Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik

Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik
eps37


__ADS_3

Hari semakin malam kini Wendii masih berada di rumah Aldi . Suasana di sana amat sangat menegangkan . Disaat Aldi mulai menceritakan kejadian yang lalu di saat terbongkarnya identitas Fany sebagai Ketua tertinggi di jaringan hitam dan mengharuskan untuk kembali ke tempat terkutuk itu. Namun Fany menolak dan berusaha kabur dari para utusan jaringan hitam.


Dan kebetulan Aldi pada saat itu berada di tempat kejadian pada umurnya yang ke Lima belas tahun . Karena ia sudah di latih sedari kecil untuk menjadi Asisten pribadi keluarga Aldiansah.


" Apa ????ibu Nanda adalah .......... " Kata Wendii yang terhenti karena tak percaya dengan apa yang di katakan Aldii.


" Benar Dia adalah Ketua tertinggi dari jaringan hitam dan masih ada satu lagii temannya , Tapi aku hanya samar samar mendengar namanya" Kata Aldii sambil berfikir untuk mengingat kembali kejadian saat itu.


" Siapa dia Al ??, pasti dia tau semua kejadian nya" Tanya Wendii dengan rasa penasaran nya.


" Kalau tak salah dia bernama........." Kata Aldi yang masih berfikir .


Karena ia masih belum ingat dengan nama yang sebenarnya udah ada di pikiran nya . Namun ia sulit untuk menyebutkannya.


" Namanya adalah...... Danyti ,tapi itu seperti sebuah nama samaran saja , seperti nama majikan saat itu " Kata Aldi yang mulai mengumpulkan serpihan ingatan yang lalu.


" Danyti ....... , kayak pernah dengar , tapi dimana ya ???" Kata Wendii dengan nada serius nya.


" Di bagian informasi , banyak orang yang mencari nya , tapi Fotonya tak ada , seperti sudah di hapus sama yang punya nama " Kata Wendii yang sudah memeriksa berkas tentang Danyti atau bisa dibilang Winda ibunda Alvino.


" Kenapa ia di cari oleh banyak orang ??" Tanya Wendii yang lebih penasaran lagi.


" Karena Ia tau keberadaan sesuatu yang membuat seseorang di akui oleh dunia jaringan hitam" Jawab Aldi yang juga penasaran tentang barang tersebut.


" Barang seperti apa itu ??" Tanya Wendii kepada Aldii.


" Sepasang kalung yang menyimpan informasi mengenai tentang jaringan hitam dan kunci yang menuju ke suatu tempat yang belum diketahui banyak orang" Jawab Aldii yang membuat Wendii sangat terkejut.


Karena ia pernah mendengar tentang Kalung tersebut .


" Apa ???, bukankah sudah di pakai oleh bos baru mereka " Seru Wendi yang membuat Aldi tersenyum masam.

__ADS_1


" Dimana kamu melihat nya ??" Tanya Aldi yang kini menatap kedua mata Wendi .


" Di sebuah bar gelap , aku tak sengaja mendengar percakapan seseorang " Jawab Aldii yang dulu pernah memeriksa sebuah masalah dan mengharuskan nya untuk pergi ke daerah jaringan hitam.


" Itu palsu , yang asli berwarna hitam pekat , tapi setelah bertemu cahaya liontin nya akan berubah menjadi putih dan mengeluarkan gambar logo jaringan hitam " Jawab Aldi sambil mengambil salah satu dokumen tentang identitas asli Nanda.


" Aku percaya padamu , ini semua berkas tentang Majikan muda ku dan perusahaan yang saat ini berada di atas kendalinya " Kata Aldi lagii sambil memberikan sebuah dokumen kepada Wendii .


" Makasih telah mempercayakan semua ini kepada ku , Tapi kenapa kau tau semua tentang kalung dari liontin itu?" Tanya Wendii yang masih penasaran dengan Aldi yang sudah mengetahui banyak tentang ibunda Nanda.


" Karena aku adalah salah satu dari mereka , tapi belum masuk terlalu jauh seperti Nyonya ku " Kata Aldi yang pada saat yang lalu terluka karena sebuah misi yang gagal .


Dan untungnya di tolong oleh Keluarga Aldiansah pada umur nya yang ke sembilan tahun.


" Buset dah , emang umur berapa kamu masuk ke jaringan hitam?" Tanya Wendii yang merasa heran dengan Aldii.


" Dari umur lima tahun , dan mendapatkan misi di umur ku sembilan tahun" Kata Aldi yang membuat Wendii terkejut.


" Hidup ku penuh dengan kekerasan dan mengharuskan untuk melakukan hal yang di luar nalar bukan seperti orang lain yang mempunyai kehidupan enak " jelas Aldii kembalii.


" Menginap lah hari sudah larut , di sini juga ada banyak kamar " Kata Aldi lagii yang kini melangkah pergi menuju ke kamar nya.


" Baiklah , aku akan menginap di sini " Kata Wendii yang juga sudah merasa lelah dengan pekerjaan nya sedari pagii.


Sedangkan di tempat Winda kini sedang melakukan aktivitas bersama Alex cucu pertama nya. Bercanda ria , bermain puzzle dan ada banyak lagi permainan yang akan mereka mainkan saat ini.


" Nek , Alex kangen ma Papa mama " Kata Alex di sela bermain nya .


" Kamu ini !! baru juga satu hari di tinggal udah Kangen " Ledek Winda yang kini langsung mengangkat tubuh kecil Alex .


" Ya aku kan masih kecil Nek " Seru Alex dengan nada imutnya .

__ADS_1


" Masih kecil , tapi udah tau tentang komputer " Kata Winda menyelidik.


" Aaaahh ...... Alex kan main game Nek " Kata Alex dengan nada lembut nya.


" Boong , Nenek tau Alex main apa ?? , gak mungkin kalau bukan hal seru , sampai lupa ma orang yang ada di samping nya" Kata Winda dengan nada yang sedikit bercanda.


" he...... he...... he..... , kok tau Nek , tapi jangan bilang mama ya "Kata Alex yang kini menampilkan gigi putih nya.


" Iya sayang, tak akan, yang penting kamu harus berhati hati saat bermain " Kata Winda dengan mencium kening Alex cucu kecilnya .


Dan mengajak nya untuk tidur di kamar , karena hari sudah larut malam.


" Fan , cucu kita sangat pintar , kamu pasti sangat bahagia di sana " batin Winda dengan memeluk erat tubuh Alex kecil.


Pemandangan yang sangat mengenakan untuk saat ini. Tak tau apa yang akan terjadi di kemudian hari . Namun yang pasti kebahagiaan kini masih menyelimuti keluarga Aldiansah dan Keluarga Pratama.


Berbeda dengan apa yang terjadi di pulau pribadi milik Alvino, yang kini masih melakukan aktivitas panas nya .


" Viiiin........ , udah capek niii "Seru Nanda yang sudah tak kuat dengan kelakuan Alvino saat ini.


" sayang kamu diam aja , aku yang akan bekerja " Kata Alvino dengan nada yang lembut dan menggoda.


"Mmmm......... Vinn......." Seru Nanda yang merasakan sensasi yang kini di buat oleh Alvino .


" Teruskan sayang......." Kata Alvino yang ingin mendengarnya suara lembut dari bibir seksi milik Nanda.


Ciuman , belaian dan gerakan tangan Alvino membuat Nanda semakin kegelian . Ia tak tau harus bagaimana menghadapi suami mesumnya itu. Selama sehari ia tak keluar dari kamar nya. Disaat waktu makan saja Alvino akan melepaskan dirinya. Sungguh hari yang panjang bagii Nanda dan Alvino saat ini.


Yah namanya juga pengantin baru 😅😅😅😅


Udah dulu ya Author mau melakukan aktivitas lainnya , karena hari ini Author sudah mulai kerja dan selamat membaca, semoga tak mengecewakan para readers tersayang.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😘😘.


__ADS_2