
dan tiba tiba keluar suara dari lubang bekas tendangan tadi, seperti suara amarah.
"beraninya kau menendang ku! akan kuhancurkan kan kau!" kata panglima iblis beelzebub.
"kau terlalu lemah. hanya satu serangan kau sudah sekarat begitu, apakah panglima iblis itu selemah ini?" kata IRO.
lalu langit berubah menjadi gelap. aura kegelapan memenuhi lubang besar itu, di tambah panglima iblis beelzebub sudah marah besar.
"hahahah, manusia lemah seperti mu tidak akan dapat mengalahkan ku." kata panglima iblis beelzebub.
"owh ya? mari kita lihat selemah apa kau itu" kata IRO.
panglima iblis beelzebub membuat sihir besar yaitu sihir black hole yang menghisap apa saja yang mendekati nya.
"aku tidak menyangka kau memojokkan ku untuk memakai sihir tingkat tinggi ini. rasakan lah ini" kata panglima iblis beelzebub sambil mengarahkan nya ke IRO.
"cih, sihir ini memang merepotkan. tapi, jika black hole ini di balas dengan serangan yang kekuatan nya melebihi cahaya bukan lah tandingan black hole itu sendiri." kata IRO yang mengumpulkan tenaga cahaya matahari pada satu titik lalu mengarahkan pada black hole.
seketika terjadilah dentuman besar di antara ke dua serangan itu.
"hahahah, sudah kuduga ini bukan lah apa apa". kata IRO.
"kau dapat melenyapkan black hole ku! berarti kau bukan manusia biasa" kata panglima iblis beelzebub.
"baiklah saatnya aku menyerang balik. semoga kau tidak mati ya." kata IRO yang membuat sekumpulan petir penembus langit gelap.
dan menembakkan nya ke panglima iblis beelzebub.
"(dia bahkan bisa membuat petir!?, jadi inikah kekuatan yang sudah lama hilang itu.)" pikir panglima iblis beelzebub yang menahan serangan IRO tetapi hampir mati.
"hohoho, kau sudah bau gosong, sebaiknya kau pulang lalu mandi dulu." kata IRO.
semua orang tertawa di buat IRO.
"hahaha, IRO ini bahkan sempat mengejek seorang panglima iblis pada saat bertarung" kata Sinta.
"beraninya kau mengejek ku, aku tidak peduli lagi. rasakan ini" kata panglima iblis beelzebub yang mengeluarkan tombak kegelapan dan melemparkannya ke IRO.
__ADS_1
Catatan penting : tombak yang di lempar oleh panglima iblis beelzebub adalah tombak yang bernama spear of contempt yang dulu di buat dengan mengumpulkan kejahatan dan darah penghuni iblis di neraka. spear of contempt dapat menghancurkan satu negara, atau bisa di bilang harta neraka.
"matilah kau kali ini" kata panglima iblis beelzebub.
"baiklah kita akhiri di sini saja ya. aku juga punya seperti itu, tapi bedanya ini pedang dari langit. perhatikan baik baik, senjata siapa yang terkuat" kata IRO yang mengarahkan tangannya lalu mengucapkan nama pedang itu.
Catatan penting : senjata yang di maksud IRO adalah sky sword yang dapat melenyapkan apa saja yang mengenainya dan selalu turun dari langit. sky sword dapat di gunakan hanya sekali dalam sehari dan merupakan senjata ilahi yang turun dari langit atau bisa dibilang pedang dewa kegelapan. tapi kalau IRO yang menggunakan nya, maka dapat di gunakan berkali kali tanpa batas.
"selamat tinggal, panglima iblis beelzebub". kata IRO.
lalu sky sword membelah spear of contempt menjadi dua dan menembus badan panglima iblis beelzebub lalu lenyap.
"tidak mungkin!!" kata panglima iblis beelzebub lalu menghilang.
"hahahaha, padahal aku belum selesai bermain main. tapi, ya sudah lah panglima iblis itu memang lemah semua." kata IRO.
"apa kah dia ini IRO? ada yang aneh darinya." kata Karin.
lalu keluar lah cahaya dari bekas hilangnya panglima iblis beelzebub lalu mengarah ke IRO.
"apa ini!? agghhh! ini,ini ingatanku sebelumnya".
IRO mengingat kehidupan nya sebelum mati. dia berdiri di sebuah alam dewa dan semua dewa tertinggi di bunuh olehnya. lalu IRO mendapatkan gelar baru saat itu, yaitu supreme god slayer.
"owh, jadi dia mendapatkan ingatan nya setelah membunuh panglima iblis beelzebub." kata Veny.
"apa yang terjadi pada mu? apa kau tidak apa-apa?" kata Karin.
"tadi kau berteriak tidak jelas, apa sebenarnya yang terjadi?" kata Sinta.
"sudah lah aku tidak apa apa. yang tadi itu hanya sebuah hadiah. daripada sebaiknya pikirkan dulu kerusakan desa mu ini." kata IRO.
IRO terbang ke arah Veny.
__ADS_1
"hei, kau mau kemana? padahal kau belajar menjelaskan apa yang terjadi." kata Karin.
"sudahlah ayo kita bantu dulu mereka yang terkena serangan tadi." kata Sinta.
"tuan putri maaf membuat mu lama menunggu. tak ku sangka dia mengeluarkan senjata yang kuat, jadi aku harus menyelesaikan nya terlebih dahulu." kata IRO.
"sudahlah kali ini ku maafkan kau (tersenyum)." kata Veny lalu duduk di sebuah kursi.
"(tuan putri tersenyum lagi, sial dia sangat cantik!)" pikir IRO.
"IRO ayo kita minum teh dulu. kau pasti sedikit kelelahan karena masalah tanpa henti ini" kata Veny.
"baiklah (tersenyum) kalau begitu aku ingin bertanya sesuatu." kata IRO.
"tanya apa? silahkan saja, asal jangan menanyakan warna ****** ku. maka kau akan mati di tempat" kata Veny sambil menuangkan teh nya.
"aku tidak ingin menanyakan itu. (sial bagaimana dia bisa baca pikiran ku). dimana sekarang ibu mu, lebih baik kita menemui nya dulu." kata IRO.
"dia mengatakan bahwa dia berada di negara elyxis, negara itu adalah negara paling kaya karena sumber daya elixir yang melimpah" kata Veny.
"negara elyxis? kalau tidak salah itu negara yang memiliki banyak jenis elixir bagus dan negara yang jauh dari sini." kata IRO.
"ehh, ternyata kau mendengar kan pelajaran yang diberikan ibu Evie ya. padahal saat guru lain mengajar kau hanya tidur saja." kata Veny.
"heheheh, itu karena ibu Evie sangat baik padaku. kalau begitu kita butuh waktu untuk kesana ya." kata IRO.
"memangnya ada perlu apa dengan ibu ku? kalian belum Pernah bertemu sebelumnya kan." kata Veny.
"benar, tapi aku ingin memastikan sesuatu dulu saja. (saat aku melepas segel grimore itu, aku tidak sengaja melihat penerjemah nya. yaitu Erika wallenblood). aku hanya ingin menanya kan beberapa hal saja." kata IRO
"owh, jadi selanjut nya kita harus apa. apakah kita akan pergi langsung ke sana?" kata Veny.
"(kami sudah sampai di sini baru saja. jadi lebih baik perginya lain kali saja.) kalau begitu pertama akan ku kenalkan tuan putri dulu kepada dua temanku." kata IRO.
"aku belum bilang ya. (mengelus kepala IRO) panggil nama ku saja. aku tidak suka mendengar kata itu dari mu langsung." kata Veny.
"ehh, baik baiklah Veny (gugup). bukan kah ini terlalu dekat." kata IRO dengan wajah yang memerah karena Veny terlalu dekat dengannya.
__ADS_1
Bersambung