
Kini pesta akan dimulai. Para tamu undangan juga sudah berdatangan . Nyonya Winda pun segera membuka acara pesta ulang tahun nya.
" Terimakasih atas kedatangan anda anda semua di pesta ulang tahun saya yang ke 45 tahun ini , saat yang berbahagia ini saya juga akan mengumumkan hari pernikahan putra kesayangan saya ,yang akan dilaksanakan pada bulan depan tepatnya di tanggal muda " Kata Winda dengan seyum manis menghiasi wajah cantiknya.
" Dan perkenalkan Ini adalah calon istri Alvino yang bernama Nanda pemilik butik terbesar di kota ini dan yang kecil adalah cucu saya yang bernama Alex Pratama " Kata Nyonya Winda lagii yang memperkenalkan calon menantu nya beserta cucu pertama.
Sontak membuat para tamu bertanya tanya. Namun Winda segera membuyarkan perbincangan mereka.
" Maaf karena Keluarga kami memiliki banyak sekali musuh , maka pernikahan tersembunyi terpaksa kami lakukan , demi melindungi cucu pertama keluarga kami " Jelas Winda yang membuat semua orang terdiam dan tak melanjutkan perbincangannya.
Sedangkan Alvino dan Nanda pun hanya tersenyum melihat ucapan Winda , yang menurut mereka sudah di persiapkan sejak awal.
" Aku memiliki mertua yang sangat menariik " Kata Nanda dengan seyuman yang kini menghiasi wajah cantiknya.
" Ya begitulah ibuku " Ucap Alvino yang mendengar Nanda berbicara sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
Acara santai pun sudah di mulai . Kini Para tamu undangan langsung memberi selamat kepada Nyonya keluarga Pratama . Tak lupa pula mereka juga memberi selamat kepada Alvino dan juga Nanda .
Sedangkan Alex tetap menempel di pelukan Winda sambil fokus dengan layar ponselnya. ia tak peduli dengan tatapan gemes dari para tamu undangan. Karena ia lebih suka dengan permainan game barunya yang tak lain adalah menerobos pertahanan tingkat kedua perusahaan Aldiansah dan membuat Aldii semakin gemes dengan tingkat laku Alex kecil .
Karena dirinya sudah berulang kali mengganti kode keamanannya. Namun Alex tetap saja dengan mudah membobol keamanan Perusahaan Aldiansah. Begitu pula dengan Aldi yang juga berusaha membobol kembali kode keamanan dari sistem komputer Alex , namun tetap saja gagal . ( wah bakal jadi berita heboh nii 😅😅, Heaters nomer satu di dunia di kalahkan oleh anak berusia empat tahun)
" Kamu lagi main apa lex ???" Tanya Winda yang penasaran dengan apa yang Alex kecil lakukan.
" Lagii main game nek " kata Alex yang masih fokus dengan ponsel nya.
" Baiklah , Nenek gak akan ganggu kamu , tapi jangan nakal ya " Kata Winda yang meneruskan Aktivitasnya yang tak lain adalah perbincangan antar pembisnis besar lainnya.
Sedangkan di tempat Vivi , saat ini ia sedang memberikan kode kepada pelayan , yang ia suap untuk segera memberikan makanan atau minuman yang sudah di persiapkan khusus untuk menjebak Alvino.
" Apakah sudah siap ??" Tanya Vivi kepada pelayan yang di selundupkan kedalam kediaman Pratama .
__ADS_1
" Sudah Nona " Kata Pelayan itu dengan seyuman jahatnya.
" Bagus , apakah tempat yang telah direncanakan sudah siap juga ??" Tanya Vivi kepada pelayan itu lagii.
" Beres Nona , tepat di kamar Tuan muda Alvino " jawab pelayan itu dengan penuh keyakinan.
Namun mereka tak menyadari bahwa kamera tersembunyi yang ada di kediaman Pratama telah menangkap aktivitas nya saat ini.
" Tuan Wendii , kapan kita akan bergerak ??" Tanya bawahan Wendi yang saat ini berada diruang khusus milik Alvino , tepat nya di ruang bawah tanah.
" Nanti ,kita lihat saja dulu , apa yang akan di lakukan oleh wanita jalang itu kepada tuan Alvino ?? setelah itu, terserah kalian mau berbuat apa kepada wanita itu " Kata Wendii sambil menampilkan senyum d wajah tampan nya. seakan akan mengandung maksud tertentu.
" apakah kalian sudah menempatkan yang lain di sekitar Tuan muda dan calon nyonya pratama?? " Tanya wendi lagi kepada anak buahnya.
" Sudah Tuan " Jawab bersamaan para anak buahnya.
Tak lama kemudian pergerakan Vivi pun terlihat di layar komputer milik Wendii. ia kini terus mengawasi pergerakan nya. Sedangkan pelayan yang bekerja sama dengan Vivi di awasi oleh para bawahan Wendi yang berada di sekitar Alvino dan Nanda . Namun mereka menyamar sebagai tamu Keluarga Pratama . Dan hanya Alvino dan ibunya yang tau akan hal itu. Sedangkan Nanda tetap tenang walaupun saat ini ia menjadi target para wanita yang selama ini mengagumi Alvino.
"ya , taruh saja di meja " Kata Alvino yang belum mengetahui maksud dan tujuan pelayanan itu , karena ia jarang di rumah ,jadi dia tak hafal dengan para pelayan yang ada di kediaman nya.
Setelah kepergian pelayan itu Alvino pun mengambilkan segelas minuman untuk Nanda. Yang kebetulan minuman tersebut di buat khusus untuk menjebak nya. Namun Alvino belum mengetahui hal tersebut, Karena Wendi belum juga memberi kabar tentang hal tersebut.
" Apa kamu tak haus ??, dari tadi tak minum atau pun makan "
Tanya Alvino yang tak mengerti dengan pikiran Nanda.
Karena selama ini ia tak pernah melihat Nanda makan dan minum di acara pesta. Seperti saat ini.
" Maafkan aku ,aku sudah terbiasa dengan cara seperti ini , Mungkin aku terlalu waspada " Kata Nanda yang merasa bersalah akan sikap kewaspadaan yang tinggi.
" Tidak apa-apa , aku mengerti akan hal ini dan ini minumlah " Kata Alvino yang kini memberi kan segelas anggur merah.
__ADS_1
" Terimakasih Vin " Kata Nanda dengan seyuman di wajah cantik nya .
Nanda pun langsung meminum minuman dari Alvino.Ia tak mau membuat calon suami nya itu bersedih , karena sikap kewaspadaan nya.
" Kenapa anggur ini rasanya aneh ya ??" Tanya Nanda dlam hatii.
" aah mungkin hanya perasaan ku saja " Kata Nanda dalam hatinya lagii.
" Tidak mungkinkan Alvino memasukkan obat ke dalam minuman ini " Kata Nanda dlam hati nya kembalii.
Namun tiba-tiba salah satu bawahan nya pun mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Alvino yang kini masih duduk di samping Nanda.
" Tuan , Nona Vivi seperti nya sudah menjalankan rencana nya" Bisik pria berpakaian hitam .
" Baiklah , kalian urus keluarga mereka sekarang juga , jangan sampai merusak momen kebahagiaan keluarga ku " Kata Alvino dengan nada dingin nya.
" Baik Tuan " Kata pria berbaju hitam dan setelah itu berlalu pergii meninggalkan Tuannya.
Setengah jam kemudian , lampu tiba-tiba padam dan membuat para tamu menjadi sangat panik . Begitu juga dengan Vivi dan kedua orang tua yang tak kalah panik nya. Karena seseorang telah menangkap mereka dan membuat nya pingsan untuk sementara waktu.
" Sumber masalah sudah di bersihkan Tuan " Kata Para bawahan Wendi yang saat ini telah membawa tubuh Vivi dan kedua orang tua untuk di bawa ke markas nya .
" Baiklah , sekarang bawa Mereka pergi " Perintah Wendi dengan Nada dinginnya.
Sedangkan Nanda kini........
Lanjut besok ya ..........
Dan selamat membaca dan
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊😊
__ADS_1