
"tidak aku hanya ingin terus melihat cantikmu ini hehehe." kata IRO.
"kau bisa melihat nya setiap hari, jadi jangan menggoda ku. ayo kita ke penginapan kau pasti lapar, aku akan memasak sesuatu." kata Veny.
"hehe, lama tidak merasakan enaknya makanan mu. aku juga mau sekalian mandi, kau mau ikut tidak? di dekat penginapan ada pemandian campuran." kata IRO.
"baiklah kita pergi nanti setelah makan, ayo kita pergi belanja stok makanan Minggu ini dulu." kata Veny.
IRO dan Veny pergi ke pasar dan membeli sayuran, daging, ikan, dan beberapa jajanan ringan. tentu saja Veny beli kembang gula, IRO membawa seluruh belanjaan. entah kenapa daritadi semua orang melihati mereka.
"lihatlah mereka berdua adalah pahlawan yang mengalahkan monster tak tinggi di dungeon. jadi kau juga harus bisa seperti mereka berdua ya nak, ibu pasti akan dukung kamu." kata seorang ibu kepada anaknya.
"jadi itu alasan kenapa daritadi orang orang melihati kita, padahal aku juga membunuh salah satu bos dungeon." kata IRO.
"mungkin teman teman guild menyebarkan ini, yasudah lah lagipula aku tidak terlalu terganggu dengan itu." kata Veny.
IRO dan Veny sampai di penginapan, mereka masuk dan segera ke kamar mereka. Veny memasak dan memotong sayuran dan daging. IRO meminum teh yang di buat Veny lalu membaca berita terkini di koran. IRO menemukan foto mereka yang di anggap sebagai pahlawan dungeon. di berita itu tertulis pahlawan tampan yang melindungi guild terkuat adalah suami dari ratu kecantikan di guild itu. IRO tertawa melihat itu, IRO juga senang entah kenapa. seakan akan sudah lama tidak mendengar kata suami. Veny bertanya kenapa IRO tertawa, IRO mengatakan bahwa mereka di cap sebagai suami istri.
"apa kau keberatan dengan itu, aku bisa mengatakan yang sebenarnya pada pembuat koran ini kalau kau mau." kata IRO.
"tidak apa apa, lanjutkan saja membacanya aku sama sekali tidak keberatan." kata Veny sambil tersenyum membelakangi IRO.
"ehh apa Veny tersenyum mendengar ini? tidak mungkinlah, Veny itu jarang senyum." pikir IRO dan melanjutkan membaca koran.
Veny memulai menghidangkan makanannya di meja, IRO menghirup aroma makanan yang sangat sedap.
"kalau begitu ayo makan, hari ini aku masak sup ayam, ayam goreng, dan sayur bayam." kata Veny.
__ADS_1
"wah, kelihatannya sangat enak. tapi kenapa ayam semua? bukannya tadi kau juga beli ikan." kata IRO.
"hmm, kalau itu aku tidak pintar memasak ikan dan aku juga tidak biasa makan ikan." kata Veny.
"jadi untuk apa kau beli ikan kalau kau tidak dapat memasaknya? apa hanya untuk pajangan kulkas." kata IRO.
"sebenarnya kamar yang di samping kita adalah temanku dulu sewaktu di akademi, dia keluar dari akademi karena tidak cukup biaya. dan akhirnya dia menjadi petualang di sini untuk membiayai hidupnya. jadi dia menitip ikan untuk makan malamnya." kata Veny.
"owh, kalau begitu apa dia tidak kau ajak makan bersama sekarang ini?" kata IRO.
"katanya dia ada misi bersama guildnya di dungeon, aku juga sudah mengajak dan dia menolaknya." kata Veny.
"begitu ya, ngomong ngomong panglima iblis sudah dekat. apa aku habisi langsung saja atau gimana?" kata IRO.
"jangan sampai mereka menginjakkan kaki di negara ini, banyak kehidupan di negara ini. jangan bertarung di negara ini secara langsung, kau bisa menjadi kan mereka uji coba mu mungkin." kata Veny.
"benar aku juga butuh uji coba latihan, mungkin saat mereka sudah di dekat atau 3 kilometer dari sini akan langsung ku lenyapkan." kata IRO.
"panas nya pas, serasa beban pikiran hilang semua. kalau bisa aku mau yang seperti ini di rumahku nanti." kata IRO.
Veny masuk ke pemandian air panas juga, memakai handuk dan membawa sabun juga shampoo. IRO melihat jelas kulit putih Veny yang bersinar. IRO sedikit gugup karena pertama kali melihat jelas kulit Veny, di tambah pertama kali mandi bersama Veny juga. Veny dengan tenang masuk ke dalam air dan merilekskan tubuh nya.
"ngomong ngomong kenapa hari ini hanya kita berdua yang ada di sini, padahal ini kan pemandian air panas campuran." kata IRO.
"entahlah mungkin karena hari ini banyak monster yang berkeliaran di hutan, jadinya markas guild meminta petarung level terendah hingga tertinggi untuk membantu melenyapkan monster." kata Veny.
"itu pasti karena aku membunuh monster level tinggi jadinya monster kecil semakin melonjak karena tidak ada predator kan." kata IRO.
__ADS_1
"benar, owh ya sudah saatnya menggosok pakai sabun. mau aku bantu menggosok punggung mu?" kata Veny.
"ehh tidak perlu aku bisa menggosok sendiri, lagipula aku masih mau berendam sebentar lagi." kata IRO dengan wajah memerah.
"ya sudah, aku mau menggosok sendiri tapi tidak sampai ke punggung. bisa bantu menggosok punggung ku tidak?" kata Veny.
"kalau itu baiklah, lalu sabun dan alat gosok nya mana?" kata IRO semakin memerah karena baru pertama kali menggosok punggung wanita.
"ambil saja di ember itu, sabun nya jangan terlalu banyak karena aku cuma bawa satu." kata Veny.
IRO menggosok punggung Veny dengan gugup setengah mati. IRO lumayan hebat saat itu, bahkan punggung Veny sampai bersih dan semakin bersinar. itu semua membuat IRO semakin gugup dan hampir melewati batasannya. karena terlalu sunyi IRO mencari topik pembicaraan yang lain.
"Veny apa kita pernah bertemu sebelumnya, aku merasakan bahwa aku dan kau pernah bertemu sebelumnya." kata IRO yang berhasil mencari topik.
"pernah tapi kau tidak mengingatnya, tapi jangan di paksa untuk mengingat. karena kita bertemu hanya sebentar saja, setelah itu kau langsung lupa." kata Veny.
"benarkah, apa kita juga dekat seperti ini? aku hanya sedikit penasaran saja tentang kehidupan lama ku." kata IRO.
"waktu itu kau sangat menjengkelkan, dan selalu buat keributan. hanya itu saja yang bisa ku katakan." kata Veny.
"ehh apa aku seburuk itu dulu, aku benar-benar tidak mengingatnya." kata IRO yang sudah sedikit lega dan tidak memerah.
"kau salah IRO, sebenarnya kau yang terbaik bagiku. aku hanya tidak ingin kau mengingat kisah sedih kita dulu, hanya itu yang bisa ku perbuat untuk mu saat ini." pikir Veny.
"baiklah sudah selesai, aku mau lanjut berendam lagi. owh ya besok aku mau membeli barang ke pasar, apa kau mau sesuatu?" kata IRO.
"kembang gula hanya itu saja, jangan lupa juga kembang gulanya yang banyak ya." kata Veny.
__ADS_1
"sesuai dugaan ku, Veny benar benar menyukai itu ya." kata IRO.
BERSAMBUNG