Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
pengawal pribadi


__ADS_3

"ehh iya baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.


sampai jumpa besok". kata IRO.


"ya, semoga hari mu besok menyenangkan" kata Veny.


lalu IRO pun pergi pulang, langsung teleportasi ke kamar nya dan melihat Chiko sudah tidur.


"ahh (menguap) hari ini aku sangat lelah.


ini sudah jam 3 pagi, aku harus tidur." kata IRO.


dan IRO pun tertidur lelap dan bermimpi


"hai, lama tidak bertemu. apa kabarmu? sepertinya baik. apa kau merindukanku?". kata Meing Ling.


"owh Dewi agung. ada apa?, kenapa kau datang ke dalam mimpiku? apa ada sesuatu yang penting?." kata IRO.


"tidak, aku hanya datang sebentar untuk menyapa mu. dan sepertinya kau punya wanita lain selain aku ya." kata Meing Ling.


"ehh wanita lain? siapa yang kau maksud? dan kenapa kau berkata seperti itu. kau juga bukan wanita ku kan." kata IRO.


"hohoho, tidak perlu menggodaku seperti itu. tenang saja tubuh, jiwa, dan hatiku hanya untukmu." kata Meing Ling.


"apa kau benar-benar seorang Dewi agung?, sejak kapan kau menjadi seperti ini." kata IRO


"entahlah. owh ya, kalau tidak salah summon mu adalah Dewi alam kan. jadi jangan terlalu banyak menghabiskan tenaga mu. Dewi alam itu akan membantu mu dalam hal apapun." kata Meing Ling.


"hmmm, baiklah tapi sekarang kau juga mengganggu waktu tidur ku. jadi bisa kah kita akhiri pembicaraan ini." kata IRO.


"ehh padahal kita belum membicarakan masa depan kita. kenapa kau, owh jadi ini semua gara gara dia ya. dasar kucing pencuri! lihat saja nanti. berani beraninya mencuri IRO ku." kata Meing Ling.


"ya terserah mu. aku sudah gak tahan lagi, ngantuknya setengah mati. jadi kau bisa mengoceh sepuasmu lain kali." kata IRO.


lalu IRO kembali tidur.


pagi hari pun tiba, saatnya IRO berangkat ke akademi.


tapi IRO malah ketiduran padahal dia sudah terlambat.

__ADS_1


"hey IRO cepat bangun! kau sudah telat. hari ini adalah hari ke dua mu di akademi tapi kau malah tidur seperti ini." kata Chiko.


tetapi IRO masih tertidur dan tidak bangun.


lalu Veny datang dan langsung menerobos masuk ke kamar IRO.


"mau sampai kapan tidur! (mengeluarkan aura pembunuh). "kata Veny.


"perasaan ku tidak enak. dan batinku mengatakan bahwa awas nyawamu melayang." pikir IRO.


lalu IRO membuka matanya dan melihat Veny yang sudah siap membunuh nya.


"se, selamat pagi tuan Puteri". kata IRO dengan setengah nyawa.


dan entah kenapa IRO langsung pergi secepat cahaya ke kamar mandi dan mandi.


tak lama kemudian IRO dan Veny berjalan bersama menuju akademi.


murid bangsawan :"mustahil! bagaimana mungkin tuan putri berjalan bersama rakyat jelata itu!".


murid fans club Veny :"siapkan bahan penyantetan, kita akan segera menyantet laki laki itu.


"kenapa semua orang melihati kita? apakah ada yang salah dari pakaian ku?." kata IRO.


dan tiba tiba datang senior dengan wajah geram yang pura pura menyapa tuan putri.


"ehh nona Veny, kebetulan sekali. (basa basi). lalu siapa orang yang bersama nona ini? apakah dia sampah baru yang tidak takut mati." kata senior.


"hei hei dia kan boss para senior. hari ini tamatlah riwayat rakyat jelata itu. apalagi senior itu sudah jelas bahwa dia akan menghajar rakyat jelata itu." kata murid di sekitar mereka.


"aku hanya teman sekelasnya. jadi tidak ada hubungannya denganmu. kami harus masuk sekarang, kalau tidak nanti kami telat." kata IRO.


"cih hanya karena kau sekelas nona Veny, kau berani menentang ku. kalau begitu ku hajar saja langsung." kata senior dan mengumpulkan sihir di tangannya lalu memukul IRO.


tetapi IRO menahan serangannya dengan satu tangan lalu menggenggam erat tangan senior dan meremukkan nya.


"hmmm, kau pikir pukulan seperti itu mempan terhadap ku. biar kuberitahu aku tidak suka orang seperti mu.( menunjukkan aura pembunuh haus darah)." kata IRO yang sudah membuat tangan senior retak.


dan senior itu pun menangis dan pergi.

__ADS_1


"tunggu saja pembalasan dari ku." kata senior.


"mustahil! dia menahan pukulan senior Zheng yang bahkan bisa menghancur kan seperempat batu meteor". kata para murid.


lalu IRO pergi bersama Veny ke kelas.


para murid kelas S terkejut melihat IRO dan Veny berjalan bersama.


"dia apa yang dia lakukan, bahkan dia berjalan bersama nona Veny tanpa rasa bersalah." kata para murid.


"lalu apakah kalian ingin berbuat sesuatu jika aku berjalan bersama nya (mengeluarkan aura monster yang segera mengamuk)." kata IRO.


"owh iya hari ini aku piket sebaiknya kita melakukan bersama agar lebih cepat selesai (basa basi)." kata para murid yang sudah ketakutan.


lalu IRO dan Veny duduk di bangku masing masing. dan seketika guru Vie masuk bersama utusan kerajaan.


"hari ini ada yang ingin dikatakan kerajaan. jadi dengar dan simak baik-baik." kata guru Vie.


"baiklah semuanya, setelah kalian melakukan uji uji itu. jadi saat memutuskan siapa yang akan menjadi pengawal nona Veny, sudah diputuskan oleh kerajaan." kata utusan kerajaan.


"bukannya pemutusan siapa yang menjadi pengawal nona Veny adalah 3 hari lagi?" kata para murid.


"ya memang, tapi tidak lagi. karena kerajaan sudah menemukan orang yang cocok untuk tugas itu. yaitu IRO shikimo." kata utusan kerajaan.


"apa! kenapa harus dia!?. sekian banyaknya murid yang pintar dan berbakat juga keluarga bangsawan,tapi dia yang menjadi pengawal nona Veny." kata para murid.


"hmmm, jadi yang sebenarnya kau katakan semalaman adalah ini ya. harusnya aku shock berat, tapi karena ngantuk aku tidak punya waktu dan tenaga untuk shock." kata IRO.


"hmm, setelah ini jangan pernah terlambat bangun. maka aku tidak akan membunuh mu" kata Veny.


lalu suasana kelas tiba tiba menjadi suram setelah mendengar kata kata itu.


"kenapa hidupku tidak pernah tenang. apakah ada dewa atau dewi yang mencoba hidupku sebagai kelinci percobaan. atau apa adakah takdir yang selalu sial datang padaku. pertama aku mati lalu hidup lagi, kedua aku dihadapkan dengan berbagai cobaan di desa. lalu yang terakhir aku harus menjadi pengawal pribadi seorang tuan putri cantik yang siap membunuh ku kapan saja." kata IRO.


"berhenti lah mengoceh tidak jelas. karena sudah diputuskan, jadi kau boleh membawa barang barang mu dan segera tinggalkan kamar mu itu lalu tinggal lah bersamaku di asrama perempuan dan tepat di dalam kamar ku." kata Veny.


lalu seisi kelas menjadi sangat suram, penuh penderitaan, dan penuh dengan kesengsaraan yang tidak pernah dirasakan.


IRO hanya santai walau sudah tidak ada harapan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2