
Tak terasa hari sudah mulai gelap. Kini Alvino sudah mengendarai mobilnya menuju ke perusahaan Aldiansah untuk menjemput Nanda , istri tercinta nya .
Setelah satu jam perjalanan Alvino sampai ke tempat parkir pribadi yang di khususkan untuk Ceo perusahaan Aldiansah , yang tak lain adalah Nanda Aldiansah.
"Selamat datang Tuan " Kata salah satu Bodyguard yang kini menghampiri Alvino .
" Ya , Apa nyonya sudah selesai " Tanya Alvino dengan nada dinginnya .
" Belum , Nyonya saat ini masih berada di ruang kerjanya dan masih mengerjakan sesuatu " Kata Bodyguard dengan nada hormat kepada suami dari majikan nya .
Setelah mendengar jawaban dari para Bodyguard Nanda , Alvino pun melangkah pergi menuju ke lift pribadi , yang langsung sampai ke ruang kerja milik Nanda .
sepuluh menit kemudian pintu Lift terbuka dan terlihatlah Nanda yang masih fokus dengan tumpukan kertas di hadapannya.
" Butuh bantuan ??" Kata Alvino menawarkan dirinya saat sampai diruang kerja Nanda .
" Ya aku sangat butuh bantuan , apa kamu bisa membantu ku " Kata Nanda dengan nada Manja.
" Tentu saja aku bisa membantu , mana yang perlu aku periksa ?? " Tanya Alvino dengan nada lembut nya .
" Yang ini saja , karena ini Dokumen rekan bisnis baru perusahaan Aldiansah dan besok akan datang kesini untuk membahas kontrak kerjasama " Kata Nanda dengan nada lelahnya
" Kenapa harus aku yang periksa ?? , tak ada berkas lain selain ini ??" Tanya Alvino kepada Nanda .
" Tak ada sayang , dan aku sangat percaya dengan suamiku ini " Kata Nanda dengan seyuman manis nya .
" Baiklah , akan aku bantu , sebisaku " Kata Alvino yang mulai memeriksa berkas berkas milik rekan baru perusahaan Aldiansah yang meminta untuk bekerja sama .
Namun tiba-tiba terdengar suara kerusuhan yang berada di luar ruang nya .
" Brak ......... brak ........ brak......" Suara salah satu pintu di dobrak , tapi tak tau pintu sebelah mana .
" Vin suara apa itu ??" Tanya Nanda yang penasaran .
Karena seluruh karyawan di perusahaan Aldiansah sudah pulang ke rumah nya masing-masing.
" Aku tak tau , hubungi saja salah satu Bodyguard untuk memeriksa keadaan di luar " Kata Alvino sambil memeriksa berkas yang ada di tangan nya.
__ADS_1
Tak menunggu lama, Nanda langsung menekan tombol di telepon nya dan setelah beberapa detik kemudian ......
" Ada yang bisa saya bantu Nona ??" Tanya Bodyguard kepada Nanda.
" Ya , coba kamu periksa d luar ruang kerja ku " Perintah Nanda dengan nada dingin nya .
" Baik Nona " Kata Bodyguard yang kini langsung mematikan sambungan ponsel.
Bodyguard itu pun langsung memeriksa seluruh ruangan yang ada di luar ruang kerja Nanda . Namun anehnya tak ada yang mencurigakan sama sekali .
Sedangkan Aldi baru saja tiba di ruang kerja dan terkejuut saat melihat para bodyguard dalam made kewaspadaan nya.
" Apa ada masalah ?" Tanya Aldi yang baru kembali dari rapat di salah satu rekan bisnis perusahaan Aldiansah.
" Iya Tuan , Nyonya menyuruh kami memeriksa setiap ruang yang berada di luar ruang kerjanya " Kata Salah satu Bawahan nya.
" Emang ada apa ??" Tanya Aldi kembalii .
" Saya tak tau Tuan ?? , Saya hanya menjalankan perintah " Kata Bodyguardnya itu.
" Apa kau sudah memeriksa di kamera pengawas" Tanya Aldi dengan tatapan yang kelihatan sangat lelah .
" Baiklah , ayo kita periksa sekarang ?? , takut nya ada penyusup yang masuk ke perusahaan Aldiansah " Kata Aldi yang merasa kawatir karena informan nya mengatakan kalau kelompok jaringan hitam sudah mulai bergerak dan ini sangat membahayakan anak Majikan nya .
Setelah beberapa detik kemudian , mereka pun sampai ke ruang rahasia milik perusahaan Aldiansah . Ruangan itu hanya beberapa orang yang mengetahui nya. Termasuk juga Nanda dan bawahan kepercayaan nya .
Lama mereka memeriksa rekaman kamera pengawas . Disana terlihat kejadian seperti biasa . Dari pagi para pegawai bekerja dan di sore hari mereka pulang , karena sudah jam pulang kantor .
Namun setelah sedikit lama menunggu . Direkaman tersebut nampak seorang pemuda memakai penutup muka, jaket dan sebuah topi . Dia saat itu sedang berjalan menuju salah satu Ruangan . Tak tau apa yang dilakukan pemuda itu di dalam ruangan penyimpanan . Namun setelah lama melihat rekaman kamera pengawas . Pemuda itu pun keluar dengan membawa salah satu dokumen . Tak tau dokumen apa yang ia bawa . Yang pasti kali ini Perusahaan Aldiansah telah mengalami pencurian .
" kenapa bisa pencurian ini dengan mudah memasukkan perusahaan Aldiansah ??? , kemana kalian berjaga ??" Tanya Aldi dengan tatapan tajam nya .
" Semua Bodyguard sudah berada di tempat masing-masing " Kata Bodyguard dengan kepala yang menunduk sebagai tanda hormat nya .
" Tapi kenapa pencuri kecil ini bisa masuk ??" Tanya Aldi yang masih menatap tajam .
" Kami akan segera memeriksa nya Tuan " Kata Bodyguard dengan nada tegasnya.
__ADS_1
Karena ini kelalaiannya , dan sudah semestinya menjadi tanggung jawab nya.
" Baiklah dan coba kau periksa kamera pengawas di bagian ruang penyimpanan " Perintah Aldi dengan nada lelahnya .
" Baik Tuan " jawab Bodyguard nya sambil melangkah menuju ke tempat dimana Komputer lainnya berada .
Karena kamera pengawas yang berada di ruang penyimpanan berbeda dari kamera pengawas lainnya . Dan tak lama kemudian ........
" Seperti Pemuda itu mengambil dokumen tentang proyek yang akan kita mulai bulan depan " Kata Bodyguard sambil menarikan jemarinya di atas Keyboard .
" Ooooh ........ ,siapa yang mau menciptakan masalah buat perusahaan Aldiansah ???" Tanya Aldi dengan senyuman jahat nya .
" Tapi itu percuma saja " Kata Aldi kembalii dengan tatapan yang penuh dengan bayangan
"Cepat Selidiki , siapa Pemuda yang berani berurusan dengan perubahan Aldiansah ?? Jika sudah ketemu langsung bawa ke markas , untuk di interogasi " Kata Aldi Sambil memikirkan sebuah ide yang sangat gila bahkan bisa dengan mudah mengambil nyawa seseorang.
Karena di balik sifat ramahnya , ada sifat kejam yang ia sembunyikan di lubuk hati paling dalam . Dan hanya para bawahannya yang mengetahui sifat kejam Aldii. Bahkan Nanda tak mengetahui hal tersebut.
Sedangkan di tempat Nanda dan Alvino saati ini.......
" Aaah ........ akhirnya selesai juga " Kata Nanda yang sangat leleh setelah menyelesaikan pekerjaan .
" Kamu ke perusahaan Aldiansah berapa kali selama seminggu ?? , kenapa tumpukan berkas sebanyak ini ??? " Tanya Alvino kepada Nanda .
" Gak pasti Vin , kadang seminggu sekali , kadang dua seminggu sekali , dan itupun juga tergantung mood ku " Kata Nanda dengan nada yang kelihatan sangat lelahnya .
" Buat seminggu sekali biar pekerjaan mu gak sebanyak ini " Kata Alvino memberi solusi kepada Nanda .
" Baiklah , suami ku " Kata Nanda yang kini berada di pangkuan Alvino suaminya .
Dan tak tau dah kejadian selanjutnya . Karena saat ini ke dua tangan nakal Alvino mulai beraksi .
" Viinn............ " Kata Nanda yang membuat Alvino bersemangat dan tak menghentikan Aktivitas nya .
Dan ............ tunggu lah episode selanjutnya 😁😁😁
Maaf baru Update , karena kemarin Author lagi sibuk , sehingga gak sempet buat episode baru , maaf ya 🙏🙏🙏.
__ADS_1
Dan selamat membaca , semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊😊.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊.