
Tak lama kemudian Ibu Alvino pun tiba dan duduk di sebelah putranya yang tak lain adalah Alvino. Ia pun terkejut ketika melihat Alex . Alex begitu mirip dengan Alvino sewaktu ia masih seumur Alex.
" Siapa ini ?? vin ini seperti kamu waktu kecil dulu" Ucap winda yang membuat Alvino kesedak.
" Uhuk ......uhuk......... uhuk...... "
" Pelan pelan donk sayang" Kata Winda yang memberikan segelas air minum kepada Alvino.
" oh iya ma , perkenalkan ini Nanda dan alex putranya" Kata Alvino mengalihkan pembicaraan nya.
" oh kamu....... disainer yang terkenal itu ya " Kata Winda yang selama ini mengagumi karya karya karya Nanda.
" oh ya nyonya Winda , senang bertemu anda " Ucap Nanda dengan ramahnya sambil menjabat tangan Winda.
Kini mereka pun melanjutkan aktifitas makan nya . Hanya dentingan sendok yang terdengar saat ini. Sesekali Alex yang bersuara meminta di suapin sang sang bunda .
Setelah beberapa menit kemudian , akhirnya mereka pun menyelesaikan aktivitas nya dan kembali memulai perbincangan antara wanita . Sedangkan Alvino mengajak Alex membeli es krim sebagai makanan penutup nya.
...*******...
Hari telah berganti , Kini Nanda dan Nia sudah berangkat ke butik nya. Sedangkan Alex di urus oleh Aldi . Karena ada pekerjaan mendadak di butik nya saat ini.
" Kak Al , Anti pulang sekolah suruh mama yang jemput ya" Ucap Alex ketika mau berangkat sekolah.
" Ya, Nanti kalau mama Tuan muda tak sibuk akan jemput tuan muda sepulang sekolah " Kata Aldi dengan senyuman d wajah tampannya.
" Eneran looo" Kata Alex yang penuh harap.
" Ok ,janji dech " Kata Aldi .
Mereka pun segera melangkah pergi menuju ke mobil nya . Karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagii waktu nya Alex berangkat sekolah. Diperjalanan ke sekolah alex lebih banyak berdiam diri . Aldi pun merasa bingung akan tingkah laku alex yang tak seperti biasanya. Ia pun mencoba untuk bertanya kepada Alex yang kini terlihat murung.
" Ada apa Tuan muda ??" Tanya Aldi sambil masih mengendarai mobil nya.
__ADS_1
" Kak Al , apa kamu punya papa??" Tanya Alex yang membuat Aldi terkejut akan pertanyaan nya tersebut.
" Punya , tapi sudah ad di surga " Jawab Aldi dengan sangat hati-hati.
" Kalau papa ku , pergi kemana ?? , kenapa gak menemani aku dan mama??" Tanya Alex dengan wajah sedihnya.
" Papa Tuan muda , masih mencari keberadaan Tuan dan mama tuan muda , ini kan seperti permainan petak umpet , jadi sekarang papa Tuan muda masih mencari kalian " Jelas Aldi yang merasa kasian terhadap Alex anak majikannya itu.
" Ooh begitu ya , Kak Al " Kata Alex yang sedikit lega akan jawaban dari Aldi.
" Iya , Tuan muda harus bersabar" Kata Aldi yang kini sudah menghentikan laju mobilnya.
Aldi pun segera turun dan membukakan pintu tempat Alex kecil berada . Lalu mengantar nya menuju ke ruang kelasnya . Dan tak lupa menitipkan Alex kecil ke guru kelasnya. Guna menjaga agar Alex tak di jemput oleh orang yang tak di kenal.
Sedangkan di sebrang jalan ,ada seorang yang kini sedang melihat aktivitas Aldi saat ini . Dia adalah Wendi , asisten Alvino di perusahaan Pratama.
" Bukankah itu , asisten dari perusahaan Aldiansah , kenapa dia di sana ??, itukan taman kanak-kanak " kata Wendi yang pada saat ini mau mengantar keponakan nya.
" Oh orang itu ya om , Dia itu sopilnya Alex om , mulid balu" Kata Ponakan Wendi yang bernama Fira.
" Oh , aku kira penculik " Kata Wendii yang menggoda keponakan kecilnya.
" Ah om wen ni , masak ia kakak ampan itu penculik" Ucap ponakannya sambil melangkah keluar mobilnya .
Sedangkan wendi mengikuti keponakan nya dari belakang ,guna memastikan bahwa Fira sudah berada di dalam kelasnya
...*****...
Sedangkan Nanda kini sedang berada di sebuah restoran untuk menemui para klien butiknya. Mereka saat ini sedang membahas kerjasama yang akan di lakukan bersama butik milik Nanda. Kerena Butik Nanda terbilang sangat terkenal akan karya disain bajunya . Kain bajunya juga sangat berkualitas dan begitu nyaman saat dikenakan .
Nanda juga tak menyangka baju baju nya kini sampai ke luar negeri . Bahkan banyak yang mengajak kerja sama dengannya.
Kini 2 jam sudah berlalu , Nanda dan Nia pun kembali ke butik nya. Perjalanannya memakan waktu tiga jam menuju ke butik . Tak lupa ia juga akan menjemput sang buah hati . Kerena tadi Aldi sudah mengabari Nanda , kalau Alex ingin ia yang menjemput nya.
__ADS_1
" Nia , Kita jemput dulu Alex " Kata Nanda sambil melihat layar ponselnya.
" Baiklah " Kata Nia sambil melajukan mobilnya.
Setelah dua setengah jam kemudian Mereka pun sampai dan langsung menuju ke ruang kelas Alex . Disana ada alex yang kini sudah menunggu kedatangan Nanda . Hari ini juga kebetulan , Alex pulang agak cepat dari biasanya , karena d sekolah Alex sedang mengadakan rapat dadakan .
" Ada apa ?? kenapa putra mama begitu murung hari ini??" Tanya Nanda yang sudah tau akan apa yang menjadi keluhan Alex kecil.
" Gak , aku gak urung ma ?? ,. cuman sedih aja , karena aku tak unya papa " Kata Alex yang membuat hati Nanda teriris.
" Kan udah dengan penjelasan dari Kak Al , kalau kita lagi main petak umpet" Kata Nanda yang menahan air mata nya.
" Emang ener ma ,papa lagi cari kita ??" Tanya Alex dengan penuh harap .
" Ya bener , kita harus bersabar dulu ya sayang" Kata Nanda yang masih menahan Air matanya terjatuh.
Sedangkan Nia sudah tak bisa menahan air mata nya . ia kini melangkah menuju ke mobilnya, yang berada di halaman luar sekolah Alex. Ia begitu sedih akan keadaan putra Angkatnya, yang tak tau siapa sebenarnya ayah biologis nya.
Selama lima tahun ini Nia juga berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya . Namun tak membuahkan hasil. Karena seseorang dari kalangan atas telah memblokir usahanya.
Tak lama kemudian Nia pun menghapus air matanya ,karena Alex kini sedang menuju ke arahnya. Ia berusaha tersenyum buat Putra Angkatnya yang selama ini ia sayangi seperti anak kandungnya sendiri .
" Lex , Nanti ikut ibu angkat ya" Ajak Nia yang mengetahui sahabat nya ingin mengeluarkan kesedihan nya .
" Mau kemana Ibu angtat??" Tanya Alex yang penasaran .
" Mau nonton kartun di bioskop " Kata Nia yang membuat Alex langsung senang.
" Waaah asiiik " Seru Alex yang sangat senang dan menampilkan wajah bahagia nya kembali .
Sedangkan Nanda berusaha tersenyum manis di hadapan Alex , malaikat kecil nya. Karena dirinya masih menahan kepedihan yang berada di dalam hati nya saat ini.
Tak menunggu lama Nia pun langsung melajukan mobilnya menuju ke butik terlebih dahulu ,untuk mengantarkan Nanda . Setelah itu ia akan pergi ke bioskop bersama putra Angkat nya. Nia tau akan kesedihan yang kini sahabat nya rasakan . ia akan memberikan sedikit waktu untuk Nanda sendiri . Dengan mengeluarkan air matanya ,Nanda bisa sedikit lega .
__ADS_1