
"Jadi Ratu semesta dan Ratu iblis adalah kakak beradik! kenapa Veny tidak pernah memberitahuku!" pikir IRO.
"Ya karena kita bertiga ada di sini, apalagi aku dan adikku sudah lama tidak bertemu bagaimana kalau kita membuat satu keputusan." Kata Ratu semesta.
"Keputusan apa lagi, kalian baru saja menjebak ku mau apa lagi. Tapi kalian tidak terlalu mirip jika dilihat dari penampilan, sifat, dan kenapa kalian bisa menjadi Ratu iblis dan Ratu semesta." Kata IRO.
"Walau banyak yang berbeda tapi persamaan kami itu sangat terlihat." Kata Veny.
"Apa?" tanya IRO.
"Sama sama seorang Ratu, dan bagaimana pun juga kami jelas jelas memiliki hak untuk menyiksa mu." Kata Veny.
"Kenapa aku jadi merinding, padahal aku sudah berusaha untuk mencintai Veny seorang. Kenapa kakaknya ikut ikutan." Kata IRO.
"Menurut ku, menunggu turnamen multisemesta selesai itu sangat lama. Bagaimana kalau kita ubah jadwal duel kita menjadi sekarang?" Kata Ratu semesta.
"Tunggu dulu, apa aku bisa menang melawan seorang Ratu semesta yang memiliki Title mutlak?" Kata IRO.
"Tenang saja, bukan aku yang akan melawan mu langsung. Karena aku bisa menang sekali ucapan maka aku mewakilkan pengawal pribadi ku untuk melawan mu." Kata Ratu semesta.
"Apa kau yakin? aku itu sangat kuat, jika hanya seorang pengawal maka aku bisa menang dengan mudah." Kata IRO.
"Kau benar tetapi jika pengawalnya berjumlah miliaran apa kau masih mau sombong." Kata Ratu semesta.
"Tidak masalah mau jumlahnya triliunan sekalipun aku tidak akan kalah jadi santai saja." Kata IRO.
"Baiklah duelnya kita anggap antara aku yang diwakili pengawal ku dan kau, aku akan memanggil mereka sekarang." Kata Ratu semesta.
"Baiklah entah kenapa duel ini seperti bukan duel, malahan seperti satu lawan satu galaksi. Apalagi hasilnya tidak ada yang menguntungkan buatku." Kata IRO.
"Kalau kau menang, aku akan memberikan mu sebuah kecupan." Bisik Veny ke telinga IRO.
"Baiklah! mana lawan ku itu, rasanya tubuhku sudah memanas sekali sekarang hahaha!" Kata IRO sambil tertawa.
"Kenapa kau tiba tiba bersemangat sekali, padahal tadi masih lemas dan tidak punya harapan." Kata Ratu semesta sambil membuka gerbang teleportasi.
__ADS_1
"Cepatlah aku sudah tidak sabar untuk memukuli mereka semua, mumpung tubuhku sangat bersemangat begini rasanya aku bisa melakukan segalanya." Kata IRO semakin bersemangat karena kata kata Veny tadi.
"Sebenarnya mereka semua sedang apa? kenapa mereka terlihat sangat akrab." Kata Putri Sofia.
"Mungkin mereka lagi membicarakan suatu yang penting, atau lebih tepatnya seperti membahas tentang cara berumahtangga." Kata Vie.
"Padahal kita bisa mendengar mereka dengan jelas tapi tetap saja kata kata Veny yang mengatakan bahwa Ratu semesta adalah kakaknya, di tambah Ratu semesta akan menikah dengan IRO seperti mimpi saja." Kata Mei.
Ratu semesta membuka gerbang teleportasi dan keluarlah miliaran pengawal Ratu semesta yang satu orang pasukan kekuatan nya setara dengan Raja iblis.
"Baik semuanya dengarkan, kalian boleh mengeluarkan kekuatan penuh kalian untuk menghajarnya dengan niat untuk membunuhnya." Kata Ratu semesta.
"Apa Ratu semesta ini serius ingin membunuh ku, kata katanya barusan terlihat tidak bercanda." Kata IRO.
"Adikku akan menjadi jurinya, yang dapat bertahan hidup maka dialah yang menang." Kata Ratu semesta.
"Baik, bersiaplah aku akan menghitung mundur duel nya. Tiga dua satu." Kata Veny memulai duel antara IRO dan miliaran pengawal Ratu semesta.
Miliaran pengawal Ratu semesta terbagi menjadi Healer, Wizard, Swordman, dan Tanker.
2). Wizard adalah seorang penyihir di suatu pasukan, biasanya menyerang dari jarak jauh.
3). Swordman adalah seorang pengguna pedang yang menyerang langsung lawan, biasanya seorang lelaki.
4). Tanker adalah seorang pelindung dengan armor yang kuat bertugas untuk melindungi Healer dan Wizard, kadang menyerang langsung bersama Swordman.
IRO mengaktifkan mata merahnya dan menaikkan kekuatannya yang dari 15 persen menjadi 20 persen. Sekarang IRO di mode seperempat kekuatan penuhnya.
"Baik majulah kalian semua, aku tidak akan memberi kesempatan untuk kedua kalinya untuk menyerang ku." Kata IRO.
Seluruh pengawal maju dan menyerang IRO dari berbagai sisi.
"Mari kita coba pedang lama ku ini, saatnya membuka segelnya." Kata IRO.
IRO mengeluarkan pedang tersegel miliknya dan memulai melepaskan segelnya. Sementara seluruh pengawal masih belum berhenti menyerang IRO.
__ADS_1
"Tunggu bukankah itu pedang tersegel miliknya, kenapa dia membukanya didepan Ratu semesta!" Kata Mei.
"Hmm ternyata pedang tersegel ini ada padamu sekarang ya, tidak masalah karena kau sebentar lagi akan jadi suamiku." Pikir Ratu semesta.
"Terbukalah segel terakhir Release!" teriak IRO membuka segel pedangnya.
Keluarlah cahaya menyinari pedangnya, pedang itu melayang di udara dan masih bersinar.
"Sudah lama sekali tidak mengayun kan pedang ini, dia masih keren seperti dulu." Kata IRO.
Tetapi pedangnya terbang ke sana kemari.
"Sedikit sentuhan terakhir maka kau akan mengakui aku sebagai pemilik mu, pedang yang merepotkan." Kata IRO.
IRO menangkap pedangnya tetapi masih melawan, akhirnya IRO menambah keajaiban pada pedang itu dan memberinya darahnya. Pedangnya langsung diam dan tidak melawan IRO lagi.
"Jadi seperti itu cara menggunakan nya, walau tidak sulit tetapi sangat mengejutkan. Aku bahkan menggunakan Title mutlak ku hanya untuk menyegel pedangnya karena tidak bisa ku pakai. Suamiku bisa bisanya dia dengan santai menjinakkan pedang nakal itu." Kata Ratu semesta.
"Baiklah saatnya membasmi, biar ku perlihatkan cara menggunakan pedang dengan tepat dan benar hahaha." Kata IRO.
IRO menggerakkan pedangnya terlihat hanya sekali menebas, tetapi jika diperhatikan secara baik baik sebenarnya sekali tebasan itu berjumlah jutaan. Seluruh pasukan Swordman lenyap sekali tebas, ditambah IRO tidak sengaja menebas beberapa bintang.
"Kalau seperti ini terus bisa cepat selesai tapi sedikit membosankan karena sudah lama tidak memegang pedang, kalau begitu ku turunkan kekuatan ku menjadi 5 persen saja." Kata IRO menurunkan kekuatan yang dari 20 persen menjadi 5 persen.
IRO mencoba menebas lagi dengan satu tebasan, sekarang satu tebasan hanya berjumlah puluhan. IRO dengan cepat terbang kesana kemari sambil menebas dan melenyapkan pengawal. IRO bersenang-senang dengan pedangnya itu.
Pengawal yang berjumlah miliaran sekarang hanya berjumlah jutaan.
"Oh ya aku mau mencoba teknik pedang milik guru dulu, Crazy slash!" Kata IRO menggunakan teknik pedang legendaris.
Seketika pedangnya mengeluarkan aura dan memanjang hingga seratus ribu kilometer, IRO menggerakkannya dan seluruh pengawal langsung lenyap. IRO juga tidak sengaja membelah jutaan bintang.
"Sudah lama tidak melihat teknik pedang ini, di tambah pedang itu masih sangat kuat seperti dulu. Pedang semesta. Yaitu Universal sword." Kata Ratu semesta.
__ADS_1
Bersambung