Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik

Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik
eps 47


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu . Kini para kelompok yang menargetkan Nanda sudah mulai bergerak . Para orang berbaju hitam saat ini segera menyamar sebagai para pengunjung butik dan orang yang lewat di depan butiknya . Kebetulan sekali hari ini Nanda juga sudah mulai bekerja.


" Pagi Nyonya " Sapa para karyawan di setiap paginya.


" Ya , selamat pagi juga dan kembalilah bekerja " Kata Nanda dengan nada lembut nya.


Setelah selesai aktifitas pagi di butik nya , Kini Nanda melangkah memasuki ruang kerja nya . Di sana sudah ada Nia yang setia menunggu kedatangan nya.


" Pagi Nia , bagaimana kabar butik ??, apa ada masalah ??" Tanya Nanda dengan nada lembut nya.


" Semua lancar dan ini ada seseorang yang memesan khusus disain baju mu " Kata Nia sambil menyodorkan kertas yang berisi informasi tentang baju yang pelanggan pesan.


" Baiklah , aku akan segera kerjaan dan apa ada hal lainnya ??" Tanya Nanda sambil membaca kertas yang di berikan Nia tadi.


" Ya , Nanti siang kita akan menemui seorang pembisnis yang mau bekerja sama dengan kita , tapi masih ada keraguan di hatiku soal ini ??" Kata Nia yang masih merasa ganjil .


Karena di pertemuan pertama , orang tersebut memberi kata yang sangat aneh .


" Maksudnya ???" Tanya Nanda yang bingung dengan apa yang di katakan Nia .


" Aaah ....... ,bukan apa apa ?? , mungkin hanya perasaanku saja Nan " Kata Nia yang kini melangkah pergi meninggalkan Nanda sendirian di ruang kerja nya .


" Hah ...... gadis ini.......!! , tak henti-hentinya mencurigai seseorang " Guman lirih Nanda sambil memulai pergerakan jemarinya untuk mengerjakan tugas nya .


Sedangkan di tempat lain , tak jauh dari tempat butik Nanda berada . Nampak beberapa kelompok mengawasi Butik milik Nanda . Mereka sangat hati-hati dalam pergerakan nya . Bahkan para bodyguard yang berjaga di butik milik Nanda tak mencurigai akan keberadaan kelompok tersebut.


" Target sudah ditemukan , tinggal menunggu kesempatan untuk membawanya ke hadapan Bos besar " Kata Seorang pemuda berbaju merah yang nampak seperti orang berkunjung biasa.


Tapi kenyataannya nya adalah salah satu orang yang menargetkan Nanda. Tak hanya itu saja , ada kelompok lainnya yang juga menginginkan Nanda . Yang tak lain adalah Kelompok jaringan hitam. Mereka sudah mengetahui semua identitas asli Nanda sebagai anak dari Fany yang dulunya adalah ketua tertinggi di kelompok jaringan hitam yang sudah lama meninggal . Mereka mengetahui identitas asli Nanda dari nama perusahaan yang ia pimpin saat ini . Salah satu nya Perusahaan Aldiansah .


" Bos kami sudah menemukan target , apa rencana kita selanjutnya nya " Tanya Seseorang melalui telpon nya , yang kini berada di sekitar butik Nanda .


" Awasi dulu pergerakan nya dan tunggu aba aba dariku " Kata suara dari dalam telepon nya , yang tak lain adalah majikan nya .

__ADS_1


"Baik bos" Kata Dion , nama salah satu orang yang mengawasi pergerakan Nanda .


Ditempat lain di Kediaman Pratama , kini terlihat Alex kecil yang sedang berlatih menembak . Ia semakin lama semakin lihai memainkan pistol nya . Menembak setiap papan yang berjalan , tepat pada titik merah pada papan tersebut. Alex sangat cepat dalam hal pembelajaran barunya . Ia tak merasa kesulitan sama sekali dengan apa yang kini di ajarkan oleh nenek Winda .


" Kamu semakin hari semakin lihai saja Lex " kata Winda yang baru saja datang menghampiri nya .


" makasih nenek ,ini semua berkat ajaran dari nenek kok " Kata Alex dengan seyum manis di wajah tampannya.


" Kamu ini , dan perhatian ini " Kata Winda yang kini juga memegang pistol nya dan memperhatikan gerakan cepat.


Dan........


"Dor........ dor........ dor...... " suara tembakan dengan gerakan cepat dan tepat , tangan kanan Winda yang membawa pistol kini juga berada di belakang punggung nya .


" Wah ........ , nenek hebat , aku mau ikut kayak gitu " seru Alex dengan nada polosnya.


" Tapi kamu masih harus belajar gerakan nya dulu , baru belajar menembak dari belakang punggung ya dan masih banyak lagi gerakan cepat lainnya di saat genting " Jelas Nanda dengan nada lembut dan mendidik.


" Baiklah , nek " Kata Alex dengan seyum manis nya.


" Mengerjai perusahaan ayah " Kata Alex sambil berlari kecil menuju ke ruang santai keluarga .


" Heh ...... anak ini " Guman lirih Winda sambil menampilkan seyumannya .


Karena sifatnya tak jauh berbeda dengan putranya di waktu ia kecil , sangat jahit dan suka membuat masalah . Walaupun Alvino kecil bisa dengan cepat menyelesaikan nya . sama halnya dengan Alex kecil.


Waktu telah berjalan dengan cepat . Kini Hari semakin sore , waktu nya para pekerja Kantoran untuk pulang ke rumah masing-masing. Tak terkecuali Nanda yang kini masih membereskan kekacauan nya di meja tempat ia berkerja.


" Nan , aku mau pulang bareng , bolehkan???" Tanya Nia dengan nada manjanya .


" Ya tunggu saja di mobil , aku akan segera menyusul " Kata Nanda yang masih membereskan barang nya.


" Baiklah " Kata Nia sambil melangkah pergi meninggalkan Nanda di ruang kerjanya .

__ADS_1


Dan beberapa menit kemudian Nanda pun menyusul . Namun di tengah perjalanan ,kedua pegawai butik nya menghadang langkah nya .


" Nyonya , nyonya , nyanya" Seru kedua karyawan wanita butik Nanda .


" Ada apa ??, kenapa kalian nampak kawatir ??" Tanya Nanda dengan nada penasaran nya .


" Itu ..... itu....... di kamar mandi ada ma.....ma...yat " Kata Kedua karyawan tersebut dengan ekspresi takut nya.


Namun sedikit menyinggung seyuman tipis, ntah apa yang mereka rencanakan . Tapi yang pasti bukan hal baik yang berhubungan dengan Nanda.


" Baiklah , akan aku lihat dan kalian cepat panggil bodyguard untuk menyusul ku " Pinta Nanda yang tak menyadari keanehan dengan kedua pegawai itu.


Tak menunggu lama Nanda langsung melangkah pergi menuju ke tempat dimana mayat itu berada.


Namun tiba-tiba ........ di lorong sepi butiknya.


" Buuk ....... " Seseorang memukul pundak Nanda .


Seketika Nanda jatuh pingsan ke dalam pelukan tubuh kekar seseorang , yang kini langsung menggendong tubuh Nanda .


" Bos pintu belakang sudah aman dari penjaga " Kata salah satu anak buahnya .


Karena di depan butik ada kerusuhan yang sengaja di buat oleh kelompok tersebut .


" Baiklah , ayo kita segera tinggalkan tempat ini sebelum para bodyguard itu menyadari hilang nya wanita ini" Kata orang berbaju merah sambil menggendong tubuh Nanda yang masih pingsan .


" Baik " Kata Para bawahan nya.


Dengan cepat mereka meninggalkan tempat tersebut. Tak ada yang tau jika Nanda kini telah di culik oleh sekelompok orang yang tak di kenal .


Sedangkan dari kelompok jaringan hitam kini mengikuti langkah sekelompok orang yang menculik Nanda . Dengan Langkah yang sangat berhati-hati tanpa di sadari oleh mereka . Karena kelompok jaringan hitam sangat lihai dalam hal membuntuti dan membunuh tanpa di ketahui oleh orang lain.


Sampai sini dulu ya , kita lanjutkan esok hari . Selam membaca para Readers tersayang 😊😊😊.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊😊 .


__ADS_2