Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik

Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik
eps 24


__ADS_3

Sedangkan Alvino kini hanya bisa meminta maaf kepada Nanda , atas apa yang ia lakukan di lima tahun lalu. Ia tau betapa susahnya untuk memaafkan dirinya saat ini. Terlihat dari wajah Nanda yang kini sedang sangat kacau . Alvino pun langsung memeluk erat tubuh Nanda yang masih berdiri dengan tatapan kosongnya.


" Maaf , aku sungguh minta maaf , Selama lima tahun ini , aku selalu mencari keberadaan mu , tapi sangat sulit untuk menemukanmu Nan ,Maaf sekali lagi maaf , membiarkan mu menghadapi masalah yang telah aku perbuat " Kata Alvino yang masih memeluk erat tubuh Nanda.


" Nan , aku mau bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan kepadamu , tolong izinkan aku masuk ke dalam hatimu , aku ingin menjadi pelindung mu Nan " Kata Alvino dengan deraian air mata.


" Jahat , kamu jahat , kenapa ...... kenapa ....... kamu lakukan kepadaku .....kenapa Vin ??? , aku buat salah apa sama kamu ??" Tanya Nanda yang kini masih dalam pelukan Alvino .


" Maaaf ini salah ku , maaf Nan" Kata Alvino dengan perasaan sesal yang di pendam selama ini.


Lama keduanya melampiaskan kesedihan mereka. Kini keduanya sudah mulai tenang. Ditatapnya Nanda dengan wajah sembabnya.


" Nan ......" Panggil Alvino yang kini melihat Nanda melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Nanda pun berhenti dan berkata tanpa membalikkan badannya.


" Kalau kamu mau menemui Alex , temui saja , Tapi tentang aku memaafkanmu atau tidak hanyalah waktu yang bisa menjawabnya " Kata Nanda sambil mengenakan topeng nya kembali.


Tak tau apa yang kini Nanda rasakan , namun yang pasti , ada secercah harapan di hati kecilnya. Ia tak tau ini berkah atau bencana . Yang terpenting baginya saat ini adalah menengah dirinya dan langsung menemui sahabat nya Mirna yang kini menjadi dokter pribadi nya.


Sedangkan Nia masih berada di luar negeri ya.............😊😊😊


...****...


Hari sudah Menjelang sore . Kini Nanda sudah berada di ruang kerja Mirna. Diceritakan semua yang terjadi kepada Mirna . Nanda merasa sangat tertekan akan hal tersebut. Buliran air mata pun jatuh membasahi kedua pipinya. Seketika tangisnya pun pecah . Sedangkan Mirna kini hanya bisa memeluk erat tubuh Nanda . Ia tau betapa terpukul nya Nanda saat ini.

__ADS_1


" Menangis lah , luapkan emosi mu , itu akan lebih melegakan dari pada kamu tahan " Kata Mirna sambil mengusap lembut punggung Nanda.


" Dan pertimbangkan lagi perkataan Tuan Alvino , Alex masih membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah " Kata Mirna lagii sambil menenangkan Nanda yang kini masih menangis di pelukannya.


Dua jam kemudian hati Nanda pun sudah tenang . Kini ia sedang tertidur pulas di sofa ruang kerja Mirna. Sedangkan Mirna hanya menatap wajah sembab Sahabat kecilnya tersebut.


" Kasian sekali hidup mu Nan " Guman Lirih Mirna yang kini melangkah pergi menuju ke ruang pasien .


Karena pekerjaannya tadi telah tertunda oleh kedatangan Nanda , Sahabat sekaligus majikannya.


...***...


Pagii pun datang , Saat ini Alex sudah bersiap untuk melakukan aktivitas pagiinya . Dilihat nya Aldi yang sudah berada di ruang makan .ia kini sedang menyiapkan Roti dan susu untuk sarapan Alex kecil. Sedangkan Nanda masih ada di ruang kerja Mirna. Ia tak mau pulang dengan wajah sembabnya. Alex akan mengetahui bila dirinya baru saja menangis . Nanda tak mau membuat sang putra kuwatir akan keadaan nya saat ini. Hanya Kedua sahabat nya yang kini setia menemaninya di waktu kesedihan datang kepadanya.


" Kamu tak pulang??? , hari sudah pagii , pasti Alex kecil mencarimu" Kata Mirna dengan nada lembut nya.


" Trus Alex kecil bagaimana??" Tanya Mirna yang Sudah rapi dengan Jas Dokter nya.


" Semalam Aku sudah telfon Aldi untuk memberitahu Alex bahwa aku gak pulang , pasti ia mengerti " Kata Nanda yang kini melangkah ke kamar mandi .


" Ooooh baiklah dan bajumu ada di dalam almari " Kata Mirna dengan senyuman manis nya.


" Ya dan makasih sudah mau menemaniku malam ini" Kata Nanda yang kini sudah mulai membaik.


Sedangkan di tempat Alvino Pratama kini ia sedang merencanakan sesuatu untuk membuat Nanda memaafkan dirinya. Ia tau perbuatan nya itu sudah sangat keterlaluan . Namun bagaimana lagi jika takdir sudah menentukan , kita sebagai manusia harus tetap tegar menghadapinya. Pasti ada maksud baik di balik semua ini.

__ADS_1


...*****...


Sebulan pun berlalu , Kini Alvino sudah kehabisan akal untuk meluluhkan hati Nanda. Selama sebulan penuh ia berusaha untuk mendapatkan maaf dari Nanda. Namun hasilnya tetap sama , Ia tak pernah mau menemui Alvino . Malah sering kali Nanda sengaja menghindari pertemuan dengannya.


" Baru kali ini aku menemui wanita seperti mu Nan " Guman Lirih Alvino sambil menatap ruang kerja Nanda yang berada di butik.


Berbeda dengan Nanda yang kini malah sering tersenyum. Seakan akan menikmati penderitaan orang lain bersama Winda ibu Alvino dan bisa di bilang calon mertua nya yang memiliki sikap yang kocak habis.


" Mam , apa gak kasian Alvino kita kerjain seperti ini??? " Tanya Nanda yang sebenarnya sudah memaafkan Alvino .


" Biar aja , siapa suruh dia menyakiti wanita cantik seperti mu , Sekali sekali boleh donk memberi pelajaran sama bocah tengil itu " Kata Winda yang kini bermain dengan Alex cucu kesayangan.


Selama setengah bulan Winda sudah sering bertemu dengan Nanda . Bukan karena bisnis , melainkan ingin menemui Nanda dan Alex sebagai calon menantu dan cucunya.


Winda merasa sangat kesal kepada putranya yang tak segera membawa Nanda dan Alex ke rumah nya . Ia ingin sekali menemui mereka. Namun Alvino masih tak mengizinkan ibunya untuk menemui kedua nya . Alvino takut akan membuat Nanda semakin marah . Jadi Winda secara sembunyi sembunyi menemui calon menantu nya itu. Sungguh mertua aneh yang kini sedang mengerjai putranya yang tak lain Alvino.


Sedangkan Nanda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah calon mertua nya yang kini berada di hadapan nya.


" Apa aku telah mengambil keputusan yang benar untuk memulai sebuah hubungan ??" Tanya Nanda di hati nya yang kini masih bersama calon mertua nya.


" Sungguh kasian AlVino saat ini " Guman lirih Nanda sambil menatap ke arah Alvino yang masih berada di butik nya .


Karena sedang menunggu Nanda keluar dari ruang kerjanya. Untuk meminta maaf kepada nya. Namun Nanda sudah ditahan oleh mertuanya dan tak di perbolehkan keluar dari ruang kerja nya . Hadeeeeh...... membuat Author pusing tujuh keliling niiii...........


Hai para readers tersayang 😊😊😊 , maaf ya baru update . Karena kesibukan Author bertambah banyak. Jadii harus cepat diselesaikan sebelum hari raya idul Fitri . Tapi Author akan tetap Update kok , walaupun tak menentu ,kadang pagii kadang malam . Selonggarnya Author dah Update nya😁😁😁.

__ADS_1


Dan selamat membaca semoga tak mengecewakan 😊😊😊.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen dan Vote .


__ADS_2