Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik

Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik
eps48


__ADS_3

Satu jam sudah Nia menunggu Nanda di mobilnya . Namun Nanda tak kunjung datang.


" Lama sekali kamu Nan " Guman Nia yang masih terdengar oleh salah satu Bodyguard yang bernama Teo.


"Biar saya cek kedalam Non Nia " Kata Teo yang sebenarnya sudah kawatir akan keadaan majikannya , yang tak lain adalah Nanda.


" Ya kamu cek saja , ini sudah satu jam kita menunggu tapi Nanda tak kunjung datang " Kata Nia yang juga mulai nampak kawatir .


Kini Teo melangkah memasuki butik yang sudah sepi . Tanpa satupun karyawan di dalamnya. Karena hari sudah mulai gelap.


Namun setelah setengah jam berkeliling di seluruh ruangan yang ada di butik . Teo tak menemukan keberadaan Nanda sama sekali . Ia hanya menemukan tas yang tergeletak tak jauh dari toilet yang ada di butik tersebut.


Tak menunggu lama , Teo langsung mengambil ponsel nya. Ia segera menghubungi seseorang untuk membantu nya mencari Nanda majikan nya . Siapa lagi kalau bukan rekannya dan Wendi Bosnya .


" Maaf Bos , Nyonya Nanda menghilangkan dan kami hanya menemukan tasnya " Kata Teo yang nampak kawatir .


" Apa ??? , kalian ini bisa kerja tidak, menjaga satu orang saja tak bisa dan dimana lokasi kalian saat ini ???" Tanya Wendi dengan nada marahnya.


" Masih di butik Bos ,Nyonya hilang di dalam butik nya sendiri" Kata Teo yang masih memeriksa ruangan di butik untuk kedua kalinya.


" Sangat ceroboh , baiklah aku akan segera ke sana " Kata Wendii yang masih dalam keadaan kacau nya .


" Baik Bos " Kata Teo .


Sedangkan di tempat Wendii , saat ini ia segera menghubungi Alvino untuk memberitahukan bahwa Nanda hilang dan belum di ketahui apa yang sebenarnya terjadii. Bukan hanya itu saja ia juga menghubungi Aldi yang bisa mencari keberadaan Nanda . Karena butik milik Nanda adalah wilayah Aldi atau bisa di katakan di bawah pengawasannya.


" Wen , kok hal ini bisa terjadi sih , apa kerja para bawahan mu itu?" Kata Alvino dengan nada kawatir nya.


" Aku tak tau, kita kesana dulu dan periksa di tempat kejadian , Siapa tau mereka meninggalkan jejak " Kata Wendi yang kini sedang mengendarai mobil nya menuju ke butik Nanda .


"Baiklah , aku akan segera ke sana dan kumpulan semua anak buahmu , kita harus secepatnya menemukan posisi Nanda saat ini " Kata Alvino yang juga mulai keluar dari ruang kerjanya.


Karena hari ini ia berencana untuk lembur dan pulang larut malam .

__ADS_1


" Baik aku tunggu kamu di sana " Jawab Wendi dengan nada serius nya.


" Ya " Kata Alvino dengan nada singkat nya.


...***...


Hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam . Keadaan juga semakin menegang. Kini Nia dan Aldi sedang memeriksa kamera tersembunyi di ruang kerja milik Nanda.


" Al , lihat ini " Kata Nia yang melihat aktivitas Nanda setelah keluar dari ruang kerjanya dan di hadang oleh dua karyawan nya.


" Ya , tapi mereka bukan karyawan butik " Kata Aldi yang sudah menghafal setiap karyawan yang masuk ke butik Nanda.


" Masak sih Al , mereka kan memakai seragam kantor " Kata Nia yang tak percaya .


" Ya bajunya , tapi mereka bukan karyawan di butik ini " Kata Aldi lagi dan menyuruh bawahan nya untuk memeriksa kembali di seluruh ruangan yang ada di butik Nanda .


Siapa tau kedua karyawan aslinya sedang dalam kesulitan atau di sekap di suatu tempat di butik ini.


Dan tak lama kemudian , Wendi dan Alvino datang menemui keduanya di ruang kerja Nanda.


" Belum , kami masih memeriksa kamera tersembunyi " Kata Nia yang melanjutkan melihat layar leptop nya.


" Ni , Nanda mengarah ke toilet" Kata Nia lagi .


Dan tak lama kemudian Nampak laki laki yang memukul Nanda dari belakang hingga jatuh pingsan . Namun mereka tak tau siapa laki-laki tersebut. Karena ia memakai penutup kepala .


" Siapa mereka ??? , kenapa mereka menculik Nanda ???" Tanya Alvino dengan nada marahnya .


" Tenanglah Vin " Kata Wendii dan langsung menghubungi seseorang untuk memeriksa seluruh kamera pengawas di jalan dekat butik .


Karena Nanda tak membawa ponsel ataupun benda lainnya yang bisa mereka lacak.


Namun di tempat lain , di Kediaman Pratama . Kini Alex sedang bermain dengan ponsel nya .Ia belum menyadari bahwa mamanya dalam bahaya . Tapi tiba-tiba alarm di ponsel nya berbunyi dengan nada tinggi .

__ADS_1


" Driing...... dring...... driiing......" Suara alarm di ponsel nya menandakan sesuatu yang membahayakan menimpa salah satu keluarga nya .


Karena setiap keluarga memakai benda yang berupa jam tangan yang setiap hari di pakai ayahnya , kalung yang tak pernah Nanda lepas dan cincin punya Winda neneknya . Disetiap benda tersebut telah terpasang alat pendeteksi bahaya bila tersentuh oleh orang yang mengalirkan hawa negatif nya , ponsel Alex akan berdering dengan nada tinggi . Sangat jenius Alex putra dari Alvino ini. Menciptakan penemuan baru dan memasang nya di setiap benda milik keluarganya tanpa di ketahui oleh pemiliknya . Kecuali Winda yang sudah mengetahui semua aktivitas cucunya . Seperti saat ini ia terkejut saat mendengar dering ponsel Alex dengan nada tingginya dan membuat Alex berhenti memainkan ponselnya.


" Mama ......" Kata Alex yang terkejut saat memeriksa ponsel nya dan menunjukkan lokasi Nanda yang mulai menjauh dari kota A .


" Ada apa Lex ???" Tanya Winda dengan nada Kawatir nya .


" Mama di bawa orang Nek , cepat tolong mama " Kata Alex yang masih memainkan ponselnya , untuk mencaritahu lokasi Nanda saat ini.


" Baiklah di mana lokasi nya ??" Tanya Winda dengan nada kawatir nya .


" Mama sekarang memasuki kawasan Kota B dan mengarah ke pantai " Kata Alex yang dengan cepat mengetahui lokasi keberadaan Nanda.


" Baiklah Nenek akan kesana dan kamu baik baik di rumah ya " Kata Winda yang tak mau membahayakan Alex cucu pertama nya .


" Gak aku mau ikut , aku mau menolong mama " Kata Alex dengan nada serius nya.


" Tapi ,ini sangat bahaya Lex " Kata Winda dengan nada lembut nya .


Namun Alex tetap pada pendiriannya dan jika tak di izinkan ia akan pergi sendiri dengan anak buahnya yang selama ini ia sembunyikan di antara anak buah wendi dan Aldi .


" Baiklah , tapi kamu harus tetap bersama dengan nenek dan bawalah senjata mu " Kata Winda yang akhirnya memperbolehkan Alex untuk ikut menyelamatkan Nanda .


Perjalanan pun dimulai . Keduanya kini langsung menuju dimana tempat Nanda berada . Tak lupa Winda juga menghubungi Alvino untuk segera menyusul nya .


" Vin , ikuti mobil ibu dan jangan banyak bertanya dulu , keburu Nanda berpindah tempat lagi " Kata Winda melalui ponsel nya dan membuat Alvino bingung.


Namun ia langsung menuruti perkataan Winda ibundanya.


" Baiklah bu dan berhati-hatilah , kami akan segera menyusul " Kata Alvino yang kini memberi kode kepada Wendi dan yang lainnya.


Dan lanjutkan besok lagi ya 😊😊😊😊😊.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊😊.


__ADS_2