
Berita akan penyerangan Aldi dan Alex kecil pun kini sudah sampai ke telinga kedua orang tuanya . Kini mereka langsung bergegas menuju ke kediaman utama Keluarga Pratama untuk melihat keadaan putra kesayangannya .
" Vin , kenapa kamu baru memberitahu ku ???" Tanya Nanda dengan nada kawatir nya.
" Tenanglah , aku juga baru mengetahuinya dari ibu dan saat ini Alex tak apa apa " kata Alvino menenangkan istrinya tercinta nya.
Dan satu jam kemudian ,mobil Alvino dan Nanda sudah sampai di kediaman utama Keluarga Pratama.
" Lex ...... lex...... lex ....... " Panggil Nanda dengan wajah yang nampak kawatir nya setelah keluar dari mobil nya.
Kini Nanda langsung berlari menuju ke ruang tamu tempat dimana Alex dan keluarga lainnya berkumpul .
" Mama..........." Teriak Alex yang mendengar Nanda memanggil namanya .
" Kamu tak apakan ???, apa ada yang luka ??? , mana mama obatin " Tanya Nanda Sambil membolak-balik tubuh putra kesayangannya .
" Tenanglah mama ,Alex tak apa apa kok , malah kak Al yang terluka , tapi tadi permainan nya sangat seru , semua nya saling menembak , dan aku yang jadii orang yang dilindungi Kak Al " Cerita Alex dengan nada polosnya .
" Kamu ini ... , Mama sedang kawatir dengan mu , tapi kamu begitu senang menghadapi bahaya seperti itu " Kata Nanda dengan seyuman manis di wajah cantik nya .
Sedangkan yang lainnya kini hanya memukul lembut keningnya , saat melihat begitu asyiknya Alex menceritakan kejadian yang bisa merenggut nyawa kecilnya.
" Lex , siapa yang bilang ini permainan??" Tanya Alvino yang baru saja memasuki ruang tamu Kediaman utama Keluarga Pratama.
" Kak Al , besok papa ikutan main ya " Seru Alex dengan nada gembiranya .
" hah........ Anak ini sangat ajaib " Kata Alvino Sambil memijat keningnya .
Karena anak yang seumuran dengan akan takut bila melihat adegan yang berdarah . Tapi tidak untuk Putranya yang kini malah dengan asyiknya menceritakan semua kejadian yang ia lalui .
Apalagi jika Alvino tau , Alex sudah bisa cara memegang pistol hanya melihat sekilas sebuah Video pembunuhan . Mungkin ia akan langsung dua kali terkejut . Namun hal itu masih di rahasia oleh Winda dan Nia . Karena masih adanya Nanda saat ini . Mereka takut membuat Nanda Mengkawathirkan putra kesayangannya . Begitu juga dengan Alex yang tak mau membuat Nanda bersedih . Karena Nanda tak mau lagi kehilangan orang yang ia sangat sayangi.
...***...
__ADS_1
Seminggu sudah berlalu . Kini Keluarga Pratama sedang berkumpul dan sarapan pagi bersama . Hanya dentingan sendok yang saat ini mengisi ruang makan tersebut.
Dan setengah jam kemudian , Alvino dan Nanda sudah menyelesaikan aktivitas nya . Mereka kini akan berangkat ke kantornya masing-masing . Tak lupa Alvino dan Nanda berpamitan kepada Winda dan Alex kecil .
" Sayang , jangan nakal ya " Kata Nanda dan Alvino secara bersamaan .
" Ya mama " Kata Alex dengan nada patuhnya .
" Ma (ibu) kami berangkat " Kata Keduanya kepada Winda .
" Ya berhati-hati lah " Kata Winda dengan seyuman manis di wajah cantik.
Sedangkan Alex tidak di izinkan masuk sekolah , semenjak kejadian seminggu yang lalu . Kini akan ada guru yang datang ke kediaman utama Keluarga Pratama untuk mengajarkan berbagai pelajaran kepada cucu pertama Winda .
Dan Dua jam kemudian , pelajaran pun selesai . Alex kini pergi berlatih bersama dengan Winda di tempat pelatihan menembak yang berada di Ruangan khusus di Kediaman Pratama . Tanpa sepengetahuan dari Nanda . Sedangkan Alvino sudah mengetahui dan tak berani menolak permintaan Winda ibunya .
" Lex lihatlah Nenek baik baik ya " Kata Winda yang memperlihatkan posisi yang benar jika mau menembak .
" Dor ......... dor........ dor...... " Suara tembakan dari sejata Winda .
Dan setelah itu giliran Alex yang akan mempraktekkan Apa yang di ajarkan oleh Winda , Neneknya .
" Dor........ dor. ...... dor........ " Suara tembakan dari senjata milik Alex yang tepat sasaran walaupun tak mengenai titik vital nya.
" Baguus , tinggal sedikit lagii dan terus belajar " Seru Winda dengan seyuman manis nya .
" Makasih nenek " Kata Alex dengan nada lembut .
Selamat satu jam mereka berlatih menembak . Tak lupa pula Winda juga memberitahu akan bahaya senjata yang ia bawa ini . Alex juga tak diizinkan untuk memainkannya. Hanya di waktu darurat saja ia boleh menggunakan senjata itu .
Sedangkan Alex Kini mendengar setiap penjelasan dari neneknya. Walaupun sebenarnya ia sangat bosan akan penjelasan panjang lebar . Namun ia tetap mengerti apa yang di maksud dengan penjelasan dari Winda .
" Apa kamu sudah mengerti Lex ?" Tanya Winda yang melihat ekspresi lucu dari Cucunya .
__ADS_1
" Ya nek , Alex sudah ngertii koook " Ucap Alex dengan nada lucunya .
" Ya sudah sana mandi , bentar lagii guru les akan datang memeriksa tugas tugas mu harii ini " Perintah Winda dengan seyuman manis di wajah cantik nya .
" Ok nek " Kata Alex yang kini berlari kecil menuju ke kamar nya .
Karena dalam sehari Alex belajar dua kali . Dijam pagii dan di jam Siang . Gurunya pun juga berbeda , Biar membuat Alex tak merasa bosan dengan apa yang di ajarkannya. Bahkan dalam waktu seminggu sekali teman temannya pun di undang oleh Winda untuk menghapus rasa jenuh cucu kesayangan nya . Yang selama seminggu penuh berada di rumah . Karena penjagaan ketat oleh para bodyguardnya , Atas permintaan Nanda yang saat ini mengkawatirkan Putranya .
Sedangkan Aldi kini sedang mengintrogasi sekelompok orang yang akan membunuhnya .
Dengan cara yang sangat kejam dan sadis . Bahkan kuku kaki mereka kini di cabut satu persatu dari jari tangan dan kakinya , demi membuat mereka berbicara . Karena ini menyangkut keselamatan majikan nya dan perusahaan Aldiansah . Karena Kelompok jaringan hitam juga mulai bergerak . Gara gara informasi Nanda yang sebagi Ceo perusahaan Aldiansah terungkap .
" Apa belum cukup aku menyiksa tubuh mu ??? , apa kamu akan tetap bungkam ??? , Katakan siapa sebenarnya yang menyuruh mu??? , Jika kamu mau memberitahu ku , aku akan menyudahi penyiksa ini " Kata Aldi dengan seyuman jahatnya .
Namun ketua kelompok itu tetap diam dan hanya tersenyum di bibir yang sudah penuh dengan luka sayatan dan darah .
" Brengsek ........" Teriak Aldi yang sangat geram melihat sikap keras kepala nya.
Dan...........
" Buk .......... buk......... buk....... " Suara pukulan dari tangan Aldi yang memukul tubuh ketua kelompok yang akan membunuhnya .
" ha...... ha...... ha..... kamu tak akan mengetahui siapa yang menyuruh ku , Aku tak akan berkhianat ,lebih baik aku matii daripada aku mengkhianati bos besarku , ha....... ha...... ha...... " Tawa ketua kelompok pembunuh Sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya.
" Brengsek , kalau itu permintaan mu , rasakan ini" Kata Aldi dengN tatapan tajam nya .
Dan ........
" Dor......... dor ....... dor....... " suara tembakan yang mengakhiri kehidupan ketua kelompok pembunuh .
Udah dulu ya , jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊.
Dan selamat membaca 😘😘😘
__ADS_1