
Ran mendengar percakapan mereka dan terdiam sejenak.
"tapi kak, aku belum siap untuk menikah! terlebih lagi aku ingin melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi." kata Veny.
"apa yang kau pikirkan, aku juga sebenarnya tidak ingin memaksamu dalam hal ini. tapi tunangan mu mengancam keluarga kita, ayah sudah tidak ada dan dia meninggalkan hutang yaitu menikah kan mu. ibu kita sibuk mengurus bisnisnya, hanya kau harapan kehidupan kita." kata kakak Veny memeluk Veny.
"jadi senior terpaksa menikah karena hutang ayah nya ya, sial ini bukan waktu yang tepat untuk melamar nya. aku harus membantu senior menuntaskan masalah nya, lalu ambil kesempatan hehe." pikir Ran.
Ran pergi kembali kerumahnya dan tidak jadi melamar Veny untuk sementara. lalu Ran meminta bantuan dari IRO untuk membantu nya. Ran mengajak IRO ke rumah nya untuk membahas ini. setelah 50 menit IRO tiba di rumah Ran.
"jadi apa yang ingin kau katakan, padahal aku baru selesai mandi. kalau hanya hal yang tidak penting, aku mau pulang saja mengurus kakak ku yang cerewet dulu." kata IRO.
"tidak tunggu dulu, ini sesuatu yang penting. hidupku bergantung pada rencana kita ini." kata Ran.
Ran menjelaskan semuanya yang dia dengar kepada IRO. IRO mulai tertawa mendengar hal itu.
"hahaha yang benar saja, lamaran mu gagal bahkan sebelum kau beraksi. jadi apa yang kau inginkan dari ku?" kata IRO.
"aku punya rencana, nanti malam aku akan menjemputmu ke rumahmu. lalu kita akan kerumah Veny, saat tunangan nya melamar Veny aku akan menculiknya dan membawa kabur. kau bersiap siap setelah itu, aku akan membawa Veny pergi dari kota ini." kata Ran.
"jadi apa gunanya aku ikut? kau bisa mengatasinya sendiri, jangan libatkan aku! dasar bucin." kata IRO.
"tunggu dulu, kita kan sudah lama berteman. jadi tolong pinjamkan uang untuk kami, aku ingin menghidupi Veny di luar kota. lagipula aku sudah lama hidup sendiri, jadi aku tidak punya keluarga untuk membantu." kata Ran.
"hadeh kau sangat merepotkan, setelah kalian di luar kota jangan lupa hubungi aku ya. aku akan membantu jika aku bisa." kata IRO.
"hahaha, kau memang yang terbaik. tidak sia sia aku menjadi teman mu, lalu semoga rencana kita ini berhasil." kata Ran.
__ADS_1
IRO pun pulang kerumahnya, Ran menyiapkan mobil untuk pergi. malam hari pun tiba, Ran menjemput IRO di rumahnya. Ran sudah tiba di rumah IRO hanya dalam 20 menit karena sangat bersemangat. IRO keluar dari rumah dan sudah minta izin pada kakaknya.
"rumah mu sangat besar ya, pantas saja kau betah tinggal di rumah seharian. ayo cepat naik, lalu apa apaan wajah tampan dan jas keren mu itu!? kau ingin pergi ke pernikahan?" kata Ran.
"diamlah, kakak ku berpikir aku ingin jalan bersama wanita. jadi dia yang memilih langsung pakaian ku. ini semua karena kau!" kata IRO.
"hahaha, ayolah anggap saja kau pergi ke pernikahan ku. dan kenapa kau daritadi tidak masuk? kita harus cepat." kata Ran.
"aku punya mobil sendiri, kau tunjukkan saja jalannya aku akan mengikuti mu dari belakang." kata IRO.
"sungguh anak orang kaya, ya sudah aku akan tunjukkan jalannya. itupun kalau kau bisa mengikuti kecepatan ku hehe." kata Ran.
Ran tancap gas langsung ke jalan. IRO memanggil mobilnya dan segera berangkat.
"terbukalah, siapkan pengaman berkendara. tambahkan kecepatan saat berkendara di jalan juga." kata IRO.
dalam sebentar IRO sudah sampai di samping Ran.
"waduh, apa apaan lagi mobil mewah kelas tinggi ini. body yang sudah di modifikasi sangat luar biasa, mobil ini bersinar sekali." kata Ran.
Ran tiba di luan di rumah Veny, Ran memarkirkan mobil dan langsung menyusup ke rumah Veny. IRO baru tiba langsung memarkirkan mobilnya. Ran pergi ke kamar Veny melalui jendela dan memasukinya.
IRO menunggu di dalam mobil, Veny sedang di dandan cantik oleh kakaknya. Ran menyadari nya dan segera bersembunyi di dalam lemari.
"sial, kenapa ada kepala sekolah di sini. aku harus bersembunyi sampai mereka selesai." kata Ran.
kemudian datang lah segerombolan mobil mewah, di antaranya ada anak pejabat tinggi yang akan melamar Veny. IRO segera masuk ke dalam mobil untuk melihat, dan sekarang masalah tambah kacau. IRO menggunakan kemampuan nya untuk memberi sedikit kekacauan pada gerombolan mobil itu agar dapat mengulur waktu pada Ran. tiba tiba ada kawanan anjing yang lewat dari depan mobil, di tambah burung burung menghalangi pandangan mereka.
__ADS_1
"ini mungkin tidak seberapa, tapi seharusnya cukup untuk menahan mereka walau hanya sebentar. sekarang tergantung pada Ran." kata IRO.
Ran yang sedang memantau kepala sekolah atau kakak Veny sudah mulai bosan.
"kenapa setiap wanita dandan nya sangat lama, apa yang mereka lakukan hingga sangat lama. ini sebuah misteri yang belum terpecahkan selama ratusan abad." kata Ran.
akhirnya Veny selesai berdandan, Veny sangat cantik saat itu. kemudian kakak Veny meninggalkan nya sebentar untuk menyambut tunangan Veny. Ran segera keluar saat keadaan sudah aman, Ran langsung menarik tangan Veny.
"kau! apa yang kau lakukan disini, dan kenapa kau menarik narik ku. lepaskan tanganku lalu jelaskan apa yang kau inginkan." kata Veny.
"kita tidak punya banyak waktu, kau tidak menyukai tunangan mu kan! kalau begitu lebih baik kau lari dari sini bersamaku senior." kata Ran.
"aku juga ingin seperti itu tapi, aku tidak bisa mengkhianati keluarga ku. sebaiknya juga kau cepat pergi dari sini, akan jadi masalah besar jika kau berada di sini terus." kata Veny.
tunangan Veny pun sudah datang. IRO tidak mungkin melakukan hal yang lebih dari memperlambat mereka. IRO diam diam masuk juga ke kamar Veny, tapi dengan tembus pandang.
"apa apaan Ran ini, bukannya sudah saat nya pergi. mereka malah berdebat sendiri, sial aku harus bagaimana lagi." pikir IRO.
tunangan Veny menyapa seluruh keluarga Veny. tunangan nya akhirnya bertanya di mana sekarang Veny berada.
"maaf, sebentar lagi Veny pasti akan tiba di sini. mungkin dia sedikit gugup terhadap hal ini, hehehe." kata kakak Veny.
"baiklah, aku akan menunggu selama 5 menit. jika belum sampai, aku akan menemui nya langsung." kata tunangan Veny.
kakak Veny langsung menuju ke kamar Veny, dan akhirnya melihat Ran yang sedang menarik narik tangan Veny. kakak Veny mulai marah, dan keributan pun terjadi.
Bersambung
__ADS_1