
Kini tiba waktunya hari yang telah mereka tunggu. Hari ini adalah hari perayaan pernikahan Alvino dan Nanda. Tak lupa Nanda juga menceritakan identitas asli nya kepada Winda. Ia tak mau memulai sesuatu hubungan dengan sebuah kebohongan. Pertama Nanda memberitau Informasi tentang identitas nya , Winda sangat terkejut . Namun keterkejutan nya itu segera mungkin ia hilang kan. Karena adanya sesuatu yang ia ketahui tentang keluarga Nanda , yang tak lain adalah sahabat nya . Tapi itu tidak bisa Winda ceritakan kepada nya. Ia harus menyembunyikan nya dan melindungi keluarga sahabat nya . Kini masalah semakin rumit jika seseorang mengetahui identitas lainnya dari Nanda menantunya. Dunia memang sangat kecil , semenjak perpisahan waktu itu ia akhirnya menemukan anak dari sahabat nya , yang tak lain adalah Nanda.
Flashback on
Disaat Winda dan ibu Nanda masih muda , Ketika berumur 20 tahun.
" Fan , apa Kau serius ingin keluar dari kelompok jaringan hitam ini ??" Tanya Winda kepada ibunda Nanda.
" Ya aku sangat serius kali ini , aku ingin hidupku kembali normal Danyti " Kata Fany nama samaran ibunda Nanda.
" Tapi Kita sekarang memiliki identitas yang sangat penting di sini dan hanya kematianlah, jika kita ingin keluar dari kelopak ini " Kata Winda yang dulu memiliki nama samaran Danyti .
" Aku akan diam diam pergi dari sini " Kata Feny dengan ketekatan yang tinggi.
" Baiklah , aku akan selalu menemanimu " Kata Danyti yang merupakan sahabat kecil ibu Nanda.
Karena mereka adalah anak yatim-piatu dan di rawat oleh ketua jaringan hitam pada umur sepuluh tahun , untuk di jadikan senjata mematikan dalam kelompok tersebut. Namun Keduanya kabur setelah mengetahui betapa kejamnya kelompok yang mereka ikuti saat ini .
Seminggu pun berlalu , Kini waktu keduanya untuk melarikan diri . Tak ada yang mengetahui rencana mereka saat ini. Para bawahannya pun bekerja seperti biasa. Saling menyapa dan memberi masukan . Menjalankan misi bersama sama. Dan hari ini adalah tugas Fany dan Danyti (Winda) , untuk mengerjakan misi tingkat A . Disitu keduanya akan menjalankan rencana nya.
" Apa kamu siap dengan rencana yang akan kita lakukan ??" tanya Danyti yang kawatir akan keselamatan Fany sahabat nya.
" Aku selalu siap dengan apa yang aku inginkan" Kata Fany dengan tegas.
Karena ia sangat ingin menjalani hidup Normal , seperti dulu . Diwaktu ada di panti asuhan.
Waktu pun berjalan dengan cepat , Kini Fany dan Danyti segera pergi menuju ke kota D , tempat misi tingkat A berada . Mereka di tugaskan untuk membunuh seorang pemimpin sebuah Klan . Namun belum pasti apa nama Klan tersebut.
__ADS_1
Di sana keduanya , menjalankan dengan sangat hati-hati . Namun kali ini keduanya tak serius mengerjakan Misi itu . Dengan langkah santai nya mereka memasuki sebuah ruangan , yang ternyata ruangan tersebut kosong . Tak ada seorang pun yang berada di sana . Seakan akan rencana nya kali ini berjalan dengan sangat lancar.
" Fan , semoga ini berhasil " Kata Danyti sambil meletakkan bom yang bisa menghancurkan seluruh Kediaman pemimpin Klan tersebut.
" Iya , semoga saja " Kata Fany tanpa ragu raguu .
Dengan gerakan cepat keduanya kini melompat dari lantai dua . Tak lupa mereka juga membuat tubuh palsu untuk menipu jaringan hitam. Tubuh palsu itu di buat seperti aslinya. Namun mereka tak tau aksinya kali ini telah di bantu oleh seseorang. Hanya Danyti yang melihat sekelebat bayangan di sebuah jendela kediaman itu. Namun Danyti hanya menganggap nya salah melihat .
Pelarian pun berhasil . Berita tentang kematian keduanya pun kini terdengar sampai ke jaringan hitam.
" Apa mereka berdua telah mati ?, itu tak mungkin terjadi , Mereka berdua adalah Ratu kematian di sini , Mustahil . Cepat selidiki " Perintah ayah angkat Fany dan Danyti.
" Baik , tuan " Kata para bawahan lainnya.
Kelompok jaringan hitam kini mencari Fany dan Danyti . Namun tak ada kabar dari kedua nya. Bahkan pemakaman keduanya pun telah di jaga ketat oleh beberapa orang berpakaian hitam. Tak tau siapa mereka . Namun yang pasti , Fany dan Danyti telah pergi jauh meninggalkan tempat yang menyimpan kenangan buruk bagi kedua nya.
Hingga keduanya menikah dengan pria idamannya dan menjalani hidup masing-masing . Disitu lah Fany dan Danyti berpisah.
Winda tak menyangka bahwa Nanda adalah anak dari sahabat kecil nya. Ia sangat ingin menemui ibu Nanda . Namun apalah daya Fany telah meninggal mendahului nya .
" Fan , aku akan melindungi Putri mu , seperti kamu melindungi aku dulu " Guman lirih Winda yang kini sudah berada di kamar nya untuk mengambil sesuatu untuk di berikan kepada Nanda dan Alvino.
Perayaan pernikahan pun kini di mulai . Banyak para tamu undangan yang sudah berdatangan . Begitu pula dengan kedua sahabatnya yang selalu hadir di saat Nanda melangsungkan pesta . Bahkan para pegawai di butik nya juga di undang. Sangat ramai acara pesta kali ini.
" Vin , banyak sekali tamu untuk kali ini" Kata Nanda yang kelihatan sangat cantik dengan riasan natural nya.
" Iya , Karena semua rekan bisnis di undang oleh ibu " Kata Alvino dengan nada lembut nya.
__ADS_1
" Oo , trus kapan mama nyiapin semua ini ???, Apalagi waktu nya kan mepet " Tanya Nanda dengan rasa penasaran yang tinggi.
" Tanya aja sama ibu. karena aku tak pernah mengurusi masalah pesta yang ada di kediaman ini" Kata Alvino dengan senyuman manis di wajah tampannya.
" Gah ah Kasian mama , ntar di kira gak suka dengan pesta yang telah dipersiapkan khusus untuk kita " Kata Nanda yang sebenarnya sangat senang dengan apa yang di persiapkan oleh Winda .
" Ya , ibuku selalu mempersiapkan pesta ini dengan sepenuh hati , apalagii demi putranya " Kata Alvino yang sangat sayang dengan ibunya , walaupun kadang galaknya minta ampun .
Sedangkan Alex kecil kini masih sibuk dengan leptop mamanya. Ia saat ini memilih bermain game ketimbang ikut pesta . Ia tak hoby dengan hal seperti itu. Apalagi banyak orang yang nantinya akan memegang pipi gembul nya. Bisa bisa hilang tampannya nantii .
Namun suara langkah kaki menghentikan aktivitasnya , karena Alex tak mau ada seorang pun yang tau jika dirinya telah bermain petak umpet dengan seseorang di Leptop Nanda . Bahkan Aldi dan Wendii juga tak mengetahui nya. Apa yang telah di lakukan Alex. Memang anak yang penuh misteri.
" Lex , kenapa kamu di sini ??? , Ayo ikut aku keluar " Kata Wendii yang selalu mengganggu Alex bermain .
" Aaaah ....... paman aku mau main niii " Seru Alex yang tak mau meninggalkan Leptop Nanda.
" Nanti aku ajak kamu main yang lebih seru " Kata Wendii yang membuat Alex menaikkan alis mata nya.
" Main apa paman ???"Tanya Alex dengan rasa penasaran yang tinggi.
" Ada aja , tapi jangan sampai papa kamu tau , bisa habis aku nanti " Pinta Wendii dengan pelannya.
" Ok , tapi kalau gak asyik aku beritahu papa ya " Kata Alex dengan seyum menunjukkan giginya.
" Ya dech , ayo ikut paman " Kata Wendii dengan seyum gemesnya , melihat tingkah laku Alex kecil.
" Ni anak ,pintar sekali dalam bernegosiasi , ahhhh ..... mirip sekali dengan papanya , aduuh.... bisa habis nii kalau nanti permainan nya gak seru " Pikir Wendii dalam hatiinya.
__ADS_1
Udah dulu ya ......
semoga tak mengecewakan 😊😊😊 dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😘😘😘