Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik

Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik
Eps34


__ADS_3

Hari sudah semakin siang , namun acara belum juga selesai. Masih banyak para tamu undangan yang berdatangan untuk memberi selamat kepada Alvino dan Nanda.


Sedangkan Winda kini sibuk mengurus rekan bisnis nya. Mereka tak menyangka Alvino dan Nanda sudah menikah sejak lima tahun yang lalu, bahkan sudah mempunyai calon pewaris. Yang tak lain adalah Alex Aldiansah yang palingan tampan nan imut.


" Jeng , Saya tak mengetahui bahwa Alvino sudah menikah dan juga memiliki seorang putra yang sangat tampan " Kata salah satu rekan bisnis yang bernama Nyonya Elisa .


" Ya , padahal saya mau mengenalkan putri saya kepada putra anda " Kata Rekan bisnis lainnya yang bernama Nyonya Hilda


" Maafkan saya , jika saya tidak mengundang kalian semua di saat putra saya menikah , Karena acara itu sengaja di sembunyikan dari publik" Kata Winda dengan seyuman manis nya.


" La kenapa emangnya , Jeng??" Tanya salah satu rekan bisnis nya yang bernama Nyonya Linda .


" Kalian tau sendiri Kalau Keluarga besar seperti kami banyak mempunyai musuh , jadi harus berhati hati " Jawab Winda dengan nada yang sangat hati hati , seolah-olah dia takut dengan seseorang .


Tapi ia kini masih melakukan sandiwaranya. Demii nama baik Alvino dan Nanda. Yang lebih utama lagi adalah nama baik cucu pertama nya.


Sedangkan di tempat Alvino dan Nanda kini sedang berbincang dengan para sahabat nya. Mereka sangat senang melihat kebahagiaan Alvino dan Nanda. Apalagi Alex kecil yang terlihat bahagia di saat bersama dengan Alvino.


" Mama , capek ya ???" Tanya Alex dengan nada imutnya.


" gak kok. emang kenapa ?? , apa kamu bosan dengan acara pesta nya ??" Tanya Nanda kepada Alex yang kini berada di samping Nanda .


" Ya ma , Alex sangat bosan " Ucap Alex dengan kedua pipi yang menggembung dan mendapat cubitan dari Nia ibu angkatnya.


" Au , sakit ibu " Seru Alex yang melihat ke arah Nia yang kini menampilkan senyum di wajah cantik nya.


" Udah sana , Ajak paman mu bermain , biar gak bosan " Kata Alvino yang kini mengusap lembut rambut Alex.


" He.... he .... , siap pa " Kata Alex dengan nada senang .


sedangkan Nanda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Alex yang akan berikap jahil kepada Wendii


Karena Wendii sengaja meninggalkan nya bersama dengan Alvino dan Nanda . Sedangkan Wendi sendiri malah asyik dengan layar Leptop nya.


Setelah beberapa menit mencariii tempat dimana Wendi berada . Akhirnya Alex kecil pun menemukan nya. Ia langsung memasuki ruangan yang kini Wendii tempati.


" Paman-paman , mana???? , katanya mau ngajak Alex main yang seru " Tanya Alex dengan seyuman lucunya.


" Eh , Elex keponakan paman yang paling imut" Kata Wendi sambil menampilkan gigi putih nya.

__ADS_1


" Paman mana .....??? , nanti aku bilangin papa looo " Ancam Alex dengan seyuman jahat nya.


" Eeeh , jangan dong " Kata Wendii dengan takut nya.


" Ya udah mana mainan Seru nya ??" tanya Alex kembalii.


" Sini ,paman tunjukkin " Kata Wendi yang kini menunjukkan leptop nya.


Kinii keduanya pun melihat Layar Leptop yang menunjukkan sesuatu yang membuat Alex tertarik.


" aaah ...... aku aja paman " Seru Alex Sambil mengambil alih keyboard laptop nya.


" Hai kamu lihat aja " Seru Wendii yang belum sepenuhnya percaya kepada Alex kecil .


" Aku Teriak kalau aku gak boleh main " Ancam Alex yang membuat Wendii bergidik ngerii.


" Ya .......ya..... , tapi ini sedang mencari data orang yang telah mengetahui identitas mama mu " Kata Wendii yang pasrah dengan apa yang akan di lakukan Alex.


Karena dirinya yang ahli saja tak bisa membobol informasi tentang orang itu , apalagii Alex yang masih kecil .


Menit demi menit berlalu , Kini Alex dengan tangan kecilnya asyik bermain game barunya , Yang tak lain adalah membobolnya informasi seseorang di dunia internet .Tak lupa ia juga mengganti kode pengaman Leptop milik Wendi . Dengan cara yang sangat unik.


" Aduuh , bakal rame ni gosip , jika di ketahui oleh para netizen bahwa Heaters nomer dua di kalahkan sama anak kecil " Guman lirih Wendii yang tak habis pikir dengan kemampuan Alex yang terbilang masih kecil.


" Paman-paman lihat ini !!!!, orang yang paman carii " Kata Alex dengan nada bahagia nya.


" Wah hebat , dengan mudahnya alex membobol informasi tentangnya" Seru Wendii di sela tangis nya.


" Alex memang jenius , paman " Kata Alex yang masih menatap layar leptopnya dan pikirannya mulai membuka ide untuk mengerjai orang yang telah mengancam keselamatan mamanya .


Namun sebelum itu Wendii mengcopy data tersebut dan mulai memeriksa dengan teliti informasi tentang nya.


" Paman , apa boleh aku lanjut mainnya ??" tanya Alex dengan nada polosnya.


" Iya , lanjutkan saja " Kata Wendii yang tak fokus dengan pertanyaan Alex kecil.


Kini Alex pun dengan leluasa mempermainkan data milik orang yang mengetahui identitas Nanda . Namun sesuatu membuatnya terkejut . Karena rekaman yang menunjukkan seseorang bermain tembak tembakan . Atau bisa di bilang rekaman pembunuhan . Namun Alex belum mengerti tentang hal itu.


" Paman lihat ini , ada orang yang main tembak tembakan " Seru Alex dengan nada gembira nya.

__ADS_1


" Apa......?? , dimana ????" Tanya Wendii yang langsung mendekati Keponakan nya.


" Ini " Kata Alex sambil menunjuk rekaman yang ia temukan di informasi pribadi orang tersebut.


"Gawat " Kata Wendii yang langsung mengambil alih Leptop nya .


Ia pun segera memeriksakan semua tentang orang tersebut. Di sana masih banyak rekaman tentang pembunuh , perampok dan pembantai . Tak lupa ia juga mengirimkan data tersebut ke Aldi , asisten Nanda .


" Lex , kamu main Leptop paman yang satunya lagii ya , ini bahaya bagi kedua mata kamu " Kata Wendii yang memberikan Leptop lainnya kepada Alex .


" Ah , paman pelit " Kata Alex sambil mengambil Leptop ditangan Wendii.


Sedangkan Wendi hanya menampilkan seyuman canggung nya. Karena takut jika Alex membocorkan apa yang ia lihat tadi kepada Alvino dan Nanda.


" Bisa habis nii kena marah Alvino dan Nanda " Pikir Wendii saat ini .


...***...


Malam pun tiba , Kini Alvino dan Nanda masih berada di dalam kamar nya . Mereka sangat kelelahan hari ini. Karena banyak nya para tamu undangan yang datang untuk memberinya selamat. Begitu juga dengan para kerabat dekat Keluarga Pratama yang senang dengan Nanda .


" Vin , kalau lapar ikut lah makan malam bersama keluarga " Kata Nanda yang masih terbaring di ranjang kamarnya.


" Apa kamu tak makan ??" Tanya Alvino yang sudah berpakaian rapi .


" Aku sangat capek Vin " Keluh Nanda dengan nada manjanya.


" Mandilah dulu , dan setelah itu makan baru aku membiarkan mu untuk tidur " bisik Alvino dengan senyuman mesumnya.


Seketika membuat Nanda bangun dan mengambil selimut nya.


" Hai semalam kan udah , awas ya " Seru Nanda Sambil melangkah menuju kamar mandi.


Sedangkan Alvino tersenyum manis melihat tingkah laku Nanda saat ini .


Udah dulu ya .....


Semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2