
di sebuah kediaman lebih tepatnya di dalam kediaman jendral pang, suasana nya sedang sangat buruk dan mencekam, dua orang wanita sedang tertunduk karena takut dengan kemarahan sang tuan rumah yang sedang sangat marah
di ruang keluarga mereka semua berkumpul, terlihat jendral pang sangat marah kepada putri ketiganya itu terlebih kepada selir nya yang di anggap gagal mendidik putri nya
"bisa kalian jelaskan tentang perilaku kalian dalam acara tadi malam?" tanya jendral pang dengan tatapan membunuh
"tuan ku, kami tak memiliki maksud apa pun, kami hanya ingin yang terbaik untuk lie'er" jawab selir Bai takut
"siapa yang kau maksud lie! apa kau tak tahu tentang tata krama selir" marah jendral pang
"maksud hamba putri mahkota tuan ku" kata selir Bai semakin takut
"putri sie sie, mengapa kau memprovokasi kakak mu sendiri?" tanya jendral pang kepada putrinya itu
"putri ini tak bermaksud memprovokasi ayah, aku hanya ingin yang terbaik untuk kakak ku saja" jawab putri sie sie
"lalu mengapa kau masih memaksa, jika kakak mu sendiri tidak berkenan" ucap jendral pang
"aku hanya tak ingin kakak mempermalukan kediaman putra mahkota dan juga kediaman kita ayah" jelas putri sie sie
"mengapa kau masih memaksa jika putra mahkota selaku suaminya saja tidak keberatan" tanya jendral pang semakin marah
"ampun tuan ku, putri kita memiliki niat yang baik" bela selir bai
"diam! kau telah gagal mendidik putri mu sendiri" marah jendral pang
"iya, seharusnya kau malu, dan berintrospeksi diri" timpal panglima min mulai geram melihat tingkah ibu dan anak itu
"sudah cukup, ayah dan gege tak pernah mau mengerti diri ku, kalian hanya menyayangi mei mei saja, kalian tak pernah sedikit pun mengerti tentang perasaan ku, aku benci kalian" histeris putri sie sie
"nak apa kau tau..."
"tidak! aku tidak tau tentang apa pun, yang aku tau hanya ibu yang paling mengerti diri ku, hanya ibu yang selalu menuruti semua keinginan ku dan hanya ibu yang perduli tentang diri ku" putri sie sie
"cukup sie sie di mana sopan santun mu!" bentak panglima min
"aku tak perduli aku sangat membenci kalian" putri sie sie terisak
panglima min mendekat kearah adiknya itu mendekap nya lalu memukul titik kesadaran nya, panglima min pergi keluar untuk meletakan putri sie sie ke kediaman milik nya.
selir bai sangat senang dengan sikap anak nya itu, karna hal itu dapat dia gunakan untuk terlepas dari hukuman jendral pang, saat melihat putri nya pingsan dan di bawa pergi selir bai beranjak pergi dengan expressi sedih guna menyempurnakan ekting nya.
"mau kemana kau!" bentak jendral pang saat melihat selirnya ingin pergi dari ruangan
"aku sangat mengkhawatirkan putri ku yang sangat malang" ucap selir Bai
"putri mu yang malang? bukan kah dia sangat bahagia memiliki ibu seperti mu, sampai dia lupa bahwa ayah nya juga sangat menyayangi diri nya dan bahkan sampai melalaikan putri yang lain nya" sindir jendral pang
"itu semua karna kau lebih memperhatikan putri mahkota dari pada anak ku" jelas selir bai
__ADS_1
"kau mulai lancang selir, aku kecewa kepada mu yang telah gagal mendidik putri ku hingga dia tak memiliki tata krama yamg baik" marah selir bai
"putri ku tidak hanya membutuhkan didikan dari ku, tapi juga kasih sayang dari mu" selir bai mulai berteriak
"kasih sayang yang seperti apa lagi yang kau maksud selir, bukan kah selama ini aku selalu memberikan apa yang dia inginkan, lebih sering bersama dengan nya dari pada bersama putri ku yang lain, yang mana yang kau maksud tidak menyayangi dirinya" bentak jendral pang geram akan sikap selir nya itu
"kau ku hukum 1 bulan tinggal di kediaman mu untuk merenungi kesalahan mu dan tidak boleh ada seorang pun yang boleh menjenguk diri mu" ucap jendral pang lalu memanggil penjaga untuk mengantarkan selir bai kembali kekediaman nya untuk menjalani hukuman nya
jendral pang menuju kediaman putri ketiganya, saat dia membuka pintu terlihat panglima min sedang di sisi putri ketiganya, jendral pang mendekat
"bagaimana keadaan adik mu panglima?" tanya jendral pang
"jie jie baik baik saja ayah" jawab panglima min
"syukur lah" sambil mengelus lembut rambut putri ketiganya
"sepertinya kita harus lebih keras lagi terhadap dirinya ayah" ucap panglima min
"kau benar anak ku" ucap jendral pang membenarkan ucapan anak laki lakinya itu, mereka meninggalkan kediaman putri ketiga agar tak mengganggu istirahat nya
sementara itu di kediaman selir Bai, selir bai sedang sangat marah dia membanting segala yang ada di hadapan nya
"awas saja kau jal*ng aku pasti akan membalas mu" timpal selir bai, dia sangat marah kepada ara lie, karna menurutnya ara lie lah yang menyebabkan dia sampai harus menerima hukuman dari jendral pang, hal itu membuat selir bai semakin membenci putri sambung nya itu
sementara itu ara lie kini sedang berada di pasar bersama san san dan juga lian xi yang saat ini sudah menjadi pengawal nya, ara lie sedang memulai menjalan kan rencana bisnis nya, ara lie masuk kesebuah restoran
"ada yang perlu saya bantu nona nona dan tuan yang ter hormat" tanya seorang pelayan restoran itu
"ada apa gerangan nona yang terhormat ingin bertemu dengan ayah saya?' tanya pelayan itu yang ternyata adalah anak dari pemilik restoran itu sendiri
"saya ada urusan dengan beliau" kata ara lie
" mari ikut saya nona yang terhormat" pelayan itu membawa ara lie masuk kedalam sebuah ruangan, terlihat ada pria paru baya di sana
" ada yang bisa saya bantu nona yang terhormat?' tanya pria paru baya itu melihat kedatangan ara lie
" siapa nama anda?" tanya ara lie
"nama saya li xie nona orang orang biasa memanggil saya dengan sebutan pak li pemilik toko ini" jawab pria paru baya itu
"saya ingin mengajukan kerja sama dengan rumah makan milik pak li, saya jamin jika pak li mau bekerja sama dengan saya, anda akan memiliki keuntungan yang cukup bagus" ucap ara lie terus terang
"maaf nona, mengapa anda memilih rumah makan kami untuk bekerja sama, bukan kah rumah makan kami ini terlihat sangat kecil dan juga sangat sederhana" jawab pak li
" justru itu aku ingin memajukan usaha mu ini, aku akan menjadi inspektor di rumah makan mu ini, dan kau cukup menjalan kan sisa nya saja" jelas ara lie
" apa nona bersungguh sungguh?" tanya pak li tak percaya
"iya aku bersungguh sungguh jadi bagaimana?' tanya ara lie
"baik saya akan menerimanya" jawab pak li mantap
__ADS_1
"itu bagus buat lah menu ini untuk menjadi menu utama di dalam rumah makan mu nanti" ara lie memberikan menu bebek bakar
" menu makanan apa ini nona?" tanya pak li
" itu adalah menu bebek bakar yang aku buat sendiri" jawab ara lie santai
" sepertinya sangat enak terlebih di sini tidak ada menu makanan seperti ini" jawab pak lie bersemangat
"ini 20 koin emas kau perbaiki lah rumah makan mu ini menjadi rumah makan papan atas" perintah ara lie sambil memberikan koin emas kepada pak li
" ini ter lalu banyak nona, bagaimana tentang keuntungan kita nantinya, saya takut, saya tak mampu membuat nona merasa puas" kata pak lie takut
"untuk keuntungannya, bagai mana jika aku mengambil 60 % dari penghasilan dan anda 40% pak li, bukan kah itu menguntungkan" jawab ara lie
"itu terlalu banyak untuk saya nona, bagaimana jika saya hanya mengambil 20% saja dan nona 80% saya rasa itu lebih baik nona" usul pak li
" baik lah, terserah anda pak li yang terpenting kerja sama kita ini berhasil" ucap ara lie
" maaf sebelumnya nona, siapa nama anda?" tanya pak li
"zahra" ucap ara lie, dia ingin menyamar kan namanya dengan nama aslinya
"baik nona zahra, lalu nama apa yang akan kita gunakan untuk rumah makan kita nanti?" tanya pak li
" restoran bebek bakar zahra" ucap ara lie
"baik nona terimakasih telah mau bekerja sama dengan rumah makan kecil saya ini, semoga kerja sama kita berjalan dengan baik" ucap pak li senang
"baik lah, kalau begitu saya permisi dulu" ucap ara lie
ara lie keluar dari ruangan pak li, menemui san san dan lian xi
"apa sudah selesai nona?" tanya san san, mereka sedang menyamar oleh karna nya san san tak memanggil ara lie dengan sebutan putri mahkota
"sudah mari kita pergi" ucap ara lie, namun saat hendak melangkah pergi ara lie melihat anak pak li tadi
"hai, siapa namamu?" tanya ara lie kepada anak pak li itu
"saya mei li biasa di sebut mei nona" jawab nona mei
"oh baik lah, seterusnya kita akan sering berjumpa" ucap ara lie lalu bergegas pergi
"yang mulia anda akan berbisnis apa?" tanya lian xi
"kau ini, kita sedang menyamar seharunya tak menyebut nona dengan kalimat itu" ketus san san kesal terhadap lian xi
"iya aku salah, kau ini galak sekali" gerutu lian xi
"sudah sudah, nanti kalian juga tau" jawab ara lie datar
mereka melanjutkan perjalanan kembali ke kediaman kerajaan karna ara lie dan juan xi belum kembali ke kediaman putra mahkota, dalam perjalanan ara lie melihat lian xi dan san san sering kali bertengkar membuat dia terkekeh🤭, dan berencana menjodohkan mereka fikirnya🤤.
__ADS_1