Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik

Roda Kehidupan Sang Pengusaha Cantik
eps35


__ADS_3

Mentari pagii kini menyapa Nanda dan Alvino. Wajah cantik dan tampan saat ini masih tertidur pulas. Tak ada yang mengganggu aktivitas mereka.


Namun tiba-tiba sebuah ketukan kecil terdengar dari luar pintu kamar Alvino dan Nanda .


" Tuk ...... tuk....... tuk....... " Suara ketukan tangan mungil seseorang .


Siapa lagii kalau bukan Alex yang ingin melihat papa dan mamanya di pagii hari. Karena selama ini Alvino dan Nanda hanya seminggu sekali menjenguk Alex di kediaman utama Keluarga Pratama. Sedangkan seminggu terakhir ini keduanya sibuk dengan kerjaan di kantor dan berakhir dengan acara pernikahan kedua nya . Karena mereka akan mengambil cuti dalam waktu setengah bulan dan berbulan maduu di luar negri . Jadi Alex tak punya waktu untuk bersama dengan papa mama nya dalam waktu yang lama .


" Uuukkkmmmm , Vin tolong buka pintu nya doonk " Kata Nanda dengan nada malasnya .


Alvino pun langsung terbangun dan menuju ke pintu kamarnya.


" Iya bentar Lex " Kata Alvino yang sudah tahu bahwa yang ada di balik pintu adalah Alex kecil .


Setelah sampai di depan pintu kamarnya , ia pun langsung membuka pintu kamar nya .


" Ada apa Lex ?? " Tanya Alvino sambil menggendong tubuh Alex.


" Mau ajak Papa ma mama makan bareng " Kata Alex dengan nada lucunya.


" Baiklah Kamu duluan aja , nanti papa ma mama menyusul " Kata Alvino sambil menurunkan Alex dari gendongan nya.


Namun Alex menggelengkan kepala nya dan menuju ke tempat Leptop Nanda berada.


" Aku tunggu mama sama papa di sini saja " Seru Alex Sambil memainkan Leptop Nanda.


" Ya sudah Papa mandi dulu ya " Kata Alvino dengan seyuman manis di wajah tampannya.


" Ya pa " Kata Alex yang sudah memasuki dunia internet nya.


Sedangkan Nanda saat ini sudah duduk di tepi ranjang nya .


" Lex , kamu main apa di Leptop mama ???" Tanya Nanda dengan suara yang masih malas , karena baru bangun dari tidur nya.

__ADS_1


" main game ma" Seru Alex dengan tatapan kedua mata nya ke arah layar leptop nya.


Tak tau apa yang ada di pikiran Alex saat ini. Namun yang pasti ia kini melakukan percobaan di salah satu perusahaan milik Nanda. Tapi bukan Aldiansah ataupun butik . Melainkan cabang baru yang berada di kota D .


" Kak Al , bersiap lah " Guman Mulut kecil Alex.


Setelah setengah jam kemudian Alvino sudah keluar dari kamar mandi , lengkap dengan pakaian santai nya . Kerena mulai hari ini Dirinya sudah Cuti. Begitu juga dengan Nanda istrinya yang juga mengambil Cuti .


" Cepetan mandi , Alex minta jalan jalan " Kata Alvino yanv melihat muka capek Nanda.


"Baiklah , tunggu sebentar " Kata Nanda yang kini melangkah pergi menuju kamar mandi.


Tak lupa ia juga membawa celana jeans dan kaos putih nya sebagai baju ganti Sehabis ia mandi.


Sedangkan di perusahaan Aldiansah kini terlihat dua orang pemuda yang melakukan diskusi tentang masalah yang di hadapi Nanda . Mereka adalah Wendii dan Aldi .


Setelah mendapat imail dari Wendii , Aldi langsung memeriksa informasi itu secara rinci dan kelas.


" Benar ,orang itu adalah salah satu adik Ayah dari Non Nanda , Seperti dia juga dalang dalam meninggalkannya Tuan dan Nyonya" Kata Aldi dengan tatapan penuh dendam.


Namun ia ingin mengetahui secara jelas dari orang kepercayaan perusahaan Aldiansah.


" Bukan , sebenarnya Tuan dan Nyonya selamat dalam kecelakaan waktu itu , Namun mereka di bunuh di saat menyelamatkan diri " Jelas Aldi yang tak terasa air mata nya telah jatuh di kedua pipinya.


" Kamu yang tabah " Kata Wendii yang mencoba menenangkan nya.


" Ya , aku selalu tabah dan Makasih sudah menemukan informasi tentang orang itu " Kata Aldi dengan nada sopannya .


Namun Wendii menampilkan wajah canggung nya.


" Sebenarnya bukan aku , melainkan Alex yang menemukan semua bukti itu ". kata Wendii yang membuat Aldi terkejut.


" Apa Alex ???, anak ini dari mana ia belajarnya tentang hal ini , kita aja sampai berhari-hari memecahkan kode pertama dan kedua , tapi tetap gagal " Kata Aldi sambil memijat keningnya yang tak merasa pusing .

__ADS_1


" Malahan aku yang melihatnya secara langsung , begitu lihai jemari kecilnya , malu deeeh rasanya kalah sama keponakan sendiri " Kata Wendii Sambil menampilkan wajah sedihnya .


" Ya sudah , jangan sampai bocor bila Alex bisa merates komputer milik orang ,bisa bahaya niii karana ia masih terlalu kecil untuk di ketahui banyak orang" Kata Aldii dengan nada serius nya .


" Ya , aku tak akan membiarkan keponakan berada dalam bahaya" Kata Wendii .


Dan tiba-tiba suara ketukan pintu mengagetkan mereka berdua.


" Tok ...... tok........ tok...... " Suara ketukan dari luar pintu.


" Ya masuk " Kata Aldi dengan nada dingin nya .


Setelah mendapat kan izin, orang itu pun masuk dan memberi dua buah kotak makanan yang di kirim dari Kediaman Pratama .Karena Wendi dan Aldi berangkat ke kantor nya pagi pagi sekali . Mereka juga tak sempat sarapan di kediaman keluarga Pratama.


" Ini Tuan " Kata orang tersebut yang ternyata seorang pelayan suruhan Alvino.


" Baiklah , ucap kan Trimakasih ku kepada Tuan Vino " Kata Wendii dengan nada dinginnya.


...***...


Satu hari sudah berlalu . Kini Alvino dan Nanda akan berangkat ke luar negeri untuk berbulan madu . Sedangkan Aldi dan Wendii saat ini mengurus paman Nanda yang sudah tertangkap oleh pihak polisi . Karena bukti-bukti yang mereka temukan di informasi pribadi nya. Bahkan video pembunuh juga menjadi buktii terberat nya saat ini . Tak menunggu besok atau lusa , paman Nanda pun langsung di tangkap beserta anak buahnya. Namun sampai sekarang Aldi dan Wendii belum mengetahui kekuatan besar yang berada di belakang paman Nanda.Tak tau Apa yang di pikirkan orang itu , dengan beraninya menaruh rekaman pembunuhan di komputer nya . Padahal banyak Heaters yang menginginkan informasi tentang nya. Walaupun alex kecil yang saat ini berhasil mendapatkan informasinya.


Sedangkan Alex saat ini bersama dengan Winda Nenek nya. Karena ia tak mau ikut Nanda pergii ke luar negeri , Alex ingin bersama dengan nenek nya .


" Nek , apakah papa dan mama besok kalau udah pulang membawa adiik kecil ??" Tanya Alex dengan polosnya.


" Ya kita lihat saja , besok kalau udah pulang . perut ibu besar pa gak "Kata Winda dengan nada lembut nya .


" Iya nek dan semoga dedeknya perempuan " Seru Alex dengan bahagia nya


Winda hanya menampilkan senyum saat melihat tingkah Alex saat ini . Dan betapa bersyukurnya ia memiliki cucu imut dan pintar seperti Alex.


Udah dulu ya Author pamit dan semoga tak mengecewakan .....

__ADS_1


selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😘😘


__ADS_2