
Hari telah berganti . Kini Nanda mengambil cuti untuk beberapa hari kedepan. Karena rasa lelah yang tiba-tiba datang menghampiri tubuh nya. Sedangkan Alvino sudah berangkat ke kantor nya pagi pagi sekali.
" Apa ada masalah di kantor ???, kenapa Dia terburu buru pagii ini" Kata Nanda sambil mengoleskan selai kacang di roti tawar nya.
" Ma....... temani Alex main " Seru Alex sambil berlari mendekati Nanda .
" Lex jangan berlari , nanti jatuuh" Seru Nanda Sambil mengangkat tubuh kecil Alex.
" Ya ma , ayo temani Alex main " Kata Alex dengan nada manjanya .
" Ya sayang , Alex mau main apa sih ?? " Tanya Nanda dengan nada lembutnya .
" Main game di Leptop mama " Kata Alex sambil memeluk leher Nanda dengan sangat manja.
Walaupun di balik sifat Manjanya masih ada sifat dingin seperti sifat Ayahnya. Hanya di depan orang yang di sayang , sifat manja Alex keluar dan di depan orang lain, sifat dingin cuek di keluarkan .
" Ya , kamu tunggu di sini sebentar , Mama ambilkan " Kata Nanda dengan nada lembut nya.
Setelah beberapa menit kemudian .......
" Ni lex , emang mau main apaan sih ??" Tanya Nanda yang penasaran .
Karena setiap ia gak ngantor , Alex kecil meminjam Leptop nya . Ntah apa yang ia lakukan . Namun setiap Aktifitas nya berlangsung , wajah seriusnya pun muncul.
" Ada aja ma , nanti aku kasih tau kalau sudah selesai " Kata Alex yang mulai menarikan tangan kecilnya di atas keyboard.
" Baiklah , mama tak akan mengganggu " Kata Nanda yang mulai sibuk dengan layar leptop yang satunya lagi.
Karena ia mau mengerjakan pekerjaan yang baru saja di kirim lewat email oleh Aldi dan Nia .
" Sungguh pasangan yang sangat serasi , dibilangin kalau aku mau istirahat di rumah , masih tetep saja mengirimi aku kerjaan, heh......... mereka ini bagaikan hantu di pikiran ku " Guman lirih Nanda saat melihat email dari Nia dan Aldi sudah mengantri untuk di buka.
Dan tak lama kemudian Winda mendekati Nanda dan Alex , untuk memberikan camilan buatannya.
" Wah ....... pada sibuk sendiri nii "
Seru Winda yang baru saja datang menghampiri .
__ADS_1
" Iya mam , ini kedua asisten ku sudah mengirimiku kerjaan " Kata Nanda dengan seyuman manis di wajah cantik nya .
" Emang mereka tak mampu mengerjakan nya ya ??" Tanya Winda dengan nanda lembut nya.
" Ya mampu mam , tapi beberapa hari ini emang lagi sibuk dan mereka mengerjakan kerjaan lainnya saat ini " Kata Nanda yang kelihatan sangat capek.
"oooh Begitu ya , tapi Jangan di paksakan kalau udah capek istirahat dulu dan nanti di kerjakan kembali " Kata Winda sambil memberikan camilan buatannya .
" Baik mam " Kata Nanda sambil menerima camilan yang di berikan oleh Winda .
Sedangkan di perusahaan Aldiansah , kini sangat sibuk . Para karyawan juga di haruskan untuk bekerja dengan cepat dan teliti . Begitu juga dengan Aldi , yang saat ini membuat ulang Disain pembangunan hotel yang akan di mulai bulan depan . Karena kasus pencurian kemarin yang membuat nya menyiapkan disain pengganti .
Takut nya masalah kemarin akan menjadi awal kehancuran perusahaan Aldiansah. Selain itu Aldi juga menyiapkan rencana cadangan untuk para lawan bisnis nya .Dan soal penandatanganan kontrak kerjasama dengan para klien baru , Aldi membatalkan jadwalnya selama seminggu . Menunggu Nanda kembali bekerja . Karena kontrak kerja sama membutuhkan tandatangan Nanda sebagai Ceo perusahaan Aldiansah.
" Den , Apa sudah ketemu orang yang berani memasuki perusahaan Aldiansah??" Tanya Aldi kepada bawahannya.
"Belum Tuan , Seperti orang itu sangat hati-hati " Kata Deny dengan nada hormat nya.
" Selidiki terus sampai dia melakukan kesalahan " kata Aldi dengan nada dingin nya .
" Baik Tuan " Kata Deny salah satu bawahan setia nya .
...****...
Malam pun tiba , kini Alvino sudah berada di perjalanan pulang . Tak lupa sebuah kado menemani perjalanan nya menuju ke kediaman utama Keluarga Pratama . Tak tau ia mempersiapkan kado itu untuk siapa . Namun yang pasti , ia saat ini sangat senang saat melihat kado merah yang di penuhi dengan hiasan cantik nya.
" Pasti dia akan sangat terkejut , saat melihat kejutan dari ku " Kata Alvino dengan nada bahagia nya.
Namun dalam perjalanan pulangnya kali ini ia tak menyadari bahwa sebuah mobil berwarna hitam telah membuntuti nya.
" Bos , apa gak sebagai kita Serang sekarang?" Tanya pria berbaju hitam .
" Tidak , kita di perintahkan untuk mengawasinya saja bukan menyerang nya " Kata Pria berjas hitam .
" Dan jangan terlalu dekat , kita akan cepat ketahuan " Kata Pria berjas hitam itu lagii.
" Baik Bos " Kata pria berbaju hitam yang merupakan anak buah hatinya.
__ADS_1
Perjalanan malam ini, sedikit tak mengenakan bagi hati Alvino . Ia merasa ada yang salah dengan malam ini. Hati resah dan gelisah menghampiri hati kecilnya.
" Kenapa malam ini nampak berbeda dengan malam biasanya ?? kayak ada sesuatu yang salah " Tanya Alvino pada dirinya sendiri.
" Tapi apa ya ......???" Kata Alvino lagii .
Dan masih belum menyadari sebuah mobil mengikuti laju mobilnya . Karena posisi di antara keduanya berjauhan dan tak membuat Alvino curiga . Seperti ahli dalam hal membuntuti . Tak tau dari kelompok mana mereka berasal . Yang pasti tujuan mereka tak baik bagi Keluarga Pratama.
" Hah ...... , sepertinya itu hanya perasaan ku saja " Kata Alvino kembali dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Karena masih banyak mobil lainnya yang berlalu lalang.
Sedangkan Wendii saat ini kembali ke apartemen pribadinya setelah pulang dari kantor , untuk mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh Alvino Pratama . Untuk menyelidiki tentang kelompok jaringan hitam dan kalung yang di pakai pemimpin jaringan hitam saat ini. Karena masalah itu akan menjadi bumerang di masa depan bagi keluarga Alvino Pratama .
Namun Wendii belum mengetahui, jika Alvino dan Nanda memiliki kedua kalung pemimpin kelompok jaringan hitam yang asli , hadiah dari ibunda tercinta . Dan juga masih menjadi pertanyaan bagi Alvino tentang identitas asli Winda ibu kandungnya.
" Sungguh menyebalkan , yang lain dapat istirahat malam , tapi aku masih harus bekerja , awas saja kamu Vin ............ , Dasar tak punya perasaan ..." Kata Wendii yang marah akan perlakuan sahabat nya.
Namun itu sudah biasa baginya menghadapi gunung es setiap harii. Jika tak ada Alvino tak tau hidupnya akan seperti apa.
Hah...... mungkin Wendi akan menjadi seperti anak orang kaya lainnya, yang suka menghambur hamburkan uang milik kedua orang tua nya. Dan tak akan berhasil di masa depan .
" Malangnya nasibku............. " Kata Wendii sambil membuka layar leptop nya .
Visual nyata ,
Wendi .
Nanda Aldiansah.
Alvino Pratama.
__ADS_1
Udah dulu ya , jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊.
Dan selamat membaca , semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊😊