
Kini Nanda sudah berada di perusahaan Aldiansah untuk memimpin rapat di perusahaan tersebut . Yang di hadiri oleh beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan nya. Termasuk perusahaan Pratama yang di pimpin oleh Alvino .
Mereka kini membahas tentang pesta perayaan keberhasilan atas kerjasama yang mereka lakukan. Sebenarnya Nanda sangat malas dengan di adakannya acara pesta . Ia memilih untuk menyumbang Setengah dari keuntungan nya ke panti asuhan . Namun apalah daya , banyak Ceo dari perusahaan lainnya yang mengusulkan hal tersebut. Kali ini Nanda di haruskan untuk hadir di acara pesta. Karena pesta itu akan di adakan di hotel milik Nanda yang tak jauh dari perusahaan nya berada.
" Sungguh menyebalkan " Kata Nanda yang kini sudah berada di ruang kerjanya.
" Kenapa lagii Nona ??" Tanya Aldi yang mendengar Nanda mengeluh.
" Kenapa Aku harus hadir Al ?? kan bisa kamu aja yang mewakili ku " Ucap Nanda yang tak menginginkan untuk menghadiri pesta perayaan.
" Mana bisa Nona , ini sudah kewajiban Nona sebagai Pimpinan perusahaan dan Nanti juga akan ada para pengusaha terkenal yang menghadiri pesta perayaan besok " Kata Aldi sambil menjelaskan .
" Ini juga keuntungan bagi perusahaan kita " Kata Aldi lagii.
" Ya udah aku datang nanti dan carikan aku bajuu yang cocok untuk ku " Pinta Nanda kepada Aldii asisten nya.
" Baik Nona " Kata Aldi yang kini berlalu pergi untuk mencarikan baju untuk Nanda.
Tak terasa sudah waktunya Nanda untuk pulang . Kini ia pulang bersama dengan Aldi . Sedangkan para bodyguardnya berada di mobil satunya lagi. Saat ini Nanda bagaikan keluarga Kerajaan yang di kawal oleh para prajurit nya. Sungguh beruntung nya dia kali ini.
Dua jam kemudian mobil Nanda pun telah sampai di pekarangan nya. Terlihatlah Alex dan Nia yang kini menyambut kedatangan nya . Sungguh membuat Nanda merasa tak enak hati. Semenjak kejadian penculikan nya . Anak dan Sahabat nya begitu sensitif terhadap nya. Kemanapun ia pergi pasti menanyakan Secara mendetail. Seakan akan Nanda menjadi tersangka yang mempunyai masalah dengan pihak kepolisian.
" Mama....... lama sekali " Seru Alex yang kini menghampiri Nanda yang baru keluar dari mobil putihnya.( mobil baru ππ)
" Lama gimana Alex ??, emang jam segini Mama pulang"Kata Nanda yang sabar dengan tatapan selidik Alex kecil.
Seakan akan dirinya melakukan kesalahan.
" Pasti Kak Al yang mengedalai mobil nya gak cepet?? makanya mamaa telat pulang" Kata Alex yang kini menatap tajam Aldi .
" Gak Tuan muda , tadi udah kecepatan penuh kok " Ucap Aldi membela diri nya.
" Sudah, sudah bukan salah Kak Al , kamu nya aja yang menjadi sensitif terhadap Mama , ayo masuk kita akan makan malam bareng " Kata Nanda sambil mengangkat tubuh kecil Alex yang kini sedang menggembungkan kedua pipi.
__ADS_1
Sedangkan Nia hanya menggeleng kepalanya saat melihat Alex begitu mengkuwathirkan Nanda mama kandung nya.
" Alex takut kehilanganmu Nan , bersabar menghadapi tingkah lakunya" bisik Nia kepada Nanda.
Sedangkan Nanda hanya menjawabnya dengan seyuman di wajah cantik. Menandakan bahwa dirinya selalu sabar menghadapi tingkah laku Alex kecil. Karena hanya putranya lah yang kini ia miliki dan menjadi penyemangat hidupnya saat ini. Tak ada yang lebih berharga dari Alex putra kecil nya.
...*****...
Hari dimana di adakannya acara pesta pun datang . Kini Nanda sudah berpakaian rapi . Kecantikan juga terpancar dari wajahnya. Aldi Sangat pintar memilih gaun untuk majikan nya. Begitu elegan dan sangat Cocok untuk di pakai oleh Nanda. Nia pun sampai terpanah melihat nya.
" Nan , bagus banget gaunmu , dimana kamu membeli nya ??" tanya Nia yang ingin membeli nya juga .
" Aku tak tau dimana membelinya ?? , tapi sepertinya agak familiar sih dengan desain nya , Coba kamu Tanyakan sama Aldii " Kata Nanda sambil membenahi rambut nya.
Gaun yang di pakai Nanda .
Topeng Nanda.
(Maaf kalau gak bagus , soalnya Author gak ahli milih gaun ππ).
Nia pun bergegas menemui Aldi . Namun sebelum melangkah ia pun mengingatkan sesuatu akan gaun tersebut .
" Nan, bukan nya ini desain kamu sendiri ya " Kata Nia yang membuat Nanda terkejut.
" Masak iya Ni , aku kok gak ingat ya?? , kalau ini gaun desain ku" Tanya Nanda dengan polos.
"Masak masih muda udah pelupa , Nan??? " Tanya Nia yang tak habis pikir dengan sikap Nanda saat ini .
__ADS_1
" Ya maaf , soalnya udah banyak desain yang aku buat " Ucap Nanda yang kini udah rapi dengan gaun merah nya yang tak terlalu terbuka , Namun menampilkan lekuk tubuh nya yang sempurna.
Kini tiba waktunya Nanda dan Aldi berangkat menuju ke hotel tempat di mana pesta diadakan. Sedangkan Nia menjadi penjaga Alex kecil di rumah Nanda.
(Sungguh malam nasibmu Nia menjadi penjaga anakππ)
" Jangan nakal ya sayang " Kata Nanda sebelum memasuki mobilnya.
" Ote, tapi mama juga harus hati hati jangan sampai jauh dari Kak Al " Ucap Alex memperingati mamanya.
" Iya sayang " Kata Nanda sambil mencium pipi tembem milik Alex .
...****...
Kini Mobil putih milik Nanda melaju dengan kecepatan sedang. Kali ini yang mengendarai mobil Nanda adalah bodyguard nya. Sedangkan Aldi mengendarai mobil hitam miliknya sendiri . Karena dirinya harus sampai terlebih dahulu , sebelum Nanda majikan mudanya sampai ke tempat pesta.
Dua setengah jam kemudian Nanda pun sampai di tempat pesta . Banyak para bodyguard yang kini menyambut kedatangan nya. Tak lupa Aldi juga sudah siap sedia membukakan pintu mobil nya. Kini tangan Aldi memegang tangan lembut milik Nanda , guna membantu nya untuk keluar dari mobil mewahnya.
Banyak mata yang memandang kagum akan kecantikan Nanda . Walaupun topeng merah menutupi kedua matanya. Namun aura kecantikan masih terpancar di wajah Nanda. Kulitnya yang putih bersih serta lekuk tubuh nya yang sempurna menambah kecantikan Nanda. Satu kata yang terucap di bibi para tamu undangan.
..." Sempurna" ...
Bahkan Alvino pun tak mampu mengedipkan kedua matanya. Hatinya kini berdebar sangat kencang, ketika melihat kedatangan Nanda yang kini sedang menutupi identitas nya.
" Mengapa jantung berdetak kencang??? , seperti aku bertemu dengan Nanda kemarin siang " Guman Lirih Alvino yang tak sengaja di dengan oleh asisten nya yang tak lain adalah Wendii .
" Wah ....., ada bau bau cinta ni " Kata Wendii yang langsung di tatap tajam oleh Alvino.
" Jangan menggodaku atau kamu aku kirim ke tempat para gay berada " Ancam Alvino yang membuat Wendii menelan Slavina nya.
" Ja..... ja..ngan dong Vin , aku masih normal kali " Ucap Wendi yang takut akan ancaman Alvino .
" Makanya diem , tetap Nanda dan Alex yang kini berada di hatiku " Kata Alvino dengan senyuman manis di wajah tampannya.
__ADS_1
Pesta pun dimulai , dengan kedatangan Nanda pemimpin perusahaan Aldiansah , Begitu ramai suasana pesta saat ini dan membuat Nanda sedikit tak nyaman. Namun demi perusahaan nya ia pun menahan ketidaknyamanan tersebut.