
Di tempat Winda ,kini mereka sudah berhasil mengalahkan semua lawannya . Dengan hati hati winda dan yang lainnya pun melangkah menuju ke tempat dimana Nanda berada . Karena Alvino sudah mengirim singal kapada mama nya untuk segera menyusul . karena keadaan semakin genting.
Disaat bersamaan Kelompok Baron juga menuju kesana bersama dengan para bawahannya.
" Dia ada di sini ???, pasti telah terjadi sesuatu " Kata Baron dengan nada lembutnya dan melihat banyak para pengawal Jakson yang kini tergeletak mati tak bernyawa.
Karena sebuah tembakan yang berada di dadanya sampai menembus jantung .
" Tuan seperti Nyonya Danyti sudah bertindak " Kata Salah satu bawahan kepercayaan nya.
" Ya , karena seseorang yang paling penting baginya telah di tangkap oleh Jakson " Kata Baron dengan nada lembut nya .
" Ya tuan , seperti wanita itu benar benar putrinya Nyonya Fany " Kata Bawahan nya lagi.
" Kalau itu memang benar dia , aku akan menjaganya , dan tak akan ku biarkan Jakson melukainya " Kata Baron dengan ekpresi wajah menyeramkan.
Langkah masih berlanjut , Kini kelompok Winda dan Jakson menuju tempat yang sama.
Sedangkan Alvino masih berbincang dengan Jakson untuk melepaskan istri tercinta nya.
Namun hingga saat ini Jakson tak mau melepaskan Nanda . Kecuali Alvino memberikan kedua kalung yang selama ini ia cari.
" Aku tak mengerti apa yang kamu maksud , kalung apa ??" Kata Alvino Sambil memperhatikan sekeliling .
__ADS_1
" Sangat pandai bersandiwara , Kamu pasti tau kedua kalung milik kelompok jaringan hitam , dimana kalung itu ?? " Kata Jakson dan mulai melonggarkan kewaspadaan nya .
Sedangkan Nanda hanya menunggu kesempatan baginya untuk bertindak. Dan tak lama kemudian sebuah tembakan entah dari mana mengenai punggung Jakson dan membuatnya melepaskan Nanda.
Tak menunggu lama Nanda langsung berlari ke arah Alvino , tapi Jakson dengan cepat menembakkan peluru nya ke arah punggung Nanda .
" Dor......... dor........ dor ........ " Suara Tembakan dari Jakson , tapi Segera di blokir oleh Aldi yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Jakson.
Sedangkan Nanda dengan cepat menghindari nya dan jatuh ke dalam pelukan Alvino.
" Nan , aku sangat kawatir denganmu , apa kamu baik baik saja?? " Tanya Alvino sambil memeluk hangat tubuh Nanda.
" aku baik baik saja , Maaf telah membuat mu kawatir Vin " Kata Nanda dengan nada lembut nya .
" Apa kabar Danyti ?? , sudah lama sekali kita tak bertemu " Kata Baron dengan seyuman manis di wajah tampannya .
" Oooh ternyata kamu kabarku sangat baik , apakah kamu juga menginginkan kedua kalung itu?" Tanya Langsung Winda dengan tatapan tajam nya .
" Seperti biasa , kamu tak pernah berubah selalu mencurigai setiap tindakanku , tapi kamu tenang saja aku ada di pihak kalian " Kata Baron dengan nada santai nya .
" Aku tak percaya dengan mu " Kata Winda dengan tatapan tajam nya .
" Jangan begitu kamu Danyti , kamu ini tetap pemimpin tertinggi di jaringan hitam kami dan tak ada yang berani mengganti sang legenda seperti mu " Kata Baron dengan nada lembut nya .
__ADS_1
" Bohong , pasti kamu ingin menjadi pemimpin dan kamu juga yang membunuhnya " Kata Winda yang mengingat tentang kematian sahabatnya yang tak lain adalah ibunda Nanda.
" Bukan aku Danyti , Itu adalah kelompok jaringan hitam lainnya yang juga menginginkan kedua kalung itu untuk menggantikan posisi kalian " Jelas Baron dengan ekpresi dingin nya .
" Waktu kepergian kalian berdua , kelompok jaringan hitam langsung terpecah menjadi dua kelompok dan dua penguasa , salah satunya Jakson dan putranya yang terus-menerus mencari keberadaan kedua kalung itu " Jelas Baron dengan langkah santai nya.
" Dan yang satunya lagi adalah kelompok yang masih setia menunggu kepulanganmu dan Fany " Jelas Baron lagi.
" Baiklah , aku percaya padamu tapi kalau kamu macan macam aku akan langsung membunuhmu " Kata Winda dengan tatapan membunuh nya .
" Baiklah , sekarang perkenalkan kapadaku siapa wanita cantik yang ada di samping putra mu ??" Tanya Baron dengan ekpresi wajah penasaran.
" Dia adalah putri Fany yang bernama Nanda dan juga menantu ku " Kata Winda dengan seyuman manis nya dan melanjutkan langkahnya .
Setelah sampai di tempat Nanda , Winda langsung menjelaskan semua kejadian tentang masa lalu nya dan ibunya . Tak lupa pula mertuanya itu juga memperkenalkan Baron yang dulu menjadi teman seperjuangan nya di jaringan hitam. Dan kenyataan itu membuat pasangan suami istri itu sangat terkejut dengan masa lalu ibu nya yang tak biasa.
Sedangkan Alex kecil segera menyusul mamanya bersama keempat pengawal Baron yang di perintahkan untuk selalu menjaganya. Karena di masa mendatang Alex lah yang akan menjadi salah satu pemimpin di kelompok jaringan hitam .
Dan Setahun kemudian , Nanda melahirkan seorang putri yang sangat cantik . Alex bahagia dengan kedatangan adik perempuan nya . Kini lengkap sudah kebahagiaan keluarga Pertama . Sedangkan Wendi menemukan cinta sejatinya yang tak lain adalah Nia sahabat Nanda . Dan untuk Aldi juga bertemu dengan cinta pertamanya yang selama ini ia cari .
Kebahagiaan pun datang secara tidak langsung dan membuat satu persatu teman Nanda bahagia menjalin kasih dengan pasangan nya . Begitu juga dengan Mahendra dan Mirna yang menjalin hubungan tanpa di ketahui siapapun . Karena semua orang sibuk dengan hubungannya masing-masing .
...~Tamat~...
__ADS_1