
Banyak para pemimpin perusahaan ternama yang kini berada di pesta tersebut. Mereka kini sangat penasaran dengan Nanda pemimpin perusahaan Aldiansah , yang selalu mengenakan topeng di luar ruang kerjanya. Tak ada yang tau kecantikan Nanda di balik topeng , Hanya orang terdekatnya lah yang tau wajah cantik Nanda .
" Nona , selamat akan kebersihan yang perusahaan Aldiansah dapatkan " Ucap salah satu Ceo muda di perusahaan ternama di kota .
" Terimakasih Tuan , ini berkat kerja sama di antara kelima perusahaan besar " Kata Nanda dengan seyum menghiasi wajah cantiknya .
Acara pesta berjalan dengan lancar . Banyak dari mereka yang menikmati pesta tersebut. Lain halnya dengan Seseorang yang kini sedang mengawasii gerak gerik Nanda . Tak tau apa maksud dan tujuannya saat ini. Sesekali menampilkan senyum di wajah tampannya. Hanya Author si pembuat cerita yang tau 😜😜.
Kini Nanda berjalan menuju ke tempat yang tak begitu ramai . Rasa lelah dan juga bosan kini menghiasi wajah cantik Nanda. Tak lama Alvino menghampiri nya . Karena ia juga sangat bosan dengan yang namanya pesta.
" Kenapa Kamu di sini Nona ??" Tanya Alvino dengan senyuman ramahnya.
" Aku lagii bosan aja , dan kamu kenapa tak gabung dengan mereka??" Tanya Nanda kembali.
" Sama aku juga lagii bosan dengan acara seperti ini" Jalas Alvino .
Namun tiba-tiba terdengar suara yang membuat keduanya menghentikan pembicaraan nya.
" Keponakanku , kenapa kau tetap menggunakan topengmu di saat pesta , semua yang ada di sini mau tau wajah cantik keponakan ku " Ucap Paman Nanda yang membuat semuanya menoleh ke arahnya.
" oooh , namun aku tak mau menunjukkan wajahku , yang terpenting bagi mereka adalah bisnis yang aku jalankan bersama mereka dapat membuat keuntungan yang besar ,paman" Jawab Nanda dengan santainya dan tersirat kalimat sindiran.
" Ya ,Kamii hanya perlu keuntungan yang nyata , bukan hanya janji doang" Kata Coe muda dari perusahaan Firmansyah.
" Brengsek , kalian semua" Kata Hati paman Nanda yang tak selalu beres dengan urusan bisnis nya.
Firmansyah adalah salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan Perusahaan Aldiansah yang bernama Rendii Firmansyah. ia adalah anak pertama dari Keluarga Firmansyah , yang juga menaruh hati kepada Nanda . Dan sangat ingin mengetahui identitas asli Nanda. Namun tetap gagal dalam melakukan penyelidikan. Bahkan ada para bawahannya yang tak kembali padanya. Sungguh membuat Rendi makin penasaran kepada Ceo muda perusahaan Aldiansah ini. Sungguh pintar menyembunyikan identitas nya sebagai putri sah Keluarga Aldiansah. Bahkan para kerabat nya pun tak mengetahui jati diri sebenarnya.
" Menarik " Kata Hari Alvino yang melihat hubungan antara paman dan keponakan yang tak begitu akrab malah sebaliknya .
__ADS_1
Setelah mengatakan itu , Nanda pun melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut dan diikuti oleh Aldi Asisten pribadi nya. Sontak membuat Alvino makin bertanya tanya dalam hatiii .
" Aldi , aku kini sungguh penasaran dengan mu " Guman lirih Alvino.
Karena selama ini identitas Aldi adalah sebagai asisten Ceo Perusahaan Aldiansah. Namun sudah beberapa kali ini, ia melihat Aldi bersama Alex dan juga Nanda , membuatnya semakin curiga akan identitas Aldi yang sebenarnya . Apalagi dengan hilangnya Nanda , yang paling kuwatir adalah Aldi .
" Siapa kamu sebenarnya Al" Guman Alvino lagii.
Sedangkan Wendi saat ini sedang mengurus tes DNA milik Alvino dan Alex . ia kini bersama dengan Dokter Mahendra pergi ke rumah sakit milik keluarga Alvino. Disana sudah tersedia tempat dimana Dokter Mahendra melakukan tes DNA. Dan kemungkinan besar , hasil akan keluar dalam kurang dari seminggu.
Malam pun semakin larut, kini waktunya mereka kembali ke rumah masing-masing . Ada pula yang menginap di hotel , karena tempat tinggalnya yang jauh . Sedangkan Nanda kini bergegas untuk pulang , karena ada yang setia menunggu nya di rumah. Siapa lagi kalau bukan Alex ,putra kecilnya.
Namun kali ini Nanda merasa perasaan yang tak mengenakan , Seperti akan adanya kejadian buruk yang akan menimpanya.
" Al , perasaan ku tak enak , Apa kita menginap saja ??" ,kata Nanda yang tak ingin meneruskan perjalanan pulang nya.
" Tapi bagaimana dengan Alex ??, pasti ia akan ngambek bila aku tak pulang ke rumah " Kata Nanda dengan nada berat di hati.
perjalanan Nanda pun berlanjut . Kecepatan mobilnya terbilang cukup sedang .Dan kini Nanda masih dalam mode kewaspadaannya . Kali ini Nanda merasakan firasat yang tak mengenakan lagi. Sesekali mata indahnya melihat ke atas langit yang tak terbatas . Pikiran pun mulai kacau.
" Ada apa ini sebenarnya ??" kata Hati Nanda di tengah lamunannya.
Mobil Nanda terus melaju dengan kecepatan sedang dan kini mereka melewati jalanan yang sepi . Tak seperti biasanya jalan yang di lewati begitu sepi . Kini Hanya dua mobil yang melaju di jalan tersebut .
" Al , kenapa di sini sepi sekali ?? , apa udah terlalu maalam kita pulang ??" Tanya Nanda yang sudah merasakan keanehan.
" Belum Nona , biasanya masih banyak kendaraan yang lewat jalanan ini" Kata Aldi yang kini mulai waspada sambil tangan kirinya memegang pistol yang selalu bersamanya.
Aldi pun dengan cepat menutup jendela kaca mobilnya . Tak lupa pula ia juga menghubungi anak buahnya , yang kini ada di belakang mobil Nanda .
__ADS_1
" Apa nona masih takut memegang pistol ??" Tanya Aldi dengan sangat hati-hati.
Karena saat Nanda berada di desa . ia pernah menembak mati seorang pembunuh dan saat itu pula Nanda menjadi sangat trauma memegang senjata api. Seakan-akan mengulang kejadian di masa lalu.
" Al , jangan suruh aku pegang pistol lagii " Kata Nanda dengan nada sedihnya.
" Ini bukan untuk membunuh , melainkan untuk menjaga diri Nona , di saat mereka menyerang kita" Ucap Aldi dengan memberikan sebuah pintu kepada Nanda.
" Tapi ........" Kata Nanda dengan nada takut akan memegang senjata api itu.
" Lawanlah perasaan takut Nona , untuk saat ini Aku akan melindungi Nona ,tapi di saat nanti aku pun tak tau , bisa melindungi Nona apa gak" Kata Aldi dengan senyuman d wajah tampan nya.
" Baiklah " Kata Nanda yang berusaha melawan ketakutan nya dan memegang senjata api yang dari Aldii.
" Kelihatan nya penyerangan kali ini target nya adalah kita , karena sepinya jalanan ini dan tak mau ada orang yang mengganggu rencana nya " Kata Aldi menjelaskan kondisi saat ini.
Nanda pun menjadi sangat cemas . Nampak jelas di raut wajah nya. Walaupun masih di tutupi oleh topeng merah nya.
" Nona tenang aja , kami siap melindungi anda dengan nyawa kami sendiri" Kata Aldi yang nampak tenang walaupun di hati nya kini muncul Kekuwatiran akan keselamatan majikan mudanya.
" Jangan , tolong jangan lakukan itu , kalian harus melindungi diri kalian sendiri , aku tak mau kalian terluka karena aku " Kata Nanda yang sudah lelah dengan apa yang terjadi saat ini dan selalu anak buahnya yang menjadi tameng untuknya.
" Ini sudah tugas kami , Nona tak perlu kuwatir" Kata Aldi sambil masih melajukan mobilnya.
Namun tiba-tiba ...........
Mahendra , Dokter pribadi keluarga Alvino.
__ADS_1
Mirna , Dokter pribadi keluarga Aldiansah atau bisa di sebut sebagai penerus ibunya melayani keturunan keluarga Aldiansah.