
Langkah Nanda pun berhenti setelah sampai di tempat tujuan . Ia kini menatap tajam ke arah Laki laki yang kini sedang duduk di hadapan nya . Mulut nya pun tak bisa berkata kata , Namun beribu hujatan kini berada di benak Nanda.
" Ada urusan apa anda membawa saya kemari ??" Tanya Nanda yang berusaha untuk berkata dengan sopan , walaupun mulut nya ingin melontarkan kalimat pedasnya.
Laki laki itu pun hanya menampilkan senyum nya , Kemudian berkata dengan sangat lembut , seolah olah sudah mengenal lama Nanda.
" Duduklah terlebih dahulu , baru kita bicarakan selanjutnya" Kata laki laki tersebut .
Nanda pun langsung melakukan apa yang laki laki itu perintah kan dan bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Ada urusan apa anda membawa saya kemari ??" Tanya Nanda lagiii dan menampilkan wajah tanpa ekspresi.
" Kamu lupa dengan ku ??" Tanya Laki laki itu dengan suara lembutnya, Namun mengisyaratkan sesuatu.
" Maaf , apakah kita pernah bertemu ??" Tanya Nanda yang tak mengerti apa maksud dari perkataan laki laki tersebut.
Karena Nanda tak mengenal banyak orang, Hanya teman akrabnya saja yang kini ia ingat.
" Sungguh teganya kamu dengan ku ?? Sudah menjadi pengusaha sukses dengan mudahnya , kamu melupakanku " Kata Laki-laki itu dengan ekspresi wajah yang terlihat sedih.
Nanda masih belum mengingat tentang laki laki tersebut. Ia bingung mau berkata apa dengan laki laki yang kini ada di hadapannya . Namun yang pasti Laki laki itu mempunyai maksud dan tujuan yang tidak baik .
" Baiklah , kalau kamu tak mengingat ku , aku akan memperkenalkan diriku lagii kepadamu " Kata Laki-laki itu sambil mendekati Nanda .
Laki laki itu pun langsung memegang tangan Nanda tanpa meminta izin darinya . Sontak membuat Nanda terkejut dan menarik kembali tangannya. Namun tidak berhasil karena laki laki itu memegang tangan nya dengan sangat erat.
" Lepaskan.... " Kata Nanda dengan tatapan tajam nya , namun tak di hiraukan oleh laki-laki tersebut.
__ADS_1
Dan hanya menampilkan senyum di wajah nya saat melihat tingkah Nanda yang begitu marah dengan perilakunya.
" Sifat mu tak berubah sama sekali " Kata Laki laki yang kini mencium punggung tangan Nanda.
" Perkenalkan namaku Andre , Laki laki yang berulang kali kau tolak cintanya" Kata Andre yang membuat Nanda Sangat terkejut .
" An.........dre...... , Kamu...... ba...ga.....imana Kamu..... bisa keluar secepat ini " Tanya Nanda dengan gagapnya.
Karena Andre adalah laki laki yang terobsesi padanya. Dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan Nanda. Terakhir bertemu saat Andre ingin menjadikan Nanda milik nya , dengan cara yang salah dan akhirnya andre masuk ke dalam penjara selama 15 tahun . Dengan tuduhan melecehkan Nanda dan percobaan pembunuhan.
" Kamu terkejut , Kenapa aku bisa secepat ini keluar dari penjara busuk itu ??" Kata Andre yang kini ada di belakang Nanda sambil membelai rambut panjang nya.
Sedangkan Nanda terlihat sangat takut kepada Andre dan mengingat kembali kejadian 10 tahun yang lalu saat dirinya masih kuliah di universitas negeri bersama dengannya . Kenangan buruk akan kejadian di masa itu , kini terus bermunculan. Semakin lama tubuh nya semakin gemetar . Ia takut kejadian di masa itu kembali ia alami saat ini.
" Ada apa Nan ?? , Kau sudah mengingat ku ??" Tanya Andre yang mengetahui perubahan wajah Nanda yang kini menjadi sedikit pucat.
" Mau apa kau sekarang membawa ku kesini ??" Tanya Nanda yang berusaha untuk berbicara setenang mungkin walaupun ketakutan sudah menguasai hatinya.
" Aku....aku tak mau menikah dengan mu , aku juga sudah memiliki seorang putra dre " Kata Nanda yang masih berusaha untuk tenang menghadapi Andre laki laki yang dulu pernah mencoba meniduri nya .
" Aku tak peduli dengan penolakan mu , yang terpenting saat ini adalah kau tak akan pernah bisa kabur dariku lagii Nanda " Kata Andre dengan tatapan tajam dan membuat Nanda gemetar karena rasa takut sudah menguasai dirinya.
Sedangkan di tempat lain , Alvino sudah sampai duluan di pinggir hutan tempat dimana mereka berkumpul.
" Wen , kamu lama banget sampai nya " Kata Alvino melalui telepon nya.
" Bentar lagii sampai Vin " Ucap Sahabat nya yang tak lain adalah Wendii.
__ADS_1
Dan setengah jam kemudian keduanya pun telah sampai beserta anak buah nya. Dilihat nya seorang pemuda yang sudah menunggu kedatangan yang tak lain adalah Alvino Pratama.
Tak menunggu lama mereka pun kini mulai merencanakan sesuatu . Karena tempat yang kini mereka datangi sangatlah ketat . Tak lupa alex kecil juga membantu nya . Ia kini mencoba untuk memanipulasi komputer yang ada di Villa Andre. Bagaikan permainan game anak anak . Karena sudah terbiasa mempermainkan data komputer sebuah perusahaan. Dan yang paling sering di buat uji coba adalah perusahaan Nanda mamanya sendiri .(😝😝😝 maaf terlalu menghalu).
" kak Al , atu udah selesai " Kata Alex d Video callnya.
" Baiklah , bagaimana hasilnya ???" Tanya Aldii yang kini sudah percaya penuh dengan Alex kecil.
" Eress kak , tinggal masuk aja , atu akan membuat para bodyguard cibuk " Kata Alex dengan seyum nakalnya dan membuat Aldii merasa heran .
" Baiklah " Kata Aldi Kemudian mematikan sambungan Video callnya .
Sedangkan Alvino dan Wendi sangat bingung dengan apa yang di bicarakan keduanya .
" Maksudnya alex apa Al ??" Tanya Alvino yang masih merasa heran.
" Tuan muda sudah berhasil masuk ke jaringan komputer di Villa yang beradaada di dalam hutan " Kata Aldi dengan santainya nya
"Apa ???????? kok bisa " Jawab Alvino dan Wendi yang kini sangat terkejut.
" Aku pun juga tak tau , Setelah bawahan ku memeriksa hasil kerja Tuan muda , ternyata memang benar Nano muda ada di sana , bahkan pelacak yang aku berikan ke jam tangan milik Nona saja tak bisa ku lacak " Jelas Aldi dengan mengotak ngatik leptopnya.
" Dan lihatlah ini Tuan " Kata Aldi lagii sambil menyodorkan Leptopnya kepada Alvino .
" Aku memasang kamera tersembunyi di kamarnya Tuan muda , karena tak bisa selalu mengawasi nya dan baru kali ini saya memeriksa nya dengan jelas " Ucap Aldi yang pertama kali melihat aktivitas Alex juga sangat terkejut.
Alvino dan Wendi pun segera melihat layar leptop , di sana terlihatlah Aktivitas Alex kecil yang saat ini berada di rumah . Ia kini sedang asik memulai aktivitas nya. Berbagai camilan sudah berada di samping nya . Tangan nya pun dengan cepat mengotak ngatik layar ponselnya. Bukannya bermain game melainkan mempermainkan jaringan komputer milik orang lain . Sesekali seyuman jahilnya menghiasi wajah imut Alex . Sedangkan kedua nya hanya begong saat melihat aktivitas alex . Dan tak menyangka bahwa anak seumuran nya sudah menguasai dunia heaters.
__ADS_1
" Baiklah , jangan biarkan usaha Alex kecil sia sia , ayo kita berangkat sekarang " Seru Wendi yang sebenarnya ingin melanjutkan melihat ekspresi Alex yang sedang mempermainkan komputer milik seseorang.
Tak menunggu lama mereka pun kini mulai berangkat . Hari juga sudah mulai gelap , Menambah kewaspadaan mereka . Para bodyguardnya juga mengikuti langkah majikannya.