
Winda dan yang lainnya kini sudah memasuki pintu rahasia yang berada di salah satu dinding di lantai satu , yang merupakan lif tersembunyi di gudang tua tersebut. Dan beberapa menit kemudian Mereka sudah sampai di sebuah ruangan yang ada di lantai dua . Sama halnya dengan lif khusus yang ada di perusahaan Aldiansah . Hanya saja berbeda di bagian pintu lif dan cara membukanya , yang tak lain adalah menggunakan sentuhan kedua tangan si perancang.
Sedangkan Alvino kini semakin penasaran dengan ibunya . Ia merasa bahwa ibunya tau tentang gedung tua tersebut.
" Aneh , kenapa ibu begitu kenal dengan gedung ini " Pikir Alvino yang dari tadi memperhatikan Winda ibundanya.
Sedangkan Aldi juga mencurigakan hal yang sama dengan Alvino .
" Apakah Nyonya Winda adalah dia ????" Guman lirih Aldi dengan nada penasaran nya .
Langkah kaki pun berlanjut , kini mereka sampai di ruangan ketiga .Yang terlihat sangat sunyi dan sepi . Tanpa adanya pengawasan yang ketat.
" Dimana Nanda saat ini bu?" Tanya Alvino yang tak sabar ingin melihat Nanda .
" Kemungkinan Nanda di sekap di ruang keempat di gedung ini " Jawab Winda dengan nada lembut nya .
Dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Winda dan yang lainnya. Dengan langkah cepat , mereka segera bersembunyi dan memperhatikan siapa yang datang menuju ke arah nya .
Beberapa menit kemudian terdengar perbincangan antara kedua laki-laki yang kini mulai terlihat .
" Ayah , wanita itu belum sadarkan diri juga , bagaimana kita mencari informasi darinya??" Tanya Pemuda yang terlihat tampan .
" Bersabarlah putraku , wanita itu sebentar lagi akan sadar dari pingsan nya " Kata laki laki yang memiliki umur sekitar lima puluh tahunan.
" Tapi ini terlalu lama , aku tak sabar ingin menjadi pemimpin jaringan hitam yang di akui oleh seluruh anggota ayah " Kata pemuda itu dengan nada tak sabar nya .
" Demi menuju kesuksesan , kita harus bersabar , Wanita itulah kunci dari permasalahan kita " kata laki laki itu yang memiliki nama Jakson Zen.
" Baiklah ayah " Kata pemuda itu yang memiliki nama Reyhan Zen .
Setelah mendengar perbincangan antara Jakson dan Rehan , Winda dan yang lainnya sangat terkejut . Terutama Winda yang dulu pernah menjadi pemimpin tertinggi di jaringan hitam tersebut.
" Aneh ,mengapa mereka tau kalau Nanda adalah putri dari Fany " Guman lirih Winda yang masih terdengar oleh Aldi .
" Apa ???? , Dia tau tentang Nyonya , tak salah lagi Nyonya Winda adalah Danyti "Pikir Aldi dengan senyuman tipis nya.
__ADS_1
Karena ia akhirnya menemukan wanita yang selama ini ia cari atas permintaan terakhir majikannya yang tak lain adalah Fany nama samaran ibunda Nanda .
Sedangkan di tempat Nanda di sembunyikan . Kini ia mulai terbangun . Rasa tak nyaman di bagian leher sampai punggung saat ini ia rasakan . Kedua tangannya juga tak bisa Nanda gerakkan . Karena terikat oleh sebuah tali .
" Sangat menyembalkan , para pengganggu ini tak henti hentinya menghantui kehidupan ku " Guman lirih Nanda sambil berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya .
Namun tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan memperlihatkan kedua laki laki yang begitu asing bagi Nanda .
" Udah bangun cantik ??" Tanya Jakson sambil menampilkan seyumannya .
" Belum , aku masih bermimpi saat ini " Kata Nanda dengan nada santai nya.
" Ha........ ha ....... ha .... kamu Sangat mirip dengan nya , tatapan tajam ini ha........ ha....... ha...... " Tawa lepas Jakson sambil mengingat kembali kenangan di masa lalu .
" Siapa kalian ??? , aku tak pernah berurusan dengan kalian , lepaskan aku " Kata Nanda yang masih menampilkan wajah santai nya sambil kedua tangannya berusaha untuk melepaskan ikatan di tangan nya .
" Kami adalah ketua baru jaringan hitam " Kata Jakson memperkenalkan diri nya dan putranya .
" Kami hanya ingin menanyakan sesuatu benda yang pernah di miliki oleh ibunda mu " kata Jakson yang membuat Nanda sedikit terkejut dan langsung menaikan salah satu alisnya.
" Dua buah kalung yang mempunyai liontin hitam , apakah kamu mengetahui dimana ibunda mu menyembunyikan nya??" Tanya Jakson dengan tatapan tajam nya .
Seketika membuat Nanda mengingat sesuatu , namun ia tetap diam dan tetep mendengarkan apa yang Jakson bicarakan .
" Aku tak pernah melihatnya , aku juga sangat jarang bertemu dengan ibuku " Kata Nanda dengan nada sedihnya .
Karena itu adalah kenyataannya . Kedua orang tua Nanda selalu sibuk dengan kerjaan nya . Namun mereka masih menyempatkan untuk menemani Nanda di waktu libur kantor . Apalagi hari ulang tahun nya . Mereka masih menyempatkan pulang hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Nanda .
" Dan apa hubungannya ibuku dengan kalian ???" Tanya Nanda dengan nada penasaran nya .
" Dia adalah salah satu pemimpin tertinggi di jaringan hitam , kamu pasti tau itu cantik " Kata Jakson dengan tatapan yang semakin tajam.
" Apa ????? itu tak mungkin , ibuku adalah pemimpin butik , bukan dari jaringan hitam , kalian pasti bohong " Kata Nanda dengan nada marahnya .
Karena ia sama sekali tak mengetahui tentang identitas Ibunya yang sebenarnya.
__ADS_1
" Wah ....... jago akting juga putrinya tante Fany ini " Kata Reyhan sambil menampilkan seyuman manisnya.
" Aku berkata benar , aku tak tau sama sekali apa yang kalian bicarakan saat ini ???" Kata Nanda dengan ekpresi wajah yang serius.
" Ayah , kalau wanita ini tak tau apa apa , berarti tak ada gunanya lagi donk , Apa boleh aku meniduri nya malam ini???" Tanya Reyhan dengan tatapan mesumnya .
" Plak ......... " Suara pukulan di kepala Reyhan .
" Auuu...... Ayah kenapa kamu pukul kepalaku ???" Tanya Reyhan dengan nada marahnya.
" Tarik kembali perkataan mu , Dia adalah anak dari pemimpin tertinggi , jika ini di ketahui oleh Nya , maka kita yang akan tamat" Kata Jakson dengan tatapan tajam nya .
" Tapi dia sekarang kan gak tau , kalau wanita ini adalah putri dari pujaan hati nya " Kata Reyhan membujuk ayahnya.
Namun tetap saja gagal , karena ada seseorang di jaringan hitam yang masih mencari keberadaan Nanda putri dari Fany .
" Kamu pikirkan baik-baik , besok aku akan menunggu jawaban dari mu soal kedua kalung itu " Kata Jakson sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan dimana tempat Nanda di sekap.
Namun tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar ruangan . Yang menandakan Winda dan yang lainnya sudah bertindak .
" Dor ........ dooor......... dor...... " Suara tembakan dari luar Ruang keempat .
" Ayah seperti nya ada penyusup masuk ke wilayah kita " Kata Reyhan dengan tatapan tajam nya .
" Segera bereskan mereka , aku akan mengurus wanita itu " Kata Jakson yang kini kembali ke tempat Nanda berada.
Adu tembak pun terjadi . Kedua pihak kini saling menembak antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan Nanda sudah berhasil melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya.Tapi belum sempat beranjak dari tempat duduknya , Jakson sudah menodongkan pistol nya untuk menghentikan Aktivitas Nanda. Terpaksa Nanda mengikuti apa yang di perintahkan oleh Jakson saat ini . Dengan kedua tangan yang di angkat setinggi kepalanya .
" Sial banget sih aku hari ini " Kata hati Nanda yang meratapi nasibnya.
Lanjut besok lagii ya 😊😊😊.
Selamat membaca semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊😊.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊.
__ADS_1