Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik

Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik
eps11


__ADS_3

Bukannya kembali ke butik , Nanda malah langsung menuju ke arah tempat mobil nya terparkir. Ia kini melajukan mobilnya ke arah danau di pinggir kota . Tempat di mana Nanda menenangkan dirinya, di saat sedang bersedih.


Mobilnya Kini melaju dengan kecepatan sedang . Perjalanan menuju ke danau menghabiskan waktu sekitar setengah jam . Tak terasa air mata nya pun mulai mengalir membasahi kedua pipinya. Mengingat kembali kejadian lima tahun lalu . Dan bahkan putra kesayangannya mulai menanyakan ayah biologisnya. Apa yang kini Nanda akan lakukan??. Kesedihan , kebingungan pun menjadi satu. Begitu sesak hatinya saat ini. Begitu banyak beban yang harus ia tanggung.


Setengah jam kemudian , Nanda telah sampai di pinggiran danau. Disana ad sebuah bangku yang selalu menemani nya di waktu ia bersedih. Tepat kejadian Lima tahun lalu ,ia juga menenangkan diri di danau tersebut.


Tangisnya pun semakin menjadi . Kenapa hidup ini mempermainkannya ??? , Apa salahnya , sehingga kejadian itu menimpa dirinya? . Begitu banyak pertanyaan yang kini berada di benak Nanda . Kesedihan yang selama ini ia pendam pun keluar . Hanya dengan mengeluarkan air matanya Nanda bisa sedikit lega. Hanya hembusan angin yang kini setia menemaninya.


" Ayah ,ibu , Apa yang harus ku lakukan saat ini ??" Guman Nanda yang masih termenung di pinggiran Danau .


Namun tiba-tiba ada beberapa pria berpakaian hitam menghampiri dirinya.


" Nona , tolong ikut kami sebentar, Tuan kami ingin bertemu dengan Nona " Kata salah satu pria berpakaian hitam .


" Siapa kalian ??" Tanya Nanda yang kini mulai waspada.


" Nona akan tau sendiri siapa kami? Mari ikut kami , menemui Tuan kami " pinta pria berbaju hitam dengan sopannya.


" Maaf , aku sedang sibuk saat ini dan tak bisa kalian ganggu " Kata Nanda yang kini mulai menghubungi Aldi melalui jam tangan milik nya.


" Tuan kami tak menerima penolakan , penolakan berarti harus di paksa " Kata Laki laki berpakaian hitam sambil menyuruh anak buahnya menangkap Nanda .


" Kalian , hai lepaskan aku , kalian sungguh bajingan , lepaskan aku ,kalian akan menyesal " Teriak Nanda yang kini sudah tertangkap oleh anak buah pria berpakaian hitam tersebut.


Kali ini Nanda dalam masalah , karena dirinya pergi tak di ikuti oleh para bodyguard nya. Sedangkan Aldi masih mencari keberadaan Nanda melalui jam tangan yang di pakai oleh Nanda setelah mendapat kabar darinya.


Para Bodyguard nya juga mulai sibuk melakukan pencarian . Tak lupa Aldi juga menghubungi Nia sahabat Nanda. Aldi memintanya untuk menjaga Alex dengan baik .


" Non Nia , tolong jaga Alex dengan baik " Kata Aldi yang membuat Nia bertanya tanya.

__ADS_1


" apa yang terjadi??" Tanya Nia yang masih penasaran.


" Nona Nanda seperti dalam bahaya , tadi Nona sudah mengirimkan singal melalui jam tangan nya" Jelas Aldi sambil memainkan Leptop nya , untuk mencari lokasi Nanda.


" Baiklah , tolong segera temukan dia " Kata Nia Yang kini mulai kawatir akan keadaan Nanda.


" Dan coba kamu cari di danau pinggir kota , biasanya Nanda akan kesana di saat hatiinya bersedih" Kata Nia lagii.


Setelah mendapat kabar dari Aldi , Nia juga segera menghubungi rekan rekan nya untuk membantu mencari keberadaan Nanda. Kali ini ia merasa sangat kawatir akan keadaan Nanda .


" Dimana kamu Nan????" Guman Lirih Nia sambil memeluk erat keponakan nya yang kini sedang asik melihat acara kartun di bioskop.


...*****...


Kabar hilangnya Nanda pun kini telah sampai ke telinga Alvino . Dengan cepat dirinya memberi perintah kepada para bawahannya untuk melakukan pencarian juga . Alvino merasa kawatir akan keselamatan Nanda . ia juga sempat mendengar sebelum menghilang Nanda sempat pergii ke sebuah danau pinggir kota. Tak tau kenapa dirinya saat ini sangat mengkuwatir nya. Apalagi pertemuan mereka hanya sekilas saja .


Alvino pun bergegas menuju ke danau tersebut . Sedangkan Wendi memeriksa semua kamera pengawas yang menjadii tempat dimana Nanda melintas. Karena Wendi juga sama jenius dengan Aldii asisten Nanda .


" Dimana Kamu sekarang Nan ??" Guman Lirih Nia yang kini sudah dalam perjalanan pulang.


Sedangkan Alex sudah tertidur di pangkuan Nia . Kali ini Bodyguard Nanda yang mengendarai Mobil Nia . Ia diperintahkan oleh Aldi untuk melindungi Nia dan alex kecil. Kemungkinan sasaran selanjutnya adalah Alex kecil . Dimana kelemahan Nanda kini berada.


" Menurut informan , Nona Nanda di bawa paksa oleh beberapa pria berbaju hitam , Bos " Kata salah satu Bawahan Aldii.


" Brengsek , siapa sebenarnya yang berani mengusik majikanku???" Kata Aldii dengan geramnya.


" Dan ini Barang barang Nona yang tertinggal di bangku pinggir danau " Kata Bawahan Aldii.


Aldi pun segera mengambil tas dan Ponsel Nanda . Di sana sudah ada sebuah rekaman suara yang tersimpan . Rekaman tersebut di buat oleh Nanda setelah pria baju hitam itu berbicara kepadanya. Dengan seksama Aldi pun mendengar apa yang telah di bicarakan oleh beberapa pria sesudah membuat Nanda jatuh pingsan.

__ADS_1


" Halo tuan , Nona Nanda sudah berada di tangan kamii " Kata pria berpakaian hitam tersebut.


" Baik tuan , Kami akan segera membawa nya kesana " Ucap pria berbaju hitam yang kini sedang menerima telpon dari seseorang.


Aldi pun semakin marah dengan apa yang ia dengar .


" Kemungkinan besar dia adalah lawan bisnis perusahaan Aldiansah , dari mana mereka tau bahwa Nona Nanda adalah pemilik perusahaan Aldiansah?? , Apa Mereka lah yang telah melakukan rencana pembunuh di desa waktu itu ??" Guman Aldi yang kini mulai berfikir ,cara menyelamatkan Majikan mudanya.


Dan tak lama Kemudian sebuah ketukan pintu pun membuyarkan lamunan Aldi.


" Tok......tok........tok......." Suara ketukan pintu dari luar ruangan Aldii.


" Masuk " Kata Aldii dari dalam ruangan nya.


Seseorang pun memasuki ruangan Aldi . ia adalah Nia bersama Alex yang kini berada di gendongan nya.


" Bagaimana hasilnya ???" Tanya Nia yang baru saja membaringkan tubuh kecil Alex yang masih tertidur lelap di sebuah sofa yang ada di ruang kerja milik Aldi .


" Belum ada Hasilnya sama sekali , pelacak singal di jam tangan Nanda pun juga sulit di temukan , seperti nya mereka telah menyadarinya " Kata Aldii yang kini masih menatap layar leptopnya.


" Brengsek , siapa sebenarnya yang menculik nya ??" Tanya Nia dengan wajah yang menampilkan kekawatirannya .


" Seperti nya lawan bisnis perusahaan Aldiansah" Kata Aldii yang membuat Nia menatap tajam ke arahnya.


" Apa???? , Bagaimana bisa mereka mengetahui bahwa Nanda adalah pemimpin perusahaan ini ??" Tanya Nia dengan marahnya.


" Kemungkinan besar Dialah orang yang mengirim kelompok pembunuh di desa waktu itu " Jelas Aldi lagii.


Nia pun sangat terkejut saat mendengar jawaban dari Aldi. Para pembunuh itu sudah sampai di kota . Yang berarti nyawa Nanda akan dalam bahaya dan harus di awasi secara ketat.

__ADS_1


" Brengsek " Kata Nia sambil mengepal erat salah satu tangannya.


__ADS_2