Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
perjuangan pangeran yang sia sia


__ADS_3

"padahal waktu itu curhatan nya kepada ku lebih panjang dari ini. baiklah, yang sudah ku pastikan adalah orang yang sebenarnya membatasi kekuatan nya pada saat dulu yaitu


Ratu iblis." kata Lily.


"ratu iblis, siapa dia itu? darimana kau dapat informasi itu. lagipula aku tidak pernah dengar bahwa selain raja iblis masih ada ratu iblis." kata Mei.


"bisa dibilang ratu iblis ini lebih berkuasa di banding raja iblis, saat tuan ku membunuh panglima iblis satan tuanku mendapat ingatannya. dulu ratu iblis adalah istri dari tuan ku." kata Lily.


tiba tiba dinding kamar Mei jadi retak, vas bunga pecah, aura menyeramkan keluar dari Mei.


"apa kau bilang!? IRO pernah menikahi ratu iblis! apa kau yakin ingatan IRO itu tidak salah." kata Mei mengeluarkan aura seram.


"benar, terlebih lagi mereka saling mencintai satu sama lain seakan akan dunia hanya milik mereka berdua." kata Lily memanaskan suasana.


"apa kau tahu kenapa IRO menikahi nya! kalau hanya karena kecantikan atau kekuasaan aku tidak akan kalah." kata Mei.


"hmm, kelihatan nya dulu tuan ku benar benar mencintai ratu iblis. kalau tidak salah ratu iblis itu juga sudah mati dan bereinkarnasi lagi, tapi sangat susah mencari dia yang sekarang. jadi kau tidak perlu mencari nya untuk balas dendam." kata Lily dengan bercanda.


"kalau begitu aku tidak akan biarkan IRO bertemu dia lagi, sekarang yang ada di sisinya hanya aku hahaha." kata Mei.


"tidak, masih ada nona Karin, Sinta, guru Vie, Karen dan yang paling berbahaya adalah nona Veny. jadi kau punya enam saingan di tambah ratu iblis menjadi tujuh, sebaiknya berusaha lah untuk menjaganya." kata Lily.


"mau sebanyak apapun saingan ku, atau bahkan aku rela menjadi istrinya yang kedelapan aku tidak perduli. asalkan bisa terus bersamanya aku sudah sangat senang." kata Mei sambil mengelus kepala IRO.


"kau memang saingan berat bagi mereka juga, tapi daripada bahas ini terus tuan ku kenapa kau tidak mau bangun. daritadi kau hanya mendengar kami saja." kata Lily.


"ehh, apa yang kau katakan? IRO masih belum bangun. lihat lah dia masih menutup matanya." kata Mei.


"tidak, tuan ku sudah bangun sepuluh menit yang lalu. dia berpura pura mungkin ingin terus mendengarkan kata kata mu." kata Lily.

__ADS_1


"hahahah Karena kita punya hubungan jadi kau bisa mengetahui aku yang berpura pura ya, padahal aku sudah mengelabui Mei yang bahkan Dewi agung sekalipun." kata IRO.


"IRO! ternyata kau sudah bangun. padahal aku ingin kau lebih lama tidurnya agar aku bisa menyentuh mu terus, dan apa maksud kata kata mu tadi." kata Mei.


"entahlah rasanya menyenangkan mengetahui rahasia perempuan. lalu, kenapa kau juga kelihatan kesal." kata IRO.


"hmph, tidak ada! aku hanya kalah bermain game saja dengan pet mu ini. daripada itu apa kau tidak apa apa?" kata Mei.


"ya, aku sudah lebih baik dari sebelumnya. owh ya Lily lama tidak bertemu, maaf aku jarang memanggil mu." kata IRO.


"apa yang tuan katakan, aku senang tuan bisa mengatasi segala masalah tuan dengan sendiri nya." kata Lily.


"aku ingin pergi dulu ke penginapan dan minta maaf pada Veny dulu, aku rasa aku mengatakan hal yang membuat nya marah padaku." kata IRO.


"padahal kau baru saja tiba di sini, kenapa kau langsung mau pulang? kau menyebalkan." kata Mei.


"kau bilang apa lagi, aku melakukan ini semua untukmu. membunuh raja iblis dan panglimanya itu sangat merepotkan." kata IRO.


"keadaan selalu tidak mendukung, aku kan sudah berjanji pada mu untuk melakukan apa yang kau inginkan. senang senangnya lain kali saja." kata IRO.


"aku akan selalu menunggu mu, pergilah aku juga ingin beristirahat. rapat multisemesta itu sangat melelahkan." kata Mei.


"hahaha, tidur lah dan mimpi indah. suatu hari nanti kau akan mengerti kenapa aku selalu tidak ingin kau terlibat dalam hidup ku." kata IRO.


Karen kemudian membuka gerbang teleportasi. Mei pura pura tidak mendengar kan kata kata IRO, padahal Mei sebenarnya sangat senang dan tersipu malu.


Lily dan IRO masuk ke gerbang teleportasi, mereka langsung sampai di depan penginapan. IRO bertanya kepada pemilik penginapan, pemilik penginapan mengatakan bahwa Veny sudah pergi ke dungeon.


"sudah kuduga dia masih di dungeon bersama guild nya itu. rasanya sedikit gugup untuk minta maaf pada nya." kata IRO.

__ADS_1


"jadi apakah kita langsung kesana tuan? atau apakah kita harus menunggu nya dulu di sini." kata Lily.


"tumben sekali kau keluar dan membantu ku, menurut ku lebih baik kita ikuti dia saja. dan jangan sampai ketahuan olehnya, aku ingin tahu seberapa kuat guild pangeran itu." kata IRO.


"baik tuan, lalu apakah kita harus terbang untuk mengawasi nya? atau melakukan cara lain." kata Lily.


"kita terbang saja karena akan lebih mudah mengawasi nya dari atas, ngomong ngomong kau bisa terbang kan?" kata IRO.


"tentu saja tuan, aku kan Dewi alam. tapi kalau tuan mau tuan bisa gendong aku kok". kata Lily menggoda IRO.


"ahh itu dapat menimbulkan masalah besar, kalau begitu di sini masih ramai. ayo kita pergi ke tempat yang aman dulu." kata IRO.


lalu IRO dan Lily teleportasi ke atas langit dan terbang ke dungeon. IRO dan Lily menuju ke tempat guild pangeran, IRO dan Lily terbang diatas awan sehingga tidak ada orang yang melihat mereka dari bawah. IRO mulai mendeteksi keberadaan Veny, IRO mendapatkan lokasi Veny yang berada di bagian monster tingkat tinggi.


"sepertinya mereka dalam masalah ya, hahaha guild pangeran memang tidak berguna melawan monster lemah itu." kata IRO.


situasi di guild pangeran memang tidak menguntungkan, ditambah Veny yang tidak dibolehkan bertarung oleh pangeran hanya karena ingin menunjukkan kekuatan nya.


"tenang saja Dewi ku, aku pasti akan membunuh monster ini dan menghadiahkan permata yang ada di perutnya untuk mu." kata pangeran yang sudah terluka parah.


"pangeran! sebaiknya kita mundur saja, monster ini bukan tandingan guild kita." kata teman pangeran.


"diamlah! aku berjanji pada Dewi ku ini, bahwa aku akan menghadiahkannya permata dari perut naga ini." kata pangeran.


"gawat, jika kita tetap melawan nyawa kita semua akan melayang begitu saja." kata beberapa orang.


Veny hanya diam sambil makan permen kapas dan tidak memperdulikan pangeran.


IRO melihat keadaan mereka semua dan tertawa.

__ADS_1


"kasihan juga pangeran yang sudah mati Matian berjuang demi memberikan Veny permata untuk mendapatkan hatinya. tapi dia tidak tahu bahwa Veny itu tidak tertarik dengan hal hal yang membosankan itu." kata IRO.


Bersambung


__ADS_2