
"kisah ini bahkan dapat menjadi sebuah sejarah, kalau begitu aku akan berusaha juga untuk mencari siapa sebenarnya pembatas kekuatan tuan ku." kata Lily.
"setelah kau menemukan nya, apa yang akan kau lakukan?." kata Mei.
"bukan kah lebih baik jika tuan ku dan pembatas kekuatan nya itu bersama." kata Lily.
"benar juga, aku tidak ingin kejadian lama terulang kembali." kata Mei.
"kalau begitu sebentar lagi tuan akan sadar, aku kembali lagi ke tempat ku." kata Lily yang masuk kembali ke tubuh IRO.
"hmm, enak sekali jadi Lily terus bersama IRO setiap waktu. tapi, yang terpenting adalah pembatas kekuatan nya itu. jika dia laki laki maka itu akan bagus, karena IRO belum punya teman laki laki. tapi, jika perempuan maka akan sangat merepotkan". kata Mei dengan wajah serius.
tak lama kemudian IRO pun bangun, IRO mengusap matanya dan masih sedikit pening.
"ehh, di mana aku. kalau tidak salah tadi aku mendengar penjelasan buah semesta lalu pingsan. apa ini? sangat empuk, kenyal dan hangat." kata IRO yang baru saja bangun dan tidak sengaja memegang boing nya Mei.
"ehem, aku tidak ingin mengganggu tidur mu. tapi bisakah kau lepaskan tangan mu itu, aku sedikit sensitif." kata Mei dengan wajah memerah.
entah kenapa setelah mendengar kata kata itu IRO langsung bangun dengan cepat.
stamina nya kembali pulih.
"maaf!! aku tidak sengaja. aku benar-benar tidak menyadari nya." kata IRO.
"hahaha kau sangat lucu, sudah lah. bagaimana? apakah kau baik baik saja?". kata Mei.
"ya, tubuh ku sudah pulih. rasanya seperti tubuh ku kebanyakan tenaga." kata IRO.
"baguslah kalau begitu, ngomong ngomong kau sudah memakan buah itu. apa yang terjadi?" kata Mei.
"owh ya, buah semesta." kata IRO.
"selamat sore master, saya masih berada di sini." kata buah semesta.
"sebenarnya kau berada di mana? apa kau berada di Perut ku?" kata IRO.
"menjawab pertanyaan master, saya berada di pikiran master atau lebih tepatnya berada di dalam master. kalau master mau, saya bisa berubah menjadi apapun yang master ingin kan seperti gelang atau lainnya." kata buah semesta.
"begitu ya, kalau begitu bisakah aku melihat wujud aslimu? aku sedikit penasaran dengan wujud asli mu." kata IRO.
"baik master, saya akan berubah ke wujud asli. tapi, saya harus keluar dulu dari pikiran master." kata buah semesta.
"baiklah silahkan." kata IRO.
buah semesta pun kembali ke wujud aslinya yaitu seorang wanita.
__ADS_1
"inilah wujud saya yang asli master." kata buah semesta.
"(kenapa di kehidupan ku semuanya wanita cantik.)" pikir IRO.
"terimakasih atas pujian anda master." kata buah semesta.
"ehh, kau bisa mendengar pikiran ku!?" kata IRO.
"tentu saja master, saya dan master sudah terhubung dalam hal itu." kata buah semesta.
"hei hei, aku masih berada di sini!" kata Mei.
"hehehe, ngomong ngomong sudah berapa lama aku di sini?" kata IRO.
"1 hari di sini sama dengan 1 jam di dunia mu. kau sudah di sini selama 2 hari." kata Mei.
"tapi rasanya seperti masih beberapa jam. kalau begitu apakah kau ingin ikut Mei?" kata IRO.
"ehh, sebenarnya aku ingin. tapi, tugas ku tidak boleh di tinggalkan. mungkin kalau ada waktu luang aku pasti mengunjungi mu dan meminta janji mu." kata Mei dengan tersenyum.
"kalau begitu simpan ini baik baik ya, jika kau dalam keadaan darurat sebut nama ku maka aku akan datang." kata IRO memberi kalung yang dia ciptakan barusan.
"ini cantik, apa kau akan langsung pergi?" kata Mei.
"kalau aku kelamaan di sini, yang ada malah aku akan di marahi oleh 3 iblis terkuat (Karin, Sinta, dan Veny)." kata IRO.
"hahaha, kalau begitu kami pergi dulu. sampai ketemu lagi Mei." kata IRO.
"ya, jaga baik baik dirimu." kata Mei.
"baiklah, kembali lah kepikiran ku buah semesta." kata IRO yang membuka gerbang teleportasi.
"baik master" kata buah semesta.
IRO akhirnya pergi dari rumah Mei. Mei masih sangat senang karena IRO memberi Mei kalung dengan pikiran bahwa IRO perhatian padanya.
"akan ku jaga kalung ini dengan baik." kata Mei.
setelah itu IRO sudah sampai di rumah Karin.
"ternyata sudah malam. sebaiknya aku langsung ke sofa saja, aku tidak ingin masalah lagi." kata IRO dengan suara kecil.
lalu IRO teleportasi ke sofa. dan sebenarnya Karin, Sinta, dan Veny sudah menunggu IRO dan duduk di sofa.
"gawat, aku merasakan hawa pembunuh dari belakang ku." kata IRO lalu menoleh ke belakang.
__ADS_1
"owh, sudah pulang ya. bagaimana hari mu apa menyenangkan?" kata Karin dengan ekspresi pembunuh.
"nampaknya kau habis bersenang senang." kata Sinta dengan ekspresi pembunuh.
"bukan! aku hanya berjalan jalan sebentar saja" kata IRO dengan ketakutan.
"hmm? kalau begitu apakah kau sudah puas?" kata Karin dan Sinta dengan ekspresi pembunuh.
"ehh, Veny kau percaya padaku kan. kau kenal diriku yang sebenarnya kan." kata IRO dengan memohon.
"kau, ada wangi wanita lain di baju mu." kata Veny.
"(aku lupa kalau tadi Mei memeluk ku!! ini sudah sangat gawat! kalau sampai ketahuan habis lah aku!)" pikir IRO.
"owh, aku salah. baiklah aku percaya pada mu." kata Veny.
"ehh!!" teriak Karin dan Sinta serentak.
"terimakasih Veny. (aku rasa Veny membantu ku kali ini, padahal sudah jelas dia mengetahui nya.)" kata dan pikir IRO.
"cihh! kali ini, karena Veny percaya pada mu maka akan ku maafkan." kata Sinta.
"baiklah, kalau kau mengulangi nya aku tidak akan memberi mu makan." kata Karin.
lalu IRO pun lega. semua masalah selesai berkat bantuan dari Veny.
tak lama kemudian semua orang pun tertidur dengan nyenyak.
"selamat malam master, semoga mimpi indah." kata buah semesta.
"selamat malam juga, ehh aku belum memberikan mu nama." kata IRO.
"master bisa memberi ku nama apa saja, pasti akan ku terima." kata buah semesta.
"kalau begitu nama mu sekarang adalah,
Karen Armstrong dan di panggil karen saja." kata IRO.
"terimakasih atas nama yang indah yang master berikan, saya akan mengingat ini selamanya." kata karen.
"baiklah sekali lagi selamat malam Karen." kata IRO lalu tertidur.
malam yang tenang pada hari itu adalah malam yang membuat semua terasa ringan.
tapi sebenarnya, maid raja iblis yaitu Jeanne sedang mengawasi IRO.
__ADS_1
"jadi ini yang namanya IRO itu, aku tidak merasakan kekuatan yang hebat darinya." kata Jeanne.
Bersambung