Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
bermalam di hutan


__ADS_3

"kasihan juga pangeran yang sudah mati Matian berjuang demi memberikan Veny permata untuk mendapatkan hatinya. tapi dia tidak tahu bahwa Veny itu tidak tertarik dengan hal hal yang membosankan itu." kata IRO.


"apa perlu saya bantu nona Veny tuan? kalau dibiarkan kemungkinan besar mereka akan mati." kata Lily.


"tunggu lah, Veny bukan orang yang akan seceroboh itu. dia pasti merencanakan sesuatu di balik permen kapas nya itu." kata IRO.


pangeran sudah terengah-engah menghadapi naga level 3 itu, anggota guild banyak yang terluka dan banyak juga yang tidak ingin bertarung. naga itu mengeluarkan hembusan api biru dari mulut nya dan membakar jalan keluar guild pangeran. api biru itu mulai mengelilingi mereka hingga tidak ada jalan keluar.


"sialan, apa yang harus kulakukan! kenapa kami malah terjebak di sini. padahal aku sudah sangat yakin bisa mengalahkan monster tingkat tinggi ini." kata pangeran.


"ini semua karena pangeran! andai saja pangeran mendengar kan kata kata ku tadi! dan sekarang kita akan segera mati." kata teman guild pangeran.


"itu benar! jika bukan karena pangeran tidak egois maka kami tidak perlu mati di tempat ini." kata beberapa orang.


"diam kalian semua! aku juga belum mau mati. benar! ini semua karena wanita ini, dia membuat ku seperti ini! kalau begitu aku harus membunuh mu diluan." kata pangeran yang sudah tidak sadar dan mulai menyerang Veny.


"tuan dia mau melukai nona Veny, ini sudah tidak wajar. izinkan saya menyelamatkan mereka tuan." kata Lily.


"tunggu, kalau dia tidak melukai Veny kau bantu mereka. tapi kalau dia melukainya, aku sendiri yang turun tangan." kata IRO.


"baik tuan, mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya. aku harap mereka baik baik saja." kata Lily.


pangeran mengarahkan pedangnya ke Veny, pangeran mulai membaca mantra sihir untuk menyerang Veny. Veny hanya diam dan tak berkata apa pun, dan IRO mulai siaga.


"aku benar benar tidak mengetahui apa yang dipikirkan Veny itu. kelihatannya dia sama sekali tidak perduli" kata IRO.


pangeran langsung menyerang Veny dan berakhir membuat tangan Veny berdarah.


IRO langsung turun dengan kecepatan tinggi, Lily ikut untuk mengobati tangan Veny.


IRO menghancurkan pedang pangeran, Lily menyembuhkan luka Veny. IRO marah terhadap pangeran karena melukai Veny.

__ADS_1


"kau! sudah bodoh malah menambah kebodohan mu." kata IRO memukul pangeran hingga melewati api biru.


naga mulai menyerang lagi, tapi dalam sekejap naga nya sudah menjadi abu di buat oleh IRO. Veny masih diam saja, IRO kemudian datang memeriksa tangan Veny.


"apa kau tidak apa apa, kenapa kau tidak menghindar dari serangan pangeran tadi!" kata IRO.


"hmm, karena ada seseorang penguntit dari atas yang mencoba mengikuti ku. aku tidak menyukai itu." kata IRO.


"hahaha kau jadi sudah menyadari nya ya, tapi tetap saja yang tadi itu sangat berbahaya." kata IRO.


"kita selamat! untung saja ada pahlawan yang menyelamatkan nyawa kita, rasanya tadi aku sempat pasrah." kata orang orang.


"Veny aku minta maaf, aku terlalu egois dan bertindak sesuka ku. aku juga menyesali perbuatanku waktu itu." kata IRO.


"aku akan memaafkan mu tapi dengan satu syarat, yaitu jangan pernah cari tau tentang ratu iblis." kata Veny.


"ehh, apa maksudmu? kenapa kau melarang ku mencari tau tentang nya. owh apa kau cemburu ya?" kata IRO dengan rasa percaya diri.


"itu ada alasan nya, jangan kepedean. tangan ku sudah sembuh ayo kembali dulu ke penginapan." kata Veny.


"kalau begitu bawa pangeran kalian ini pulang, dia hanya pingsan saja. sisanya terserah kalian." kata IRO.


"master, dari jarak 100 meter ada monster yang besar sedang mencari mangsa. apa perlu saya bereskan?" kata Karen.


"begitu ya, bereskan saja aku mau pulang ke penginapan dulu. kalau kau butuh bantuan aku akan suruh Lily untuk membantu mu." kata IRO dalam pikiran.


"baik master, saya akan langsung mengeksekusi monster itu di tempat." kata Karen, lalu menurunkan petir dari langit langsung menyambar monster hingga gosong.


IRO dan Veny berjalan ke penginapan bersama guild pangeran. IRO tidak bisa terbang karena takut akan ketahuan dan menyebabkan masalah. Lily menjadi transparan dan menghabisi monster monster yang mendekati mereka.


mereka semua berjalan hingga memasuki hutan. saat tiba di sana sudah banyak monster monster tingkat rendah yang menunggu mereka.

__ADS_1


"sial, mereka semua monster tingkat rendah. tapi mereka terlalu banyak, apa yang harus kita lakukan?" kata teman pangeran.


"kalian berjalan lah diluan aku akan menghabisi mereka dari belakang." kata IRO lalu menghabisi mereka semua dengan satu serangan.


hari mulai gelap, IRO dan Veny beserta guild nya pangeran beristirahat sejenak. mereka membuat tenda dan perapian.


"ini sudah mulai gelap, kalau kita berjalan melewati hutan maka pasti banyak monster yang mengikuti kita hingga ke kota." kata teman pangeran.


"bagaimana kalau kita bermalam di sini saja untuk semalam. lalu kita buat ada pergantian berjaga agar tidak ada monster menyerang." kata beberapa orang dari guild pangeran.


"aku sih tidak keberatan, lalu bagaimana dengan pergantian berjaga? aku tidak pernah melakukan nya." kata IRO.


"gampang saja, kita buat setiap jaga dua orang dan akan berganti saat sudah 1 jam." kata teman pangeran.


"begitu ya, kalau begitu tim yang pertama aku saja. tapi siapa yang menjadi teman ku?" kata IRO.


"karena kau lebih kuat dari kami semua, jadi kau sendiri saja agar hitungan nya pas." kata teman pangeran.


"owh baiklah, kalau begitu kalian semua istirahat lah. aku akan berjaga di sini selama satu jam." kata IRO.


lalu semua orang masuk ke dalam tenda dan tidur nyenyak. Veny tidak masuk sama sekali, Veny kasihan melihat IRO sendiri. jadi Veny duduk di samping IRO dan menghangat kan tubuh.


"kenapa kau belum tidur? kau harus nya beristirahat saja. aku juga tidak masalah jika sendiri." kata IRO.


"aku hanya mencari udara segar saja, kau tidak lelah? dua hari ini kau tidak cukup istirahat. sebaiknya kau tidur kan saja sebentar aku akan berjaga." kata Veny.


"heh, kau memang mengetahui segalanya tentang diri ku. tapi aku tetap harus berjaga di sini, kalau tidak mereka semua dalam bahaya." kata IRO.


"kalau begitu sandarkan saja kepala mu ke pundak ku, kau akan merasa lebih baik." kata Veny.


"tawaran mu ku terima, kalau begitu permisi ya. sudah lama kita tidak bermesraan seperti ini." kata IRO menyandarkan kepalanya ke Veny.

__ADS_1


"kita kan memang tidak pernah mesra bodoh." kata Veny.


Bersambung


__ADS_2