Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
Pulih kembali


__ADS_3

"sudah tidak apa apa, kau kenapa menjadi manja seperti ini kau memelukku terlalu erat tenang saja aku tidak akan kemana mana." kata Veny.


"benar saat ini semuanya sudah kembali seperti semula, tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita. bahkan jika seluruh alam semesta adalah lawanku, aku tidak akan membiarkan mu terluka seperti dulu lagi." kata IRO.


"hmm tentu saja, tapi kita tidak berada di bumi lagi jadi sekarang aku akan mengikuti mu juga kemanapun kau pergi." kata Veny.


IRO tidak tahan lagi dan langsung tancap gas, IRO mencium Veny dan tidak membiarkan Veny lepas dari ciumannya. Veny sama sekali tidak keberatan, dan malah membiarkan IRO berbuat sesukanya.


"mau sampai kapan kau terus menciumi ku, mereka semua menunggu kita keluar kau bisa lanjutkan nanti saja." kata Veny.


"tapi aku belum beraksi sama sekali, aku sudah lama menunggu ini." kata IRO dengan wajah dikasihani.


"aku bilang nanti ya nanti, ayo keluar jangan membuat mereka menunggu lebih lama." kata Veny sambil memperbaiki pakaiannya.


saat Veny membuka pintu semua orang benar benar menunggu di luar.


"kenapa kancing baju mu terbuka? apa kau kepanasan, padahal di sini lumayan sejuk." kata putri Sofia.


"sial dia langsung menanyakan intinya, apa yang harus kukatakan saat ini." pikir IRO yang sudah di depan pintu.


"ahh mungkin tadi dikamar benar benar panas, kamar ini tidak terlalu banyak fentilasinya." kata Raja mencoba menyelamatkan IRO.


"kerja bagus Raja aku berutang Budi padamu, terimakasih banyak." pikir IRO yang sudah terselamatkan.


"Baiklah kalau begitu ayo pergi sesuai perkataan mu tadi, Veny juga boleh ikut bersama." kata putri Sofia.


"tentu tapi sepertinya ada sesuatu yang terlewat kan, owh ya dimana Vie aku tidak melihatnya sampai sekarang." kata IRO.


"aku lupa, dia masih tertidur di dalam hutan. kebetulan kau sudah kembali jadi ayo selesaikan misinya dulu lalu ambil hadiah." kata Veny.

__ADS_1


"sepertinya mereka semua dalam kesulitan, aku bisa merasakan monster besar tingkat tinggi sedang bertarung." kata IRO.


"kalau begitu ayo bergegas, Vie itu sangat ceroboh dengan sifatnya yang baik." kata Veny.


"maaf tuan putri sebelum berjalan jalan, aku selesaikan dulu misi yang putri berikan setelah itu aku pasti akan kembali lagi kesini lalu berjalan jalan Ketempat yang menyenangkan." kata IRO.


"baiklah tapi jangan membuatku lama menunggu, kalau tidak aku tidak akan berbicara lagi padamu." kata putri Sofia.


"tentu saja tuan putri, dalam secepat mungkin aku akan pasti akan langsung kembali setelah membunuh monster itu." kata IRO.


IRO menggendong Veny dengan romantis lalu membawanya terbang ke langit. Raja dan pasukan sangat terkejut melihat apa yang baru saja dilakukan IRO.


"sebenarnya siapa dia ini, bahkan bisa menggunakan sihir terbang dengan mudahnya. untung saja aku langsung melepaskan dia kalau tidak aku tidak bisa menjamin bisa terus menjaga dia di tangan ku." kata Raja sambil masih terheran-heran melihat IRO yang barusan.


"benar aku juga hampir menyinggung dia, aku ceroboh sekali tidak menyadari kekuatan nya itu, terlebih lagi istrinya itu adalah ratu iblis yang sangat melegenda." kata kepala prajurit.


"hahaha, kalian benar dia juga bukan manusia biasa dan memiliki sihir yang biasa. lebih tepatnya dia seperti melampaui Dewa." kata tabib.


"apakah putri sudah mulai menaruh hati padanya, kelihatannya putri sangat peduli tentangnya." kata tabib.


"entahlah tapi dia sudah punya istri, tapi itu tidak akan menghalangi diriku untuk mendapatkan dia." kata putri Sofia sambil tersenyum.


"sepertinya putriku tidak keberatan menjadi istri keduanya ya, menurut pendapat ku sebagai ayah hal itu tidaklah baik. tetapi jika orang nya adalah IRO maka aku sama sekali tidak keberatan." kata Raja sambil tertawa.


"ayah ini benar benar terobsesi dengan kekuatan IRO yang sebenarnya kan, mulai sekarang ini adalah perjalanan ku sendiri jadi jangan menggangguku ayah." kata putri Sofia sambil tersenyum.


IRO masih terbang menuju tempat Vie sambil menggendong Veny, IRO dapat melihat besarnya monster itu. monster tingkat tinggi berlevel 15, monster itu sama sekali buka. tandingan IRO yang sekarang apalagi ingatannya sudah kembali.


"ngomong ngomong kau bilang tadi kau punya urusan, memangnya apa yang membuat mu mengurusnya langsung." kata Veny.

__ADS_1


" istriku memang pintar, yang kumaksud adalah raja iblis itu atau yang biasa kita panggil Ran dikehidupan sebelumnya." kata IRO.


"owh jadi dia, tapi dia juga bukan tandingan mu saat ini kan. apalagi seluruh ingatan mu pulih kembali maka sepuluh raja iblis seperti dia tetap tidak akan dapat mengalahkan mu." kata Veny.


"benar sekali, tetapi yang jadi masalah adalah aku yakin dia berencana mengambil tubuhku yang tersegel di kayangan." kata IRO.


"tapi tubuhmu yang itu sampai sekarang masih mengamuk karena kejadian yang lalu, kalau sampai terlepas alam semesta dalam bahaya." kata Veny.


"itu yang kutakutkan, melawan raja iblis memang mudah tetapi melawan diriku sendiri yang sedang emosi itu akan sulit. apalagi sampai sekarang override mode nya masih aktif." kata IRO.


"apa kau tidak bisa mematikan mode itu dengan dirimu saat ini, padahal kau adalah dia." kata Veny.


"bukan begitu, override mode adalah mode yang tak terkalahkan. mode itu akan aktif jika aku mengatakannya kepada Karen atau buah semesta ku. dan sampai sekarang buah semesta masih ada pada tubuhku yang satunya jadi mustahil mematikan mode itu terkecuali jika emosi nya benar benar mereda." kata IRO.


"pasti sangat aneh melawan diri sendiri yang mengamuk, sepertinya kita sudah sampai." kata Veny.


"benar ayo turun dan cari Vie dulu, monster nya sedang melawan tujuh petualang terkuat jadi ambil kesempatan ini saja." kata IRO.


IRO dan Veny turun kebawah dan melihat Vie sedang menyembuhkan luka para petualang lainnya. Vie melihat IRO dan Veny dan segera berlari ke arah mereka.


"kalian berdua benar benar jahat, meninggalkan ku sendiri dengan mereka semua sedangkan kalian tidak melakukan apa apa." kata Vie menunjukkan wajah anak kecil yang ketika tidak dibolehin ikut ke pasar bersama mamanya.


"maaf maaf, tadi ada sedikit urusan penting jadi Veny membantu ku mengurus nya." kata IRO sambil tertawa.


"daripada itu ketujuh petualang itu sepertinya sudah kalah dan malah telanjang dibuat monster nya." kata Veny dengan tatapan polos.


IRO menutup mata Veny dan tidak membiarkan Veny melihat nya, IRO mengarah kan jarinya ke monster besar itu.


seketika keluar lah laser berwarna merah yang memecahkan kepala monster dalam sekejap. semua orang terkejut melihat apa yang barusan terjadi, mereka tidak berhenti tercengang melihat nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2