Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
Taman semesta


__ADS_3

"hahaha baru kali ini aku mendengar kata kata itu seumur hidupku, biasanya Dewa dan Dewi agung tidak akan membandingkan kekuatan mereka dengan Ratu semesta tetapi kau malah membandingkan nya dengan dirimu." kata Mei.


"apa boleh buat, kekuatan Ratu itu sungguh sangat mengerikan kan bahkan aku saja tidak sanggup jika bertarung dengannya satu lawan satu." kata IRO.


"hahaha kau semakin lucu, apa kau benar benar berpikir dapat melawan Ratu semesta dan mengajaknya bertarung." kata Mei.


"memangnya kenapa kalau aku mengajaknya bertarung satu lawan satu, tetapi tentu saja aku tidak akan mau mengajaknya bertarung. aku bisa langsung mati lagi." kata IRO.


"owh ya kudengar dengar Ratu semesta akan memilih satu orang dari seluruh multisemesta sebagai penerusnya dan mengadakan turnamen antar alam semesta." kata Mei.


"jadi apa hubungan nya dengan ku, aku tidak ingin mengambil pekerjaan merepotkan itu." kata IRO.


"padahal kalau kau ikut aku yakin kau akan langsung menang, tapi yasudah lah kau pilih mana menjadi panitia atau wasit?" kata Mei dengan wajah kesal.


"kenapa wajahmu kesal begitu, kalau itu aku akan ikut sebagai wasit saja jadi perwakilan dari multisemesta kita siapa?" kata IRO.


"orang paling kuat dari multisemesta kita adalah kau tetapi kau memilih jadi wasit, orang yang terkuat kedua adalah Ratu iblis jadi kau saja yang menawarkan itu padanya." kata Mei.


"hehe istriku sebenarnya yang terkuat, kalau begitu aku mau kembali dulu ke tempat ku maaf karena merepotkan mu." kata IRO.


"tetapi kau kan baru saja datang kenapa kau langsung pulang, apa kau benar benar tidak ingin disini lebih lama lagi." kata Mei terlihat murung.


"hehehe baiklah sudah lama kita tidak bertemu, kalau begitu ayo jalan jalan ke taman semesta sudah lama tidak jalan jalan ke tempat itu." kata IRO.


"baiklah ini baru IRO ku, ayo pergi sekarang dan habiskan banyak waktu bersama hari ini." kata Mei.


IRO dan Mei pergi keluar rumah dan sampai di taman semesta, tempat para Dewa dan Dewi menikmati indahnya alam semesta.


Catatan penting : Taman semesta adalah tempat dimana semua tumbuhan, binatang, lingkungan, makhluk hidup, dan bintang terindah berkumpul di satu tempat. Tempat nya berada tidak jauh dari rumah Mei hanya sekitar seribu tahun cahaya. Taman semesta juga adalah tempat yang paling indah di seluruh alam semesta.

__ADS_1


"tempat ini tidak terlalu banyak berubah, bahkan tata letak bunga bunganya masih sama dan ditambah bintang yang sangat indah." kata IRO.


"benar apalagi wangi bunganya juga sangat memanjakan hidung, ini tempat terbaik." kata Mei.


"bagaimana kalau kita bermain sebuah permainan, caranya kita hanya perlu melempar satu planet tidak berpenghuni. yang paling jauh dia yang menang bagaimana?" kata IRO.


"owh tentu saja aku yang sekarang adalah Dewi agung jadi tidak akan kalah darimu, lalu apa hadiah bagi yang menang?" kata Mei.


"yang menang akan mendapatkan satu permintaan dari yang kalah, terkecuali meminta dinikahi atau semacamnya." kata IRO sambil tertawa.


"ehh dasar tidak adil, tapi baiklah kalau aku menang aku akan meminta sesuatu yang sangat besar." kata Mei.


"kalau begitu aku ambil planet yang paling besar itu untuk ku lempar." kata IRO mengarah kan tangan nya ke planet yang besarnya setara dengan matahari.


"aku akan ambil juga yang berada di sampingnya itu juga sama besarnya dengan milikmu." kata Mei mengarah kan jarinya ke arah planet terbesar disampingnya planet pilihan IRO.


"siapa yang pertama melempar? yang ku ingat saat dulu wanita harus pertama yang melempar." kata IRO.


Mei memutar planet itu lalu langsung melempar nya dengan kekuatan penuh. jarak yang di capai Mei adalah sejauh lima ratus ribu tahun cahaya jauhnya.


"hahaha, mungkin aku akan menang karena kejauhan nya sampai Lima ratus ribu tahun cahaya." kata Mei berlagak sombong.


IRO memutar planet nya dan mengaktifkan mata merahnya seketika seluruh bintang mulai menyinari IRO, IRO melempar planet nya dengan satu tangan. jarak yang di capai IRO adalah enam ratus ribu tahun cahaya jauhnya.


"ahk seperti nya pertandingan kali ini aku yang menang, jarak planet ku adalah sejauh enam ratus ribu tahun cahaya." kata IRO.


"sial padahal jelas-jelas tadi aku bisa menang darinya, IRO benar benar sangat kuat." kata Mei dengan pasrah.


"apa apaan kekuatan gila dari mereka berdua, terutama yang pria itu. dia dapat mengalahkan Dewi agung dalam hal melempar planet." kata beberapa Dewa.

__ADS_1


"baiklah Mei aku sudah menang saatnya memberikan hadiah kepada ku, jangan mencoba untuk kabur." kata IRO.


"aku tidak akan kabur, katakan saja apa yang kau inginkan aku pasti bisa mewujudkan nya." kata Mei.


"kalau begitu aku meminta pedang ku yang tersegel kembali padaku, sudah lama tidak memegang pedang ku itu." kata IRO.


"ehh apa kau yakin? pedang mu itu disegel karena terlalu kuat kan, bahkan Ratu semesta sedikit kesulitan menanganinya." kata Mei.


"benar, tetapi jika aku melepaskan kekuatan ku hingga 100 persen dan tidak menahan nya lagi maka mengayunkan nya bagaikan mengayunkan pedang biasa." kata IRO.


"baiklah akan kuberikan padamu tapi jangan melepaskan segel nya dulu, tunggu sampai ada lawan yang membuat mu kewalahan saja dan lepas." kata Mei.


"apa kau yakin ada lawan yang bisa membuat ku kewalahan saat bertarung, aku sangat tidak yakin dengan itu." kata IRO.


"benar juga, ya sudah ikuti saja kata kata ku barusan maka akan kuberikan padamu." kata Mei.


"baik lalu seperti nya aku harus segera kembali juga, ada sedikit masalah di planet ku." kata IRO sambil tersenyum.


Mei memberi pedang IRO yang masih tersegel dan ditutupi sarung pedang yang kuat. IRO mengambil nya dan memasukkan nya ke penyimpanan lubang hitam.


"apa kau akan pergi padahal kita masih sebentar mainnya, kau sedikit tidak adil." kata Mei.


"tenang saja, saat aku benar benar jauh dari kata repot maka aku akan langsung kesini." kata IRO.


"terimakasih juga karena sudah menepati janji mu untuk menangani Raja iblis, aku akan menunggu mu ya saat rapat multisemesta." kata Mei.


"ya tunggu saja aku pasti akan datang dan menemani mu, sampai bertemu lagi Mei." kata IRO.


IRO langsung berteleportasi ke planet nya dan tepat di kamar mandi istana. Karen menyadari itu dan segera ke kamar mandi.

__ADS_1


IRO mematikan mata merahnya dan segera membuka pintu. Karen menyambut kedatangan IRO dan segera masuk ke pikiran IRO lagi.


BERSAMBUNG


__ADS_2