
intinya adalah planet yang di tempati selama ini merupakan butiran debu jika dibandingkan dengan multisemesta.
"aku tidak ingin raja iblis itu mengganggu junior kami. tapi aku masih harus mengikuti rapat multisemesta, jadi aku tidak punya waktu untuk mengurus nya." kata Mei.
"baiklah, jadi kau ingin aku apa? tapi itu pun tidak gratis".
"kalau kau mau aku akan memberikan sesuatu yang tidak pernah kau miliki sebelumnya." kata Mei.
"benarkah!! apa itu!?" kata IRO bersemangat.
"tubuh ku! tehee" kata Mei.
"kalau begitu aku pulang dulu." kata IRO.
"tidak jangan!! aku hanya bercanda. aku bisa memberi mu apa saja yang kau inginkan." kata Mei.
"hmmm? kalau begitu aku ingin mengetahui ingatan ku sebelum kematian ku." kata IRO dengan serius.
"hehehe, kalau itu kau harus membunuh 5 panglima iblis dulu. karena ingatan mu ditanam di tubuh mereka." kata Mei.
"cih, itu sangat merepotkan. kalau begitu aku minta yang lain." kata IRO.
"kita serasa kacang di sini." kata para Dewa Dewi.
"kalau begitu apa yang kau inginkan?" kata Mei.
"Buah semesta." kata IRO.
Catatan penting : Buah semesta adalah buah yang hanya tumbuh di pohon alam semesta yang berada di rumah Mei dan merupakan harta alam Semesta.
buah ini berfungsi untuk memberi kekuatan tiada batas di tambah kekuatan untuk menundukkan alam semesta yaitu override mode tentunya memiliki efek tambahan kekuatan penghancur yaitu Destroyer yang mampu menghancurkan satu alam semesta dalam satu jentikan.
"tapi, jika kau memakan buah itu dan ternyata buah itu menolak mu maka kau akan mati dan tentu keabadian mu tidak akan berfungsi." kata Mei.
"bukankah buah itu pernah di makan oleh nya? sampai saat ini belum ada seorang Dewa dan Dewi yang mampu menginjakkan kaki di rumput kematian itu." kata salah satu Dewa.
"benar IRO pernah memakannya di saat sebelum dia mati. tapi buah itu semakin kuat dan hanya menginjakkan kaki di rumput tempat pohon dan buah itu maka kaki dan tubuh akan langsung sirna." kata Mei.
"antar aku ke tempat itu, maka aku akan membuktikan keajaiban berpihak pada ku." kata IRO.
__ADS_1
"ehh!?, apa kau yakin? kau tidak akan bereinkarnasi lagi nanti jika kau mati. tapi tenang saja aku akan menjadikan mu Dewa agung setelah kau mati." kata Mei.
"aku tidak perlu itu, karena itu sudah menjadi tugas mu. jika aku mati tenang saja roh ku sekalipun akan tetap mengambil buah itu." kata IRO.
"sebenarnya dari mana kau tahu tentang buah itu? aku belum memberitahu mu tentang itu kan". kata Mei.
"(tentu saja karena aku mendapat kan grimore waktu itu.) rahasia". kata IRO
"baiklah aku sebenarnya ingin melarang mu. tapi rasa cinta ku pada mu melebihi larangan itu, jadi aku akan mengikuti apa pun yang calon suami ku ingin kan." kata Mei tersenyum.
"hmm, aku akan mentraktir mu makan dan minum sepuasmu saat aku kembali." kata IRO.
"aku ingat itu walau sampai author memerintahkan untuk mengakhiri cerita ini." kata Mei lalu membuka gerbang teleportasi ke rumah nya.
"baiklah ayo kita dapatkan buah itu." kata IRO lalu masuk ke gerbang itu.
"tunggu Dewi, bagaimana dengan kami?" kata para Dewa dan Dewi.
"kalian, lanjut bertugas saja. aku mau menemaninya." kata Mei lalu masuk ke gerbang teleportasi.
"kita bahkan tidak di anggap sebagai dewa tertinggi." kata para dewa.
"benar juga, mari kita selesaikan tugas kita agar Dewi agung kita bertambah senang!" kata para Dewa dan Dewi.
"jadi ini yang kau sebut buah itu ya, ini terlihat sangat aneh. warna dan bentuk nya mengikuti warna alam semesta yang di taburi bintang bersinar dan bentuk seperti buah apel saja." kata IRO.
"hmmm? buah ini kan sudah di takdir kan untuk mu. jadi kenapa kau heran seperti itu?" kata Mei.
"bukan kah siapa saja bisa memakannya?" kata IRO.
"ku kira kau sudah tau, saat kelahiran mu di saat yang bersamaan buah ini tumbuh." kata Mei.
"kau mengatakan itu seakan akan kau sudah sangat tua." kata IRO.
"walaupun umur ku lebih dari 100 abad, tapi aku masih tetap cantik." kata Mei.
"berarti aku panggil kau nenek saja gimana?" kata IRO.
"sembarangan! aku lebih suka kau memanggil ku istri, honey, darling atau apa lah hehehe.
__ADS_1
lagi pula kau itu juga berumur 100 abad lebih." kata Mei.
"ternyata aku bereinkarnasi sampai 100 abad lebih ya. aku tetap akan memanggil namamu." kata IRO.
"benar, ini reinkarnasi mu yang ke 15. tapi aku sangat mengharapkan kan kau tidak bereinkarnasi lagi. saat kau mati entah kenapa dadaku terasa sesak dan selalu menangis. itu lah mengapa aku ingin kau menjadi suami ku saja agar kau tidak perlu merasakan penderitaan itu lagi." kata Mei.
"ternyata kau mencintaiku karena kasihan yah. terbongkar juga rahasia besar mu itu. padahal aku sudah bangga memiliki banyak wanita yang menyukai ku. tapi malah hanya dikasihani (dada ku terasa sesak sekarang)." kata IRO.
" kalau itu, aku berani jamin atas nama dan alam semesta. bahwa aku mencintaimu karena benar benar mencintai bukan karena kasihan." kaat Mei.
"aku sedikit lega tapi, aku juga punya orang yang ku cintai." kata IRO.
"tenang saja (tersenyum), di sini saat misalnya kau menikah maka saat kembali ke dunia mu sebenarnya kau belum menikah." kata Mei.
"apa maksudmu?" kata IRO.
"contohnya, di sini kau sudah tidak perjaka tapi saat kau kembali ke dunia atau galaxy mu maka kau masih tetap suci." kata Mei.
"hmmm! jadi begitu sistem di sini. jadi kapan aku akan memakan buah itu, kau terus mengajakku mengobrol." kata IRO.
"ehh, hahahah aku sangat menantikan saat saat sepertinya ini. berdua bersamamu itu sangat menyenangkan." kata Mei.
"(apa aku terlalu menolak nya ya? rasanya aku sangat bersalah membuat nya seperti ini.)" pikir IRO.
"ada apa? kenapa melamun?" kata Mei.
"Mei, aku minta maaf. aku terlalu memikirkan kehidupan ku sampai mengorbankan perasaan mu yang tulus itu." kata IRO dengan wajah memerah.
"ehh!? kenapa tiba tiba kau berkata seperti itu? kau membuat ku malu." kata Mei dengan wajah memerah juga.
"kalau begitu saat aku sudah selesai memakan buah ini. aku berjanji atas nama ku, akan mewujudkan semua yang kau inginkan." kata IRO.
"bukan kah itu terlalu berlebihan. kita sudah lama kenal satu sama lain, tapi baru pertama kali kau mengatakan itu padaku (menangis bahagia)." kata Mei.
lalu IRO memegang dan mencium tangan Mei dan berkata.
"jika kau menginginkan ku. maka akan kuwujudkan itu." kata IRO.
Bersambung
__ADS_1