Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
Necromancer


__ADS_3

"apa apaan yang barusan itu! jelas jelas tadi monster itu berdiri tegap dan kulitnya sangat keras, sekarang sudah tumbang dengan kepala hancur." kata orang-orang disekitar.


"apa sekarang kau sudah boleh membuka mataku, aku tidak tertarik dengan petualang yang bugil tadi." kata Veny.


"baiklah lagipula mereka sudah memakai daun untuk menutup nya, Vie apa kau baik baik saja?" kata IRO sambil melepaskan tangannya dari mata Veny.


"ya aku baik baik saja, tapi kau baru saja membunuh monster tingkat tinggi berlevel 15 dalam satu serangan itu sungguh sangat mengejutkan." kata Vie masih terheran-heran.


"bukan aku yang terlalu kuat tetapi musuhnya terlalu lemah bahkan pemanasan pun tidak cukup." kata IRO.


"jadi bagaimana kita mendapatkan hadiahnya kalau kepalanya sudah hancur, apa kau sengaja atau gimana." kata Veny.


"tenang saja di jantung monster itu ada mutiara yang sangat langka, aku sengaja membunuhnya lewat kepala karena karena jantungnya punya harta." kata IRO.


"benarkah selain mendapatkan hadiah dari putri Sofia kita dapat sebuah mutiara juga, kau benar-benar genius." kata Vie.


"hahaha anggap saja kalau aku hanya beruntung karena menghancur kan kepalanya dan bukan jantungnya." kata IRO.


IRO terbang ke atas monster yang tumbang itu dan mengucapkan sihirnya yaitu storage. seketika keluarlah lubang hitam dari samping IRO, IRO memasukkan tangannya dan mengeluarkan belati tingkat ilahi.


IRO menggeser sedikit posisi belati dan seketika tubuh monster terbelah belah, IRO menyimpan kembali belatinya. IRO mengambil mutiara yang ada di jantung monster itu dan menyimpan nya.


"bisa terbang, mengeluarkan belati tingkat ilahi dari lubang hitam, dan sekarang membelah monster hingga tidak terlihat siapa sebenarnya dia!" kata orang orang yang melihat IRO.


"tenang saja dia berada di pihak kita, kalian semua tidak perlu khawatir karena kita sudah memenangkan misi ini." kata Vie.


IRO kembali ke tempat Veny dan Vie, IRO melihat orang orang melihati nya dengan kagum.


"kenapa orang orang di planet ini semuanya terkagum melihat orang yang terbang padahal terbang itu sangat mudah." kata IRO.


"itu karena kau lebih kuat dari mereka, jangan banyak bicara karena mungkin mereka bisa tersinggung." kata Veny.

__ADS_1


"jadi bagaimana kau bisa melakukan hal hal ajaib barusan, padahal kau itu pernah menjadi murid di akademi DEA dan kemampuan mu ternyata lebih hebat dari dugaan ku." kata Vie.


"daripada itu lebih baik kita pergi dulu kembali ke istana dan melaporkan ini agar dapat hadiah nya." kata IRO.


"benar apalagi tuan putri Sofia itu sudah menunggu kedatangan IRO." kata Veny.


"tampaknya ada yang cemburu melihat aku dan putri Sofia hahaha." kata IRO sambil tertawa.


IRO membuka gebang teleportasi langsung ke istana. semua orang semakin terkejut melihatnya, terutama Vie yang tidak menyangka IRO sangat hebat.


"ayo masuk jangan berdesakan, hati hati karena gerbangnya bisa buat mabuk teleportasi." kata IRO.


semua orang berurutan masuk satu persatu, dan yang terakhir adalah Veny dan Vie.


"kenapa kau tidak masuk, apa kau takut mabuk teleportasi atau apa." kata IRO kepada Vie yang gugup.


"bukan begitu, saat aku mencoba teleportasi aku malah kesasar ke negara ini aku jadi sedikit gugup saja." kata Vie.


Vie memegang tangan Veny dan mereka berdua masuk bersama, kegugupan Vie sudah lumayan berkurang.


"kau kenapa tidak masuk, apa yang kau lakukan disini." kata Vie yang sudah mendekati gerbang teleportasi.


"tenang saja aku hanya punya sedikit urusan lagi, kembali lah diluan aku akan menyusul nanti." kata IRO.


Vie dan Veny langsung masuk dan mereka benar-benar sampai di depan istana. sedangkan IRO masih di hutan itu dan melihat bangkai monster itu.


"sudah lama aku tidak punya pasukan bayangan saatnya memulainya dari awal lagi Bangkitlah." kata IRO kepada bangkai monster itu.


seketika bayangan monster itu keluar dengan mata biru dan tunduk kepada IRO, tubuh bayangan monster itu berwarna hitam dan sekarang levelnya lebih tinggi dari tubuh aslinya yaitu berlevel 50. itu semua karena IRO memiliki title necromancer yang memiliki skil untuk menghidupkan makhluk mati menjadi bayangan bahkan menambah kekuatan nya.


Catatan penting: Title necromancer adalah sebutan yang dimiliki seorang penyihir untuk menghidupkan makhluk mati menjadi bayangan untuk melayaninya. title ini di dapat IRO karena pernah membunuh Raja iblis pertama yang memiliki banyak title tingkat tinggi.

__ADS_1


"aku akan memberimu sebuah nama jadi ikutilah seluruh perkataan dan patuhi perintah ku. namamu sekarang adalah Zila." kata IRO memberi nama pada monster itu.


Zila kembali ke bayangan IRO sebagai tempatnya dan selalu mengikuti IRO kemanapun IRO pergi. IRO segera membereskan bangkai monster itu dengan cara membakar nya.


"Finishing fire, sekarang sudah beres saatnya kembali ke istana lalu pergi berjalan jalan." kata IRO yang membakar bangkai monster menjadi abu.


IRO masuk ke gerbang teleportasi, saat keluar semua orang menyambut IRO dengan memujinya dan membuka jalan untuk IRO.


"ini terlalu berlebihan, aku tidak terlalu suka untuk diperlakukan seperti ini." kata IRO sambil berjalan menuju istana.


saat sampai putri Sofia sudah menunggu kedatangan IRO, putri Sofia dan Raja menyambut juga kedatangan IRO yang telah membunuh monster barusan. Putri Sofia memegang sebuah medali penghargaan untuk IRO sedangkan Raja memegang sebuah hadiah untuk IRO.


"putri dan Raja apa ini tidak terlalu berlebihan padahal aku hanya membunuh satu monster saja tetapi hadiahnya sangat banyak." kata IRO.


"tentu saja ini pantas, malahan kurang itu karena kau sudah membunuh monster yang sudah lama tertidur dan bangun saat ini monster itu adalah salah satu monster tingkat tinggi." kata putri Sofia.


"baiklah jadi daripada terus membuat orang menunggu lebih baik dipercepat, bukan kah putri ingin bermain." kata IRO sambil tersenyum.


"benar juga ini ambil medalinya dan juga hadiah lalu ayo kita pergi bermain." kata putri Sofia mempercepat penghargaan nya.


"terimakasih untuk putri dan juga Raja aku akan menerima ini, ngomong ngomong dimana para petualang terkuat itu?" kata IRO.


"mereka berlari terbirit-birit sambil telanjang ke rumah masing-masing, semua orang menertawai mereka." kata Veny.


"bahkan ada juga orang yang sempat mengambil foto aib mereka lalu menyebarkan nya ke seluruh istana." kata Vie.


"sungguh nasib yang malang padahal mereka tadi kelihatan sombong di depan putri, sekarang malah kena batunya." kata IRO.


"daripada itu ayo kita berjalan jalan sambil bermain kau bilang ingin membawaku ke tempat yang menyenangkan." kata putri Sofia.


"baiklah kita akan pergi, tetapi aku sedikit lapar dan ingin makan siang dulu." kata IRO.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2