
Hari kini sudah semakin sore. Para bawahannya Aldi masih mencari keberadaan Nanda. Begitu juga dengan para bawahannya Alvino . Mereka kini berusaha untuk melacak keberadaan Nanda lewat kamera pengawas yang berada di jalan dekat danau .
" Vin , Lihatlah mobil ini , begitu mencurigakan" Kata Wendi yang kini sedang melihat rekaman ulang kamera pengawas .
Alvino pun langsung melihat ke layar leptop milik Wendi dan betapa terkejutnya dirinya begitu melihat plat mobil yang sangat ia kenal.
" Gawat , Nanda kini dalam bahaya " Kata Alvino dan bergegas pergi meninggalkan Wendi yang kini sedang kebingungan.
" Segera hubungi asisten Nanda dan ikuti arah singal ponsel ku " perintah Alvino sambil meneruskan langkah nya.
" Vin ........ maksudnya apa ?" Teriak Wendi yang tak di tanggapi oleh Alvino.
" Bocah nii , kebiasaan tak mau menjelaskan terlebih dahulu apa yang sebenarnya ia temukan tadii " Gerutu Wendi dan sambil mencari sebuah nomer di ponsel nya.
Tak lama kemudian ia pun menemukan nomer ponsel yang ia cari . Segera lah Wendi menghubungi nomer tersebut.
Dan tak lama kemudian orang yang di telponnya sudah tersambung dan Wendi segera mengajak nya untuk bertemu dan memintanya untuk membawa para pengawalnya.
Sedangkan di tempat Aldi sekarang segera bersiap. Ia pun dengan cepat melajukan mobil hitamnya menuju ke tempat yang Wendii janjikan . Begitu juga dengan para anak buah nya yang menempati dua mobil dan mengikuti kemana arah mobil Aldi , majikan keduanya pergii.
Hingga satu jam kemudian , ketiga mobil berwarna hitam telah sampai di sebuah vila besar yang berada di kota tersebut.
Tak menunggu lama , orang yang berada di dalam vila tersebut langsung keluar dan menemui pemilik mobil hitam ,yang tak lain adalah Aldi dan anak buah nya.
" Kalian sudah siap ??" Tanya Wendi yang tadii sudah menjelaskan tentang apa yang direncanakan untuk menyusul Alvino.
" sudah , ayo kita berangkat sekarang " Ucap Aldi yang tak sabar ingin menyelamatkan Nanda ,majikan mudanya.
__ADS_1
Perjalanan kali ini memerlukan waktu lebih dari dua jam. Seperti Nanda di bawa ke tempat yang sangat sepi. Ntah apa yang di inginkan para penculik itu.
Sedangkan Alex kini terus menanyakan keberadaan Nanda yang tak kelihatan sedari ia sampai ke rumahnya .Dengan sabar Nia menjelaskan bahwa Nanda masih sibuk dengan pekerjaan nya.
" ertinya ada yang gak eres nii " Batin Alex yang merasa adanya kejanggalan .
Karena Nanda tak akan pernah berlama lama jauh dari putranya . Walaupun hanya punya waktu setengah jam ia akan menemani Alex kecil.
Dengan cepat Alex memainkan ponsel canggih . Seperti para ahli yang kini terfokus dengan aplikasi di ponsel nya. ia segera mengotak ngatik ponsel guna mencari sesuatu di dalam nya. Begitu cepat Alex memainkan ponsel nya dan tak lama kemudian Alex kecil menemukan keberadaan Nanda .Masih terbilang kecil namun Alex sangatlah jenius dengan hal barunya dan tak menunggu lama ia langsung menghubungi Aldi yang saat ini bersama Wendii.
" Kak Al , atu udah tau dimana mama " Kata Alex kecil yang membuat terkejut Aldii.
" Apa maksudnya Tuan muda? , Mama tuan ada di kantor" Jelas Aldi dengan hati hati.
" Angan boong kak Al , aku meletakkan alat pelacak di kalung mama dan karang mama ada di sebuah Villa di tengah hutan " Seru Alex yang sudah mengetahui keberadaan Nanda melalui aplikasi canggih nya.
" Ada apa ??" Tanya Wendii yang penasaran.
" Tuan muda alex sudah mengetahui tempat Nona muda dan Kita akan langsung menuju ke hutan sebelum utara Kota " Ucap Aldi yang membuat Wendii terkejut.
" Kamu percaya pada anak keciil?? "Tanya Wendi yang merasa aneh .
" Ya ,Aku percaya padanya dan Hubungi Tuan Alvino untuk segera datang ke hutan , dan selanjutnya kita akan rencana kan dulu setelah sampai di sana " Ucap Aldi dengan tegasnya.
Dan tak lupa pula Aldi menyuruh anak buahnya untuk segera memeriksakan lokasi yang di kirimkan oleh Alex kecil.
Alex kecil sangatlah jenius , ia dengan cepat belajar dari apa yang di ajarkan oleh Aldi padanya. Bahkan sewaktu di desa Aldi juga sering mengajaknya membeli peralatan rahasia untuk tugas-tugas nya . Dan dengan cepat pula otak Alex merspon dan langsung mengetahui kegunaan alat-alat tersebut . Bahkan lebih ahli dari pada Aldii. Kerena dibelakang Aldi dan Nanda alex lebih jahil kepada orang yang terus menghinanya . Bahkan dari ponsel canggih nya ia bisa merates komputer milik orang lain . Walaupun begitu dari ulah jahil nya , memunculkan ide ide baruu yang membuatnya ingin mencoba dan terus mencoba . Bahkan Nanda sebagai ibu kandung juga pernah ia jadikan bahan percobaan.
__ADS_1
Dan Alex kecil juga sudah mempunyai seorang yang akan setia membantu nya mencarikan alat alat tersebut . Karena akan sangat berbahaya jika dirinya yang masih terbilang anak anak membelinya alat alat tersebut.( Author nya kebanyakan menghayal 😁😁😁)
Sedangkan di tempat Nanda d Villa tengah hutan , Terlihatlah tubuh Nanda yang kini sedang terbaring di atas tempat tidur. Karena mereka telah membuat nya pingsan sebelum menuju kesana.
" Uuuukkkkhh ..." Suara lembut lolos dari mulut Nanda yang bari saja tersadar.
" Dimana ini ????" Tanya Nanda dalam hati sambil melihat sekeliling nya yang begitu asing baginya.
Badan nya sangat lemas saat ini . Tak ada kekuatan yang tersisa , ntah apa yang telah terjadi . Dan kini ia mencoba untuk mengingat kembali , apa yang sebenarnya terjadii saat dirinya masih berada di pinggiran danau.
Lama Nanda mencoba mengingat kembali kejadian sebelumnya . Hingga sebuah suara pintu terbuka membuyarkan lamunannya. Terlihatlah beberapa pelayan yang kini akan melayani nya.
" Nona silahkan Mandi terlebih dahulu , Tuan kami sudah menunggu anda di bawah " Pinta Para pelayan.
Nanda pun langsung menuruti nya walau badan masih terasa sangatlah lemas .
" Aku harus waspada saat ini " Guman lirih Nanda yang belum mengetahui siapa yang menangkapnya , Karena ingatan nya sudah mulai terkumpul Kembali.
Setengah jam kemudian ia pun sudah keluar dari kamar mandi . Diambil nya gaun yang kini sudah di persiapkan khusus untuk nya. Gaun tersebut begitu indah dan sangat cocok di kenakan di tubuh Nanda. Namun keindahan tersebut menyembunyikan sesuatu yang membuat Nanda makin waspada.
Nanda pun segera melangkah keluar kamar dan menuju ke lantai satu dangan seorang pelayan yang mengantar nya menuju ke tempat dimana Majikannya berada. Nanda juga masih sempat memperhatikan sekelilingnya . Begitu banyak para bodyguard yang berjaga di Villa tersebut .
" Seperti nya Dia bukan orang biasa dan Kapan aku menyinggung nya ???" Pikir Nanda yang masih bingung akan apa yang terjadi .
Dan Tak lama kemudian , Nanda pun telah sampai di sebuah tempat di mana banyak hiasan bunga mawar . Di sana juga terlihat seorang laki-laki yang masih setia menunggu kedatangan nya.
Siapakah laki laki itu ???
__ADS_1