Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
pertarungan IRO


__ADS_3

lalu seketika IRO sudah berada di kursi penonton sambil memegang lonceng dari guru pembimbing.


"bagaimana mungkin! sejak kapan dia berada di kursi penonton itu?! padahal aku sudah menggunakan kecepatan penuh tapi dia dapat melewati kecepatan ku ini!" kata guru pembimbing.


"yang benar saja! padahal guru pembimbing memiliki kecepatan yang bahkan tidak dapat dilihat tapi dia malah melewati kecepatan itu dan membuat kejut suara" kata para murid.


"guru pembimbing, apakah aku sudah bisa dikatakan lolos uji ini? aku sudah mulai mengantuk gara gara daritadi kita hanya bermain". kata IRO.


"hahahaha jadi kau menganggap uji ini adalah permainan. baiklah kau lolos uji kedua dengan nilai sempurna juga, jadi kau bisa langsung lanjut ke uji ke tiga". kata guru pembimbing.


"baiklah jadi, siapa yang akan jadi lawanku?


apakah aku harus memilih nya atau dia sendiri yang mengajukan?" kata IRO.


"itu tergantung pada yang lain, jika diantara mereka ada yang mengajukan diri maka dia akan jadi lawanmu dan jika tidak ada kau bisa langsung lolos tanpa uji ke tiga ini". kata guru pembimbing.


"jadi berarti lebih baik diantara kalian tidak perlu melawanku karena mungkin kalian sudah bisa menilai ku. dan aku juga akan merasa senang jika langsung lolos" kata IRO.


"hah! mana mungkin kami biarkan kau lolos begitu saja. kau pikir hanya karena kau dapat melewati kecepatan guru pembimbing kau sudah hebat!." kata para murid.


"jadi siapa yang akan jadi lawan ku? (menunjukkan wajah yang seram dan aura pembunuh)" kata IRO.


seketika para murid langsung merinding dan ketakutan.


"kalau begitu aku saja, kau tidak keberatan kan?" kata Veny.


"eh nona Veny, tidak perlu mengotori tangan nona.soalnya dia ini rakyat jelata yang sok kuat" kata para murid.


"diamlah, (menunjukkan aura yang haus darah) jangan pernah mengejek orang yang lebih kuat dari kalian". kata Veny.


Dan seketika juga para murid makin ketakutan melihat aura dingin serta haus darah Veny.


"padahal aku berharap kau tidak melawan ku, soalnya aku sudah menganggap kalau kau itu di pihak ku." kata IRO.


"baiklah karena nona Veny sudah memutuskan untuk menjadi lawan IRO maka pertarungan akan di mulai sekarang dan juga pertarungan ini memiliki peraturan, yaitu tidak boleh membunuh dan tidak boleh menggunakan bantuan alat sihir". kata guru pembimbing.


lalu IRO dan Veny turun ke arena dan mulai mempersiapkan diri.


"hey, Veny apa kau benar-benar ingin melawanku? kalau memang begitu mungkin aku tidak akan segan. tapi jika ada maksud lain, mungkin aku akan menahan diri." kata IRO.


"cihh apa apaan rakyat jelata itu! dia mulai bertingkah sok akrab dengan nona Veny" kata para murid.

__ADS_1


"terserah mu, aku akan serius melawan mu jadi jangan sampai mati." kata Veny.


"tidak akan,soalnya hanya dengan melihat wajah mu aku yakin kau tidak akan melakukan itu padaku." kata IRO yang sedang menggoda.


"baiklah karena kalian berdua sudah siap.


maka uji ke tiga dimulai." kata guru pembimbing.


lalu Veny langsung melafalkan mantra sihir.


dan IRO hanya diam menunggu.


"hah lihatlah si bodoh itu, dia tidak tahu bahwa nona Veny akan menyerang nya dengan sihir yang kuat. yang bahkan sihir nona Veny dapat membuat arena mereka hancur hahahaha" kata para murid.


lalu Veny melepaskan sihir nya


"magi spara den Magica libera!" kata Veny yang melepaskan sihir air berbentuk naga dan menuju langsung ke IRO.


lalu IRO pun mengulur kan tangan nya dan melepaskan sihir.


"hei lihat apa yang akan dilakukan nya, palingan dia hanya akan menahannya dan basah kuyup terpental oleh sihir nona Veny" kata para murid.


"sihir mu bagus, tapi masih lemah terhadap ku hell's fire!" kata IRO yang mengeluarkan sihir api dan menelan libera nya Veny.


dan para murid langsung terheran heran akan hal ini.


"jadi begitu ya, kalau begitu aku kalah di sihir" kata Veny.


"kalau begitu menyerah lah, aku tidak ingin melukai putri kerajaan." kata IRO.


"tapi aku juga tidak akan kalah di pertarungan fisik". kata Veny.


lalu Veny langsung menuju ke IRO dengan kecepatan penuh dan langsung menghantam IRO,tapi IRO menahan hantaman itu.


"kau yakin? padahal aku tidak ingin melukai mu!" kata IRO.


tetapi Veny hanya diam dan melanjutkan serangan nya. yaitu menendang dengan kekuatan super Sonic.


lalu IRO hanya tetap menahan tendangan Veny dengan satu tangan.


"hei hei, tidak baik menendang langsung seorang pria." kata IRO.

__ADS_1


lalu IRO langsung menghentakkan kaki nya ke lantai arena dan seketika lantainya hancur dan dipenuhi dengan debu sehingga para murid dan guru pembimbing tidak melihat mereka.


lalu setelah debu itu hilang, IRO sudah berada di belakang Veny dan sudah membuat skakmat Veny.


"jadi dia sengaja membuat debu agar nona Veny tidak melihat dia." kata guru pembimbing.


"yang benar saja dia menghancurkan lantai arena hanya dengan hentakan kaki!" kata para murid.


"hei tuan putri... kau sudah kalah" bisik IRO dari belakang ke telinga Veny.


"woy apa yang kau lakukan!! beraninya kau menyentuh nona Veny yang bahkan kami satu akademi belum pernah menyentuhnya." kata para murid.


"hei, diamlah aku tidak menyentuh nya! aku hanya menahannya agar dia tidak melawan balik!" kata IRO.


lalu Veny terdiam karena ada sesuatu yang menyentuhnya di bagian bawah.


"namamu IRO kan. aku akui aku kalah, jadi bisakah kau singkirkan itumu dari bagian bawah ku" kata Veny.


"ha? apa yang kau maksud? kalau begitu aku menang ya hahahah" kata IRO.


dan IRO mulai menyadari bahwa yang dimaksud Veny adalah itunya menyentuh dia.


seketika wajah IRO langsung memerah dan menyingkir dari Veny hingga tidak sengaja menembus dinding arena.


"ehh, apa yang terjadi di sana? dan kenapa dia bisa menembus arena?" kata para murid.


"ma, maaf aku tidak sengaja dan tidak sengaja. (sangat malu)" kata IRO.


"sudahlah tidak apa apa, lagipula aku tidak akan hamil hanya karena itu" kata Veny.


"apa barusan yang dikatakan oleh nona Veny adalah hamil?" kata para murid.


lalu seketika para murid langsung terdiam mendengar kata kata itu.


"hahahaha benar tidak mungkin kau hamil gara gara itu." kata IRO


dan entah kenapa Veny langsung mual mual.


"apa tidak mungkin! padahal kami belum melakukan itu!"kata IRO sambil menunjukkan wajah ketakutan.


"seperti nya aku terlalu banyak makan tadi pagi" kata Veny.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2