membuat gelombang kejut.
"apa apaan ini! bagaimana dia bisa secepat ini!" kata guru pembimbing.
lalu seketika IRO sudah berada di kursi penonton sambil memegang lonceng dari guru pembimbing.
Bersambung
__ADS_1