
Baku tembak masih berlanjut . Kali ini Aldii dengan sigap menghindarii tembakan dari lawannya . Sedangkan Alex bersembunyi di dalam mobil dengan sebuah pistol yang tak sengaja ia temukan di saku kursi mobil . Tak tau apa yang akan di lakukan dengan senjata itu . Namun saat ini ia memegang pistol nya dengan benar . Sesuai arahan yang telah ia lihat di salah satu video yang pernah temukan. Yang tak lain adalah Video tentang rencana pembunuh seseorang.
" Dor.......... dor.......... dor......... " Suara tembakan dari pihak lawan .
" Dor........ dor......... dor......" suara tembakan dari senjata Aldii .
Baku tembak semakin lama semakin seru . Pihak lawan dengan cepat kehilangan banyak orang. Satu persatu dari mereka tergeletak mati tak bernyawa. Aldi selalu menembak lawan tepat di bagian vitalnya. Tak salah sebutan dia sebagai penembak jitu yang merupakan legenda yang sudah lama tak terdengar lagi .
Hingga akhirnya satu mobil berwarna hitam menghampiri nya . Yang di kira teman malah lawan yang menodongkan pistol di kepala Aldii .
" Sangat luar biasa , Kekuatan penembak jitu , jika kamu mau berpaling dari Tuanmu aku bisa memaafkan mu saat ini " Kata Seseorang yang menggunakan jubah hitam dan bertopeng.
" Maaf , aku lebih baik mati ketimbang mengkhianati Majikan ku saat ini " Kata Aldi yang tak memiliki perasaan takut , namun Kekawatiran nya kepada majikan mudanya ,yang tak lain Alex kecil.
" Oooh jadi kau memilih mati ya , akan aku kabulkan " Kata orang berjubah hitam yang menggunakan topeng.
" Silahkan , aku selalu siap menerima kematian yang membanggakan ini " Kata Aldi dengan nada yang tak kelihatan gentar sama sekali.
Karena ia sudah berjanji untuk setia sampai mati kepada Kepala keluarga Aldiansah dan tak akan pernah berkhianat , walaupun kesepakatan yang lebih baik ada di depannya. Nyawanya saat ini adalah milik keluarga Aldiansah.
" Baiklah , sekarang bersiap lah " Kata Orang berjubah hitam.
Namun dari balik pintu belakang mobil yang terbuka sedikit .......
" Dor........ dor......... dor........ " Seara tembakan yang tak tau siapa yang melakukan .
Dan seketika membuat orang berjubah hitam itu langsung tergeletak dan senjata nya terjatuh di bawah mobil Aldi. Karena lengan dan kakinya terkena tembakan .
" Tuan ........." Teriak para bawahannya.
Namun di saat mendekat Alex dengan cepat turun dan menodongkan pistol kepalanya.
Seperti video yang pernah ia lihat. Karena pemahaman dan cara tanggap nya cepat .
" Jangan bergerak , jika kalian tak mau peluru ini menembus kepala nya " Kata Alex dengan tatapan tajam nya dan mengeluarkan aura yang menakukan bagaikan raja di jaringan hitam.
__ADS_1
Tak ada ekpresi takut di wajah nya. Begitu santai saat pertama kali menghadapi kejadian saat ini . Sungguh anak yang luar biasa. Berbeda dengan anak anak yang lainnya ,yang akan ketakutan jika menghadapi kejadian saat ini .
" Hai anak kecil , itu bukan mainan anak-anak jadi biarkan paman yang memegang nya " bujuk Orang berjubah hitam.
" Diamlah dan menurut jika kamu tak mau aku tembak " Kata Alex dengan nada tinggi dan mengeluarkan Aura seorang pemimpin .
Orang berjubah hitam itu hanya menelan Slavina nya dan ........
" Auranya begitu menakutkan , jika di ajari sedikit saja akan menjadi anak yang sangat hebat , bila selamat dari sini aku akan mengurus nya " Kata hati orang berjubah hitam yang tak lain bos dari kelompok yang menyerangnya Aldii dan Alex kecil.
Sedangkan Aldi masih dalam keterkejutan nya. Namun tak berlangsung lama . Karena ia tak mau keselamatan majikan mudanya terancam .
" Tuan muda , biar saya saja yang membunuhnya nya , anda kembali bersembunyi , kan saya yang berperan sebagai pelindung tuan muda " Kata Aldi dengan nada lembut nya.
Tak lupa Aldi juga mengambil senjata yang di letakkan di depannya .
" Tapi ....... , aku masih ingin bermain tembak tembakan " Kata Alex dengan nada polosnya, berbeda dengan yang tadi.
" Baik lah , kalau begitu Tuan muda bersama Non Nia saja , karena permainan nya sudah selesai " Kata Aldi yang melihat kedatangan Nia .
" Alex , kau tak apa apa ??" Kenapa kamu memegang pistol ??" Tanya Nia dengan nada kawatir nya dan menatap tajam kearah Aldi yang tak tau apa-apa.
" Dari kantong di mobil ibu " Seru Alex dengan nada imutnya.
" Ini bukan mainan untuk anak-anak , jadi berikan kepada ibu ya " Bujuk Nia dengan nada lembut nya.
Namun malah di jawab dengan gelengan kepala nya.
Dan tak lama kemudian Kedua buah mobil hitam datang . Dan keluarlah para bawahannya Aldi . Dengan sigap pula mereka langsung menangkap setiap orang yang tersisa termasuk juga bos yang kini masih di tangan Aldii.
" Maaf kami telat datang ke sini " Kata Para bawahan Aldi.
" Tak apa , yang penting Tuan muda tak terluka kali ini dan interogasi mereka , setelah itu tunggu perintah dari ku " Kata Aldii yang melihat ke arah Alex kecil yang masih memegang erat senjata nya.
Karena ia tak mau memberikan mainan barunya kepada Nia.
__ADS_1
" Hanya mamanya yang bisa membujuk kali ini " Guman lirih Nia yang tak abis pikir dengan tingkah laku Alex yang terbilang masih kecil.
Mobil hitam milik Nia kini sudah melaju dengan kecepatan sedang . Menanyakan setiap kejadian yang baru menimpa Alex , anak angkatnya.
" Apa Kamu tak takut ??" Tanya Nia dengan nada lembut nya.
" Aku tidak takut ibu , malah seru , yuk kita main lagii " Ajak Alex dengan polosnya.
" Hai itu bukan mainan sayang " Kata Nia dengan nada lembut nya.
" Aku tau kalau tadi bukan mainan , jika itu hanya mainan paman itu tak akan berdarah ibu " Kata Alex yang membuat Nia terkejut.
" Apa kamu yang tadi menembak nya????" Tanya Nia dengan nada yang sama .
" Hmmmm , sangat seruu " Kata Alex tanpa mengalihkan pandangannya.
" Heh , anak ini , kenapa tak mempunyai rasa takut sama sekali ??" Kata Nia yang kini menggeleng kepalanya.
Sedangkan Aldi menaiki mobil bawahan nya menuju ke markas besar milik Aldi di sebuah hutan yang jarang di datangi seseorang.
Perjalanan menuju ke kediaman utama Keluarga Pratama memakan waktu satu jam . Karena Nia melewati jalan pintas. Kini keduanya memasukii ruang tamu . Dan terlihat lah Winda yang sedari tadi menunggu kedatangan cucunya .
" Apa yang membuatnya kalian lama sekali ?" Tanya Winda dengan nada kawatir nya.
" Ada sedikit masalah Tante " Kata Nia yang menunjukkan sikap ramah nya.
" Masalah apa ?? , dan apa yang kamu bawa Alex ??" Tanya Winda dengan rasa terkejut nya.
" Main nek , seru banget " Kata Alex yang kini berada di samping Winda .
Sedangkan Winda menatap Nia menuntut penjelasan dari nya. Dan akhirnya Nia pun bercerita tentang kejadian setelah ia datang . Sesekali Alex juga menjawab setiap pertanyaan yang di tanyakan oleh Winda , neneknya .
" sangat layak menjadi keturunan nya " kata hati Winda .
Sudah ya dan selamat membaca, semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊😊.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😘😘😘