
"ehh, baik baiklah Veny (gugup). bukan kah ini terlalu dekat." kata IRO dengan wajah yang memerah karena Veny terlalu dekat dengannya.
"kalau begitu kenalkan lah aku dengan teman mu itu dulu, lalu ayo kita mendaftar guild dulu." kata Veny.
"benar juga ya, kita membutuhkan uang untuk makan dan perjalanan kita nanti. baiklah akan ku tanyakan nanti ke Karin soal ini." kata IRO lalu langsung menggendong Veny.
"kau jadi lebih berani dari sebelumnya ya." kata Veny.
"hehehe, ayo kita ke rumah Karin dulu dan memperkenalkan diri mu dulu" kata IRO lalu terbang.
tak lama kemudian IRO dan Veny sampai di rumah Karin.
"aku pulang, hm dimana mereka?"
"nona Karin dan nona Sinta masih membantu para warga dan pasukan yang terluka" kata Eli (Kepala pelayan).
"hohohoho lama tidak berjumpa Eli." kata IRO.
"ya, selamat datang kembali IRO." kata Eli.
"Veny, dia ini Kepala pelayan di rumah ini. nama nya Eli." kata IRO.
"perkenal kan nama ku, Veny wallenblood." kata Veny.
"wallenblood? bukan kah itu keluarga kerajaan wallenblood?" kata Eli yang kebingungan.
"benar, tapi aku bukan lagi keluarga kerajaan." kata Veny.
"heh? apa yang terjadi." kata Eli.
"sudah lah, banyak hal yang terjadi hari ini. sehingga aku masih sedikit lelah, jadi aku mau mandi dulu. kita bahas nanti masalah ini" kata IRO.
"kalau begitu silahkan masuk nona Veny" kata Eli.
Veny dan IRO pun masuk. setelah itu, IRO pergi mandi. tak lama kemudian Veny mengetuk pintu kamar mandi IRO.
"berapa lama lagi kau di sana?" kata Veny.
"aku baru saja masuk, bagaimana mungkin aku bisa langsung selesai." kata IRO.
"kalau begitu aku akan menerobos masuk, kalau kau lama." kata Veny.
"hahahah, kau mau lihat aku yang telanjang? pikirkan mu bisa kacau, kalau kau melihat aku telanjang seperti sekarang." kata IRO.
"baiklah, akan ku gunakan sihir ku jika kau masih belum selesai untuk melenyapkan pintu dan dirimu yang telanjang itu" kata Veny.
"baiklah, aku akan segera siap". kata IRO.
Veny pun pergi ke ruang tamu.
15 menit kemudian IRO keluar dari kamar mandi dan memanggil Veny.
__ADS_1
"Veny, aku sudah selesai. cepat mandilah karena air panas nya akan mati sebentar lagi." kata IRO.
"kau bukan ibu ku. jadi jangan menyuruh ku seperti itu. hmmm, tubuh mu lumayan juga." kata Veny sambil memegang perut IRO yang sixpack.
"hei! kau menyentuh nya. itu membuat ku geli." kata IRO sambil malu.
"hmm, kau suka di perlakukan seperti ini. kau memang mesum" kata Veny sambil mengelus sixpack nya semakin kuat.
"ahk, aku tidak tahan jika kau lakukan lagi." kata IRO.
"hee, kau sensitif di bagian yang keras kan" kata Veny.
"kumohon jangan lagi, kalau tidak yang lain akan salah paham." kata IRO.
"apa yang kalian lakukan!!!" kata Karin.
"kenapa juga kau telanjang, IRO mesum!!" kata Sinta.
"tidak tidak! ini bukan seperti yang kalian lihat! ini hanya karena aku baru selesai mandi." kata IRO.
"berdua dengan seorang wanita lain di kamar mandi! kau membuat ku takut!." kata Karin.
"tidaakk! aku hanya mandi sendiri! dan aku tidak melakukan hal hal mesum!" kata IRO yang sudah mulai menyerah.
"dasar! mesum tingkat akut!" kata Sinta.
"tenang lah, aku hanya menggoda nya saja dan tidak lebih." kata Veny.
"siapa lagi kau, berani masuk ke rumah orang." kata Sinta.
"ehh, kalau begitu saya juga minta maaf" kata Sinta.
"aku bukan lagi seorang putri, jadi tak perlu bersikap formal seperti itu." kata Veny.
"kalau begitu biarkan saya menghukum bocah mesum yang di samping nona itu." kata Karin.
"aku salah apa lagi." kata IRO dengan pasrah.
"pertama perkenalkan, nama ku Veny wallenblood." kata Veny.
"nama ku Karin, senang bertemu dengan mu". kata Karin.
"nama ku Sinta, senang bertemu dengan mu juga" kata Sinta.
"jadi kita sudah saling mengenal. atas nama IRO yang mesum ini mohon maaf atas kejadian barusan." kata Veny.
"tentu saja, aku memaaf kan perbuatan mu. tapi binatang mesum ini harus di hukum dulu." kata Karin.
"benar, keluar dengan telanjang dari kamar mandi adalah perbuatan kriminal". kata Sinta.
"sejak kapan!? lagi pula aku memakai handuk!" kata IRO.
__ADS_1
"mesum tetap lah mesum" kata Karin.
"dan kriminal tetap lah kriminal" kata Sinta.
"hidup ku seperti nya mulai sial." kata IRO dengan pasrah meratapi nasib.
"kalau begitu aku mau mandi dulu, dan kita bisa lanjut kan pembicaraan kita ini nanti." kata Veny.
"dan, kami harus menghukum makhluk mesum bodoh ini dulu" kata Karin.
"(sial)" pikir IRO dan pasrah.
tak lama kemudian IRO tidak ikut makan malam.
itu adalah hukuman yang diberikan Karin dan Sinta.
"jadi kita bisa melanjutkan pembicaraan kita ini kan, tanpa ada laki laki mesum di antara kita." kata Karin.
IRO hanya bisa melihat mereka makan dan berbicara apa yang terjadi hari ini.
IRO mulai kelaparan, apa lagi dia banyak beraksi hari ini.
dan kemudian Veny melirik IRO yang sudah kelaparan.
akhirnya Veny membawa makanan nya untuk IRO.
"ini aku bawakan untuk mu. ini adalah jatah makanan ku, makanlah." kata Veny.
"tapi ini kan punya mu. aku tidak bisa menerima makanan milik orang lain yang belum makan." kata IRO padahal sudah lapar.
"kau banyak bicara ya. (mengambil sendok makan dan mulai menyuap IRO). buka mulut mu aa" kata Veny.
"ehh! apa yang kau lakukan?" kata IRO.
"tenang lah, kita akan berbagi. jadi kalau kau tidak mau, aku akan kembali ke meja makan". kata Veny.
"ba, baiklah aa" kata IRO lalu di suap oleh Veny.
"sejak kapan mereka menjadi akrab? ini membuat ku sedikit aneh" kata Karin.
"heh, apa nona cemburu karena tuan IRO di suap oleh nona Veny?" kata Eli
"ti, tidak juga! aku hanya sedikit kesal karena Veny membatal kan hukuman IRO" kata Karin dengan wajah memerah.
"aku juga ingin menyuap IRO, entah kenapa itu seperti menyenangkan" kata Sinta dengan suara kecil.
"hmmm? kau bilang apa? suara mu terlalu kecil, aku jadi tidak bisa mendengar nya" kata Karin.
"ehh!! tidak tidak! aku hanya bilang makanan malam ini sangat enak hehehehe." kata Sinta.
"(di suap begini oleh Veny, entah kenapa makanan nya jadi lebih enak. atau itu hanya perasaan ku saja ya?)" pikir IRO.
__ADS_1
"tunggu dulu! mereka kan satu sendok. itu artinya,mereka ciuman tidak langsung!" kata karin dan sinta dengan serentak.
Bersambung