
Namun tiba-tiba suara tembakan menghentikan laju mobil Nanda dan Aldi .
" Ssssiiiiiiit......." Suara mobil direm mendadak.
" Sial , ban mobil kita kena tembak " Kata Aldi sambil berusaha menghentikan mobil putih nya.
Detak jantung Nanda pun kini berdetak dengan kencang . Bukannya jatuh cinta melainkan ketakutan yang kini mulai merasuki dirinya.
" Al bagaimana ini ??" Kata Nanda sambil memejamkan kedua matanya dan juga menutup kedua telinganya.
" Jangan takut Nona , Aku ada di sini " Kata Aldi menenangkan majikan mudanya.
Kini suasana menjadi sangat tegang ketika baku tembak terjadii di sekitar mobil putih Nanda. Para bodyguard nya dengan langkah cepat nya melindungi majikan mudanya.
" Dor........dor.......dor......" Suara tembakan antara keduanya kelompok.
" Bos , seperti nya kejadian ini sudah mereka rencanakan " Kata Salah satu bodyguard nya Nanda.
" ya seperti begitu , cepat kalian lindungi Nona muda dan selalu memperhatikan sekeliling kita, Jangan sampai kita kecolongan lagi" Ucap Aldi yang kini ada di luar mobil bersama anak buahnya.
Sedangkan Nanda masih berada di dalam mobilnya, berlindung dari baku tembak yang kini terjadi di antara keduanya. Dengan menutup rapat kedua telinga dan kedua matanya . Nanda kini begitu ketakutan dan banyak melontarkan kalimat doa di dalam hati nya . Kaca mobilnya juga kaca anti peluru , jadi Nanda bisa berlindung di dalam nya untuk sementara waktu.
Rasa takut dan trauma akan kejadian itu kini Nanda ingat kembali . Namun Nanda berusaaha melawan rasa takutnya itu . Kini Aldi dan anak buahnya berjuang untuk melindungi dirinya , Sebagai majikan nya ia harus kuat dan tak takut dengan siapapun.
" Aku......aku....... aku harus melawan rasa takut ini , dirumah masih ada yang menungguku dan para bawahan ku juga rela mati demi diriku " Guman Nanda sambil memegang erat kedua pistol pemberian Aldi . ( Sebenarnya satu senjata api yang di berikan oleh Aldi kepadanya , Namun Nanda punya simpanan satu lagii di dalam tas pesta nya. Hanya untuk berjaga jaga).
Baku tembak masih terjadii. Aldi dengan cepat membalas tembakan Mereka. Kali ini Aldi berurusan dengan mafia dunia hitam. Sungguh orang misterius itu mau membunuh habis Keluarga Aldiansah termasuk Nanda majikan mudanya. Siapa di balik kejadian ini sebenarnya?Sungguh membuat Aldi penasaran.
" Dor ......dor.......dor...... " Suara Tembakan darii pihak Aldii.
__ADS_1
" Dor ......dor.......dor......." Suara tembakan dari pihak lawan .
Persaingan dunia bisnis sangat menakutkan. Apakah kali ini Nanda selamat dari baku tembak itu ??? , masih menjadi pertanyaan bagii Author dan yang lainnya.
Sedangkan Alvino kini masih dalam perjalanan menuju ke rumah dan tanpa sengaja juga melewati jalan yang sama dengan Nanda dan Aldi. Namun dua buah mobil hitam menghalangi laju mobilnya.
" Ah Siiiit ... apa lagiii inii?? , Mau pulang aja kok susah banget , mana udah malem ngapain di tutup jalan??? " Gerutu Alvino yang masib di dalam mobilnya.
Namun seseorang mengetuk kaca mobilnya membuyarkan umpatannya.
" Tok ......tok......tok...... " Suara ketukan kaca mobil darii luar.
" Ya pak , ada apa ??" Tanya Alvino dengan malas nya "
" Maaf tuan jalanan ini tak bisa di lewatii " kata lelaki berpakaian hitam selayaknya seorang bodyguard keluarga kaya.
Alvino pun dengan cepat memutar mobilnya. Dan tak sengaja melihat senjata api yang di pegang oleh lelaki itu . Dan membuat nya makin penasaran. Ia pun bergegas menghubungi Wendi yang kini mungkin sudah menjelajahi alam mimpinya.
" Dreeet.......dreeet......dreeeeet..." Suara ponsel berdering.
" Hmmmm...... , siapa sih malem malem ganggu tidur ku " Kata Wendii ketika terbangun namun kedua mata masih tertutup.
Ia pun langsung mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang menghubungi nya.
" Hmmm..... ,siapa niii ??? " Kata Wendii dengan suara seraknya ketika bangun tidur.
" Wen......Cepat bangun dan periksa di jalan xxxx ada perbaikan apa ??? , kenapa aku tak di perbolehkan lewat di jalan itu " Perintah Alvino dengan nada dinginnya yang membuat Wendi membulatkan kedua matanya.
" Siap bos " Kata Wendi yang langsung terbangun dan hampir terjatuh dari tempat tidur nya karena terkejut mendengar suara menyeramkan dari Alvino Pratama .(sampai segitunya wendi takut ama AlVinoπππ)
__ADS_1
Wendi langsung bergegas menuju keruang kerjanya , yang berada tak jauh dari ruang kamar tidurnya . Tak lupa sebuah Leptop menamani malamnya saat ini .
" Sungguh menyebalkan , apa ia tak tau ini udah mulai tengah malam " Gerutu Wendii sambil jemarinya menari nari di atas Leptop milik nya.
Setengah jam kemudian , Wendi sudah menyelesaikan apa yang di minta Alvino selidiki. Ia kini sangat terkejut saat mendengar baku tembak yang terjadi di daerah tersebut. Namun sangat di sayangkan Wendi tak bisa melihat isi dari kamera tersembunyi di daerah itu. Karena gelap nya layar yang ada di kamera tersembunyi yang berada di tempat tersebut . Hanya suara saja yang wendii dapatkan. Mungkin sudah lama tak di perbaiki boleh yang punya
" Vin , aku udah dapat , sepertinya ada baku tembak di daerah itu, dan aku juga sempat melihat dua mobil mewah melewati jalan yang di tutup itu " Kata Wendii melalui ponsel nya.
" Baiklah , dan cari siapa kira kira yang menjadi target mereka??" perintah Alvino lagi.
" Aku juga sudah menemukan nya , mobil putih itu milik perusahaan Aldiansah yang di kendarai Ceo dan asistennya , kalau mobil hitamnya sepertinya di kendarai oleh para Bawahan Aldii" Jawab Wendii dengan cepat nya.
Tak menunggu lama Alvino pun memberi perintah untuk Wendi dan anak buahnya untuk menuju ke tempat nya. Tak tau apa yang ia pikirkan saat ini . Namun ia begitu yakin dengan apa yang dilakukan saat ini .
Sedangkan di tempat Nanda saat ini menjadi semakin menegang kan , Beberapa bodyguard milik Nanda pun terluka karena terkena senjata api dari lawannya . Kini tinggal Dua Bodyguard saja yang melindungi Nanda dan Aldi .
Baku tembak masih berlangsung . Seakan belum berhenti jika orang yang berada di pihak Nanda belum terkena peluru semua . Sedangkan Nanda kali ini mulai memberanikan diri untuk melawan rasa takutnya . Keduanya tangannya pun sudah memegang senjata api , Layaknya seorang yang sudah ahli dalam bidang tersebut. Namun kenyataannya memanglah benar. Selama tinggal di desa ia sudah di ajari untuk mengunakan senjata api.Tapi semenjak kejadian itu Nanda pun berhenti menggunakan nya.
" Dorr.......dor.......dor........" Suara baku tembak diantara kedua kelompok.
Nanda tak mau ketinggalan , Dengan cepat ia memainkan pistolnya di Kedua tangannya . Dan kini mereka saling melindungi. Sedangkan yang terluka Aldi sembunyikan di samping Mobilnya . Agar tak terkena peluru dari senjata api milik lawannya.
Kini kecepatan Nanda memainkan pistolnya pun menjadi perhatian dari pihak lawan. Mereka sangat terkejut saat Nanda turun tangan ke lapangan . Pihak lawan tak menyangka , Seorang wanita bisa menggunakan senjata api dengan sangat lincah , seperti hal nya para ahli yang menggunakan senjata apinya.
" Non , selamat datang lagi , di dunia yang kejam ini " Guman Aldi di saat melihat sisi keberanian Nanda kembali lagii .
Hanya dalam waktu beberapa menit saja , Nanda sudah melumpuhkan setengah dari pihak lawan nya. Namun sebuah suara mengejutkan pendengaran nya.
Siapakah dia ?? , Kenapa mau membunuh Nanda ???, apa sebenarnya yang terjadi di saat Perusahaan Aldiansah berkembang dengan pesat???. Ini masih menjadi pertanyaan bagii yang membaca . Dan tunggu episode selanjutnya ya ππππ
__ADS_1