
"seperti nya aku terlalu banyak makan tadi pagi" kata Veny.
"hei hei, bukankah mereka terlihat akrab?
itu membuat ku sangat jengkel! padahal dia hanya rakyat jelata, tapi berani berbicara pada putri kerajaan! baiklah mari kita beri dia pelajaran". kata para murid.
"baiklah karena IRO sudah memenuhi pengujian ini dan bahkan dapat mengalahkan nona Veny, jadi dia dianggap lulus dan menjadi salah satu dari kalian." kata guru pembimbing.
"cih! tak ku sangka ada rakyat jelata yang berani bersekolah di sini dan bahkan membuat ku jengkel" kata para murid.
"baiklah kita istirahat selama 20 menit jadi, gunakan waktu kalian sebaik baiknya, karena sebentar lagi kita akan melakukan ujian summon pet." kata guru pembimbing.
"baik!" kata seluruh murid.
lalu seluruh murid pun pergi ke kantin dan beristirahat.sedangkan IRO lupa bahwa dia tidak punya uang.dan akhirnya Veny melihat IRO yang sendirian duduk di bangku penonton mulai bertanya.
"apa kau tidak pergi ke kantin dengan yang lainnya?" kata Veny.
"eh, hehehehe aku lupa membawa uang, jadi aku tidak dapat makan siang." kata IRO.
"Hmmm uang? kau tidak tahu ya, disini itu tidak perlu uang. kau hanya perlu menukar nilai yang diberikan untuk berbelanja." kata Veny.
"ehh, benarkah? jadi bagaimana cara melakukan nya. apakah aku harus meminta pada guru untuk menukar nilai ku?" kata IRO.
"kau ini bodoh ya? gunakan sihir mu untuk melihat nilai mu! caranya dengan mengatakan sihirnya yaitu program." kata Veny.
"kau memanggilku bodoh tapi aku dapat mengalahkan mu. itu aneh, lalu aku hanya perlu mengatakan program kan?" kata IRO.
"ya tergantung jika kau memiliki sihir yang banyak, kau dapat menukar nya menjadi nilai dengan mengatakan change's to points. dan dengan itu kau tidak perlu mati kelaparan." kata Veny.
"baiklah aku harus mencoba nya.
program" kata IRO.
lalu keluar lah angka yang menunjukkan nilai IRO saat ini.
"hmmm, jadi nilai yang diberikan oleh guru pembimbing tadi adalah 600 dan nilai bonus ku 200 jadi totalnya 800." kata IRO.
"kalau begitu coba saja tukar ke kantin." kata Veny.
"hmmm, bagaimana cara melihat seberapa besar sihir kita?" kata IRO.
"kau ini memang tidak tahu apa apa ya.
kau bisa melihat seberapa besar sihir mu itu dengan bercermin ke cermin sihir. tapi kau bisa melihat seperempat sihirmu dengan mengatakan check" kata Veny.
__ADS_1
"jadi aku tidak bisa melihat seluruh sihir ku sekaligus ya? dan jika bisa itu hanya bercermin?. aneh sekali, tapi ada baiknya aku juga melihat seperempat sihirku."kata IRO.
"hmm aku juga sedikit penasaran seberapa besar sihir mu tapi, lebih baik aku memberi contoh dulu check" kata Veny.
lalu keluarlah angka yang berjumlah 500.
"woah, 500 ini hanya seperempat sihirmu.
tak ku sangka kau memiliki sihir yang besar." kata IRO.
"itu wajar saja, karena aku keluarga kerajaan. dan sebaiknya kau cepat mencoba nya karena sebentar lagi waktu istirahat akan selesai." kata Veny.
"baiklah mari kita coba.
check." kata IRO.
lalu keluar lah yang bukan angka malah seperti 999 itu.
"hah apa ini? apa ini angka, atau apa?". kata IRO.
"hmmm, aku tidak pernah melihat ini sebelumnya. ini seperti angka nol, tapi angka nol itu bulat dan hanya akan ada satu. tapi ini berbentuk persegi dan ada tiga." kata Veny.
"jadi aku tidak bisa melihat sihirku ya? kalau begitu aku mau coba tukar aja dulu ke nilai." kata IRO.
"terserah mu..." kata Veny.
lalu keluar lah angka yang berjumlah
999999999.
"hah ini nilai ku ya?" kata IRO.
"mustahil! aku juga belum pernah melihat yang seperti ini. apa sebenarnya ini dan siapa kau sebenarnya." kata Veny.
"ehh, bukankah sudah kuberitahu tentang diriku? lagipula dengan begini aku bisa ke kantin sepuasnya." kata IRO.
"kau menunjukkan sesuatu yang baru kali ini pernah ada. tapi tetap saja kau harus menggunakan nya dengan baik, karena kalau tidak akan ku bunuh kau." kata Veny.
"ehh (menelan ludah) baiklah,kalau begitu ayo ke kantin." kata IRO.
"tidak perlu, aku bawa bekal sendiri.
kau pergi saja sendiri" kata Veny.
"hei kejamnya, aku juga mau kalau begitu.
__ADS_1
apa kau keberatan membagi sedikit makanan padaku?" kata IRO.
"kau kan punya banyak nilai jadi, untuk apa aku membagi bekal ku padamu." kata IRO.
"hahahaha itu karena aku tidak tahu kantin di mana dan juga tidak punya teman yang akan membantu ku." kata IRO.
"kau ini bikin kesal saja! baiklah kali ini aku akan membaginya dengan mu, jadi tunggu lah disini." kata Veny.
"hohoho, tentu tuan putri". kata IRO.
lalu Veny mengambil bekalnya dan membawanya ke tempat IRO.
"ini, silahkan dimakan. dan ingat jangan beritahu siapa siapa, karena jika ada yang tahu kau akan kena masalah besar." kata IRO.
"baiklah, kelihatan nya sangat enak dan baunya wangi membuat ku lapar. selamat makan." kata IRO.
"kau tidak mendengar kata kata ku ya. hah yasudah lah, yang penting aku sudah memperingatkan mu." kata Veny.
lalu IRO dan Veny makan bersama.
"hei tuan putri, apa kau yang membuat bekal ini?" kata IRO.
"iya, emangnya kenapa? tidak enak? kalau begitu jangan makan lagi." kata Veny.
"bukan begitu, hanya saja ini sangat enak dan mengingatkan ku terhadap masakan ibu ku, sampai sampai aku ingin menangis." kata IRO.
"baiklah baiklah. ku terima pujian mu itu, jadi jangan menangis kau ini laki laki.
kalau kau mau aku tidak keberatan membuat mu bekal." kata Veny.
"benarkah, kalau begitu aku akan sangat terbantu. jadi apa yang kau inginkan sebagai imbalannya." kata IRO.
"heh kau sudah tau ya, kalau begitu langsung ke intinya. datang lah nanti malam ke kamar ku, ada sesuatu yang ingin ku beritahu." kata Veny.
"hah? bukannya kita beda asrama, dan kau berada di asrama perempuan. juga akan jadi masalah jika seorang pria datang ke asrama wanita di malam hari, terlebih lagi dia seorang tuan putri keluarga kerajaan." kata IRO.
"itu bukan urusanku. yang penting kau harus datang, jika tidak aku akan beritahu ke raja bahwa kau menghamiliku." kata Veny.
"haa! sejak kapan aku menghamilimu. baiklah aku akan datang." kata IRO.
lalu waktu istirahat pun selesai, dan saatnya seluruh murid untuk melaksanakan uji summon pet.
"baiklah semuanya segera berkumpul! kita akan memulai uji summon pet!." kata guru pembimbing.
"baik!" kata para murid.
__ADS_1
Bersambung