
Sedangkan Nanda saat ini sudah mulai merasakan tak enak pada tubuhnya . Rasa panas mulai ia rasakan. Sangat tak nyaman baginya saat ini. Namun ia berusaha untuk menahan rasa tak nyaman itu , sampai lampu di kediaman Pratama hidup kembali. Namun............
" Panas sekali , kenapa dengan tubuhku ini ???? , sial sekalii aku hari ini " Guman lirih Nanda yang masih terdengar oleh telinga Alvino .
" Kamu kenapa Nan ??, apa kau merasa tak enak badan ??" Tanya Alvino yang belum mengetahui apa yang kini terjadi pada Nanda.
" aku merasa tak enak badan Vin , badanku sangat aneh harii ini " Kata Nanda yang kini mulai mengeluarkan keringat di seluruh tubuhnya.
Tak menunggu lama Alvino pun langsung mengangkat tubuh Nanda , menuju ke kamarnya dengan mengunakan kacamata khusus untuk melihat di kegelapan malam.Karena pada saat ini lampu di kediaman Pratama belum dinyalakan.
" Tenanglah , aku akan segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu " Kata Alvino yang nampak kawatir di raut wajah nya .
Walaupun di kegelapan malam kedua mata Nanda masih bisa melihat samar samar wajah Alvino yang kini nampak kawatir dengannya .
"Dia kelihatan sangat kawatir kepadaku , berarti ia tak mengetahui kalau aku terkena obat bius " Kata Nanda di dalam hati nya.
Kini kaki Alvino terus melangkah , hingga sampai ke sebuah kamar . Yang tak lain adalah kamar nya sendiri. Orang orangnya Wendi juga sudah membersihkan kamar Alvino dari rencana jahat sang pelayan palsu dan juga Vivi d kediaman Pratama .
" Nan , tenanglah aku akan segera menghubungi Mahendra " Kata Alvino yang kini memainkan Ponsel canggih nya.
Namun tangan Nanda tiba-tiba meraba tubuh Alvino , yang membuat junior nya langsung bersemangat . Karena sudah lama , semenjak kejadian lima tahun yang lalu Alvino tak pernah mendekati seorang wanita manapun dan fokus untuk mencari keberadaan Nanda.
" Nan berhentilah , jangan bermain api dengan ku dan tangan mu mau menuju kemana ituu ?? " Kata Alvino yang berusaha menahan nafsu yang tiba-tiba muncul karena sentuhan lembut dari kedua tangan Nanda.
Namun Nanda tetap melanjutkan Aktifitasnya . Tangannya meraba tubuh kekar milik Alvino. Karena ia kini tak bisa menahan rasa panas pada dalam tubuh nya . Dan ketika menyentuh tubuh Alvino , Sensasi lain pun muncul , membuat tubuh nya bergerak dengan sendirinya. Meminta untuk terus di Sentuh oleh tangan dingin Alvino.
" Badanmu sangat dingin Vin , tolong dinginkan tubuh ku yang panas ini " Keluh Nanda dengan nada menggoda nya .
Alvino langsung menelan slavinanya. Ia kini semakin tak tahan dengan godaan yang Nanda lakukan kepada nya. Namun ia tetap pada pendiriannya , ia tak mau mengecewakan Nanda untuk kedua kalinya.
" Nan berhentilah , ku mohon " Kata Alvino yang kini memegang kedua tangan Nanda sambil menekan salah satu Nomor yang ada di ponsel nya.
Tak lama kemudian si pemilik no pun mengangkat telpon dari Alvino.
" Ada apa Vin ??, kok tumben kamu menghubungi ku " Kata Mahendra yang kini masih bekerja di rumah sakit pribadinya.
" Jangan banyak tanya , cepat ke rumah ku sekarang juga " Perintah Alvino dengan nada tak sabarnya .
__ADS_1
" Vin tolong aku , pinjamkan tubuh dinginmuu kepadaku , aaaah.......ahh .....mmmmm... panas sekali Vin.... " Kata Nanda yang semakin manja kepada Alvino .
" Vin Kau sedang apa sekarang ???" Tanya Mahendra penuh selidik karena mendengar suara wanita di sisi Alvinoo .
" Jangan banyak bertanya , cepetan datang di kediaman utama Pratama dan langsung menuju ke kamarku " perintah Alvino sambil menahan sentuhan kaki mungil milik Nanda yang sudah mulai nakal dan menyentuh bagian sensitif nya .
" Iya iya , bawel kayak cewek aja kamu ini Vin " Kata Mahendra Sambil mematikan ponsel nya.
" Hai kamuu........" Kata Alvino dengan marah , namun ponsel nya sudah di matikan oleh Mahendra .
" Dasar kutu kampret kamu Hen" Gerutu Alvino lagii .
Suasana pun semakin memanas ketika kedua tangannya berhasil lolos dari genggaman tangan Alvino . Kini Nanda semakin tak bisa mengendalikan dirinya sendiri . Pakaiannya pun satu persatu ia lepaskan. Hingga meninggal pakaian dalamnya saja.
Sedangkan junior Milik Alvino semakin bersemangat . Rasa ingin nya pun semakin tinggi . Namun apalah daya , ia tak mau menggunakan kesempatan ini untuk meniduri Nanda lagii. Walaupun sebentar Nanda akan menjadi miliknya seutuhnya .
" Nan........ ,apa yang Kamu lakukan ???" Tanya Alvino sambil menelan Slavina , karena melihat tubuh indah Nanda yang begitu menggoda .
Tak menunggu lama Alvino pun langsung mengambil sebuah selimut , untuk menutupi seluruh tubuh seksi Nanda. Namun Nanda terus memberontak dan mulai melepaskan kemeja Alvino secara paksa. Hingga kini menyisakan celana panjang nya.
" Hentikan Nan " Kata Alvino dengan wajah yang semakin memerah , karena Nanda terus menggoda nya dan kini kemeja sudah berserakan di lantai kamar nya.
"heeeh..... Kemana Tu bocah , Kenapa belum datang juga ??? , bisa lupa diri aku nanti ,jika ini terus berlanjut " Gerutu Alvino yang masih menampilkan wajah merah nya , karena tingkah laku Nanda yang sudah di pastikan karena obat bius dari seseorang.
Sedangkan di tempat pesta kini sudah normal kembali. Lampu juga sudah di nyalakan oleh Wendii. Karena sudah menangkap keluarga yang akan merusak pesta ulang tahun Winda ibu Alvino.
" Looh , Kemana Alvino dan Nanda bik?" Tanya Winda yang kini melihat sekeliling nya.
" Saya tak tau Nyonya " Kata Pelayan pribadi .
Tak lama kemudian Mahendra pun datang dengan membawa peralatan dokter nya.
" Ma dimana Alvino ??" Tanya Mahendra yang sebenarnya sudah mengetahui Alvino berada.
" Aku juga gak tau kemana dia ??, Coba kamu cari ia ke kamar " Kata Winda dengan seyuman manis nya .
" Baiklah ma , katanya ada yang sakit , makanya aku buru buru kesini " Kata Mahendra yang membuat Winda terkejuut.
__ADS_1
" Hah ....., Siapa yang sakit Hen??" tanya Winda yang menampilkan wajah kawatirnya.
" Tak tau ayoo kita kekamarnya sekarang ma , untuk melihat siapa yang sakit ?? " Ajak Mahendra kepada Winda Sambil menampilkan seyum manis nya .
Namun Winda menolak ajakan tersebut , karena masih banyak para tamu yang kini masih berada di taman belakang rumah nya.
" Kamu saja , Mama masih menemani para tamuu , Hen " Kata Winda dengan nada lembut nya.
" Baiklah ma " Kata Mahendra yang kini melangkah kakinya menuju ke kamar Alvino.
Setelah lama berjalan, kini Mahendra pun sampai di depan Kamar Alvino . Ia langsung membuka pintu kamar tersebut ,tanpa mengetuk pintu nya. Setelah terbuka , nampak lah adegan ciuman di antara Alvino dan Nanda . Mahendra pun sangat terkejut saat melihat nya.
" kamu mengundang ku untuk melihat ini ya , aaah lanjutkan saja , aku akan menemani Mama di bawah " Kata Mahendra yang kini menampilkan wajah merah nya.
" Hai berhenti di sana dan tolong bantu aku , Nanda sedari tadi bertingkah sangat aneh dan cepat sembuh dia , aku sudah tak bisa menahan nya " Kata Alvino yang nampak berupa menolak gulatan Manja dari Nanda yang kini sudah memakai baju tidur setelah usahanya yang sangat keras.
" Baiklah " Kata Mahendra dengan nada pasrah nya.
Mahendra pun langsung melakukan tugasnya . Ia dengan cepat memeriksa tubuh Nanda. Setelah setengah jam kemudian.....
"Obatnya adalah Kamu Viin , lakukan saja ,toh ia sebentar lagii jadi istri mu " Kata Mahendra dengan seyum mesum nya.
" Jangan bercanda , aku belum menikahi nya dan aku tak mau membuatnya kecewa padaku untuk ke dua kali nya" kata Alvino yang nampak gelisah tentang keadaan Nanda.
" masalah nya aku tak bisa mengobati nya , karena dosis yang di berikan terlalu banyak , aku hanya bisa memberi kannya obat penenang saja " Jelas Mahendra yang membuat Alvino mengerutkan keningnya.
" Siapa yang berani menyentuh calon istri ku ??, Eh....... jangan minuman dari pelayan itu yang bermasalah " Kata Alvino yang mengingat sesuatu.
" Mungkin saja dan kamulah yang harus menjadi penawar nya , jika tidak Nanda akan menderita menahan rasa yang tak terlampiaskan " Kata Mahendra lagii .
" Diamlah "Bentak Alvino .
Namun yang mendapatkan bentakan terus berbicara dengan nada santainya .
" Apalagi Junior kecilmu , sudah bersiap untuk memasuki rumah lamanya " Kata Mahendra menggoda Alvino Sambil melihat sesuatu yang tegang dari balik celana nya.
" Kau mau aku kirim......" Kata Alvino yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya , Mahendra sudah kabur dengan langkah cepat nya .
__ADS_1
Karena ia tau apa kelanjutan Kata kata Alvino 😁😁😁.
Udah dulu ya , Besok terusin lagii dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😘😘