
Dua Minggu kini sudah berlalu . Nanda sekarang sudah mulai aktif melakukan aktivitas nya. Yang tak lain adalah bekerja di butik sekaligus di perusahaan Aldiansah. Ia kini selalu di kawal oleh para bodyguard nya , yang menyamar sebagai pegawai baru di butik Nanda.
Sungguh susah menjadii pengusaha sukses yang kini hidup nya mulai tak tenang . Karena banyak nya lawan bisnis yang menargetkan dirinya.
" Nia ,kamu aja ya yang menghadiri rapat nanti siang " Pinta Nanda yang kini masih berkatup di layar leptop nya.
" Emang kenapa ???" Tanya Nia yang kini masih sibuk dengan camilan nya.
" Nanti Siang juga ada rapat di Perusahaanku , dan harus aku yang memimpin rapat itu " Jelas Nanda yang masih sibuk dengan layar leptop nya.
" Baiklah , nanti Alex biar ikut aku aja ya " Kata Nia sambil menampilkan seyuman di wajah cantik nya.
" iya , tapi sekarang seperti nya masih bersama Vino dehc " kata Nanda yang membuat Nia terkejut.
" Apa ????? , Bukannya sekolah ?? "Tanya Nia dengan nada penasaran nya.
" Gak , sekolah nya libur , tadi Vino sudah minta izin untuk membawa Alex kerumahnya" Ucap Santai Nanda dan mendapatkan tatapan menyelidik dari sahabat nya.
" Ada bau bau mencurigakan ni ??" Kata Nia yang membuat Nanda salah tingkah .
" Apaan sih kamu ?, sana siapkan berkas untuk rapat nanti " Pinta Nanda yang membuat Nia tersenyum menggoda.
" Wah , sahabat ku sudah mulai beraniii niii " Ucap Nia sambil berlari saat Nanda mau melempar nya dengan bolpoin di samping nya.
" Nia jangan meledek ku " Teriak Nanda yang mulai menampakkan wajah merona nya.
Semenjak kejadian dua Minggu lalu Alvino semakin dekat dengan Keluarga Nanda , apalagii dengan Alex kecil yang juga sering di ajak main ke rumah Alvino. Seperti saat ini yang sedang asik memainkan Leptop Alvino .
" Om , om lihat pegawai kantol om kalang kabut" Ucap Alex sambil tatapannya fokus ke layar Leptop nya.
Alvino pun Hanya menampilkan seyuman dan memikirkan nasib sahabat nya yang kini sedang ada di kantor .
"Huh , kasian sekali Wendi, Pasti lagii pusing tujuh keliling di kerjain bocah cilik ini " Pikir Alvino saat ini.
Tak menyia-nyiakan kesempatan Alvino juga diam diam mengambil beberapa helai rambut Alex Untuk di berikan kepada dokter pribadi nya yang tak lain adalah sahabat nya sendiri yang bernama Mahendra.
ia kini akan melakukan tes DNA , guna untuk memastikan kebenaran bahwa Alex adalah putra biologis nya. Dan juga Nanda adalah wanita yang selama ini ia cari. Karena Wendi tak dapat meneruskan penyelidikan nya lebih jauh lagi . Ada pihak ketiga yang sengaja memblokir kejadian Lima tahun yang lalu. Ntah itu lawan atau kawan , karena kehidupan nya kini penuh dengan lawan bisnisnya .
__ADS_1
" ha.....ha....ha.... , om Wendi sudah angkat tangan " Kata Alex dengan rasa bahagia nya , bisa membuat Wendi kualahan .
Dan tak lama lagii ponsel Alvino pun berdering tanda seseorang menghubungi nya.
" Ada apa??" Tanya Alvino dengan nada santainya kepada si penelpon.
" Vin , gawat data perusahaan di curi " Ucap Wendi dengan rasa kekawatirannya .
" Apa ?? , kok bisa ?? , bagaimana cara kamu bekerja wen ??" Kata Alvino yang berpura pura panik .
" Orang itu seperti sangat hebat dalam hal ini " Kata Wendi kembali .
Dan tak lama kemudian suara tawa alex kecil pun terdengar dan di susul oleh tawa Alvino yang membuat Wendii terkejut . Karena selama ini sahabat nya itu jarang sekali menampilkan seyum atau tawa bahagia nya .
" om wen , kalah ama aku " Kata Alex yang begitu senang saat mendengar nada kawatir Wendii.
" Hai..... jangan jangan Kamu dan alex mengerjaiku ya..??" Kata Wendii yang sadar akan kelakuan calon keponakan dan sahabat nya itu.
" Bukan Aku wen , tu Alex kecil yang sedang bermain game perusahaan " Ucap Alvino yang masih tertawa karena dalam keadaan hati yang senang.
" Apa ???? ,main game katanya 😳😳 , parah ni anak , mencuri data perusahaan di samakan dengan main game " Kata Wendi Sambil menggeleng kepalanya tak percaya dengan tingkah alex kecil yang mempunyai pemikiran yang sangat jenius.
" Dasar kamu niii , kenapa tak memberitahu ku ?? " Kata Wendii dan tak mendapat jawaban dari Alvino kemudian sambungan teleponnya d matikan olehnya.
" Dasar.....kampret " Teriak Wendii yang kesal akan sikap Alvino saat ini.
Kini keduanya pun tertawa dengan rasa bahagia , karena sudah berhasil mengerjai Wendi dan membuat nya sibuk di Perusahaan Pratama. Bahkan para karyawan yang tak berdosa pun kena marah juga olehnya.
"Sungguh pasangan ayah dan anak yang menyebalkan........" Guman Wendi yang kini sudah mulai memulihkan kerusuhan yang di buat oleh Alex kecil.
...****...
Kini hari sudah menunjukkan waktu d siang hari. Nanda dan Nia kini melangkah pergi ke kafe terdekat untuk mengisi perut nya yang kini sudah berbunyi.
" Nan , mau pesen apa ??" Tanya Nia kepada sahabat nya .
" Samakan aja ma punya kamu " Ucap Nanda dengan seyuman manis nya.
__ADS_1
" Baiklah , tunggu sebentar" Kata Nia yang kini melangkah pergi untuk memesan makanan nya.
Beberapa menit kemudian , Nia pun kembali dan memulai perbincangan mengenai rapat yang akan di adakan satu jam lagii , guna menjebak seseorang .
" Gimana tadi berkasnya , sudah kamu periksa??" Tanya Nia kepada Nanda.
" Sudah , semuanya normal , Nanti kamu pancing saja dia ??" Kata Nanda dengan nada serius nya.
" Kalau itu jangan di minta lagii , aku akan membuatnya membuka kedoknya sendiri " Ucap Nia sambil menampilkan seyum liciknya.
" Pasti dia akan melakukan sesuatu yang merugikan orang itu " Batin Nanda yang tau sifat kejam Nia dalam dunia bisnis.
Karena kini seseorang sedang menargetkan butik nya dan menaruh mata mata di rapat nya nanti Siang . Namun Nanda tak merasa kawatir sama sekali tentang hal tersebut . Rencana nya kali ini begitu bagus dan bisa menusuk dua burung sekaligus.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang . Kini kedua memulai aktivitas nya . Hanya dentingan sendok yang terdengar saat ini .
Setelah setengah jam kemudian mereka pun sudah menyelesaikan aktivitas makannya . Dan segera kembali melakukan aktivitas yang belum di selesaikan oleh keduanya.
Namun suara familiar menghentikan langkah keduanya.
" Mama , ibu angkat , Alex kecil nan tampan kembali " Teriak Alex yang kini sedang berlari ke arah Nanda .
" Alex jangan berlari gitu , nanti kamu terjatuh " Kata Nanda yang kini sudah memeluk tubuh kecil Alex .
" tenang aja Alex kan kuat mama" Ucap Alex dengan nada lucunya dan menjatuhkan sebuah ciuman di pipi Nanda.
" Kamuu inii " Ucap Nia sambil mengusap lembut rambut Alex kecil .
Kemudian Nanda beralih melihat ke arah Alvino yang kini sudah ada di hadapannya. Nanda pun langsung menampilkan senyuman manis nya yang membuat jantung Alvino berdetak kencang.
" Terimakasih telah menjaga Alex" Kata Nanda dengan nada lembut .
" Tak apa , aku tak keberatan dan aku juga sangat menyukai Tingkah lucu alex " Kata Alvino dengan nada yang tak kalah lembut dengan Nanda .
Udah dulu ya ........
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like dan komen , Vote jika kalian berkenan 😊😊😊😊😊
__ADS_1
... ...