RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
20


__ADS_3


suasana besmen sangat tenang dan damai, hanya ada pelatihan, kerjasama dan juga rasa kekeluargaan.


ara lie berlatih di tempat khusus untuk nya berlatih, juan xi menghampiri nya, mencoba berlatih bersama dengan ara lie, pertarungan mereka sangat sengit, tak bisa di pungkiri ara lie sangat berbakat dalam bidang bela diri walau pun masih belum melampaui juan xi, namun sudah sangat bagus karena ara lie mampu menangkis dan juga menghindar dari setiap serangan yang juan xi berikan, merasa sengat kelelahan mereka berdua memutuskan untuk beristirahat.


ara lie memasak untuk juan xi, mereka makan bersama dengan orang orang yang ada di besmen, terlihat suasana yang tidak biasa menurut juan xi, karena di sana tak ada perbedaan tentang kasta, semua nampak sama, bisa melakukan apa pun bersama, makan bersama, dan juga berlatih bersama, semua pemandangan itu sangat menyenangkan bagi juan xi, ya, juan xi di angkat menjadi putra mahkota sedari dini oleh karena nya dia harus belajar tentang kasta kerajaan yang di mana dia selalu di larang untuk makan bersama anak buah nya, bercanda dan juga bersantai bersama, juan xi akan selalu di sibukkan dengan urusan politik dan pembelajaran tentang tata krama kerajaan, hal itu membuat dia tak pernah merasakan seperti apa suasana rakyat biasa.


juan xi duduk termenung di tepi sungai pinggir besmen, dia memikirkan tentang ratu pie sie yang bekerja sama dengan ratu zuya untuk menggulingkan kerajaan nya, sebenarnya itu bukan lah masalah yang besar untuk juan xi, yang membuat dia terus memikirkan hal itu, tentu ara lie alasan di balik nya, kedua ratu itu ingin menggunakan ara lie untuk menjatuhkan dirinya, ara lie sudah menjadi kelemahan terbesar juan xi, apa yang harus juan xi lakukan, juan xi sangat takut kehilangan wanita terpenting kedua di hidup nya lagi


ara lie mencari keberadaan juan xi yang tidak terlihat di mana pun, saat dia hendak mengambil air di sungai, ara lie melihat suaminya sedang termenung


"ada masalah apa suami ku?" ara lie menghampiri juan xi


"aku takut kehilangan dirimu permaisuri ku" jawab juan xi menatap wajah wanita nya, ara lie memeluk juan xi erat


"aku tak akan pergi kemanapun suami ku, aku akan selalu bersama dengan mu" ara lie meyakinkan juan xi


"kau tau, semua musuh musuh ku di luar sana sedang mengincar diri mu saat ini, aku sungguh merasa takut" jelas juan xi


"ternyata sang iblis perang pun memiliki rasa takut yah" ara lie mencoba melunakkan suasana


"sebelum mengenal dirimu, aku tak pernah merasa takut tentang apapun, namun setelah mengenal dirimu aku baru merasakan rasa takut itu lagi" juan xi dengan expressi sedih

__ADS_1


"rasa takut lagi, memang kau pernah melewati masalah seperti apa suamiku" tanya ara lie


"hal itu sudah sangat lama" juan xi membuang muka nya kearah lain


"jika kau tak ingin menceritakan nya kepada ku, juga tidak mengapa suami ku" ucap ara lie,ara lie merasa masalah juan xi sangat rumit mungkin dia tidak ingin mengingat dan menceritakan tentang masalah nya itu. juan xi menundukkan kepala mengambil nafas dalam lalu memandang wajah ara lie, juan xi menyandarkan kepalanya di bahu ara lie


"aku bulan lah anak dari ratu pie sie" pada akhirnya juan xi tetap menceritakan nya, ara lie masih terdiam sambil membelai lembut rambut juan xi


"aku anak dari mendiang ratu terdahulu, kau tau, aku sewaktu kecil begitu sangat polos dan lugu" lanjut nya


"semua orang mengenal diriku sebagai pangeran yang sangat periang, lucu dan menggemaskan" kata juan xi


"aku mengira semua orang sangat menyayangi diri ku, namun ternyata semua itu hanyalah topeng belaka" aura juan xi mulai dingin


kelahiran juan xi kecil merupakan anugerah terbesar untuk kerajaan ping, karena kerajaan telah memiliki keturunan yang akan meneruskan tahta kerajaan nanti nya, semua orang terlihat sangat bahagia, begitu pula dengan raja dan ratu, hal itu merupakan kebahagiaan terbesar untuk mereka berdua.


juan xi kecil tumbuh dan berkembang dengan banyaknya kasih sayang dari ratu dan para selir nya, dia terlihat lebih akrab dengan selir kehormatan yaitu selir pie sie (ratu saat ini), juan xi lebih banyak menghabiskan waktu bersama selir kehormatan dari pada bersama dengan ratu, selain karena sangat dekat dengan selir kehormatan itu juga karena ratu sangat sibuk dengan urusan kerjaan nya.


ratu tak mempermasalahkan kedekatan anak nya dengan selir kehormatan, karena selir kehormatan merupakan saudara sepupu dirinya yang di angkat oleh raja menjadi selir di kerajaan nya, hubungan mereka juga sangat dekat, jadi ratu tak mempermasalahkan nya sama sekali,


ratu berfikir jika juan xi akan tumbuh sangat baik di bawah asuhan sang selir, namun siapa sangka selir kehormatan memiliki rasa cemburu dan iri kepada sang ratu, dia merencanakan pembunuhan kepada ratu sejak lama


rasa benci muncul dari hati setiap selir yang ada di dalam harem, mereka merasa cemburu dan iri kepada ratu yang sangat di sayangi dan di cintai oleh raja, sampai sampai tak ada satu orang pun di antara mereka yang pernah di kunjungi oleh raja sama sekali termasuk selir kehormatan, karena hal itu membuat para selir sangat membenci sang ratu, namun tak ada yang bisa melakukan apa pun sampai setelah berita kehamilan sang ratu, diantara para selir ada yang memiliki niat yang buruk.

__ADS_1


saat usia kehamilan ratu memasuki usia 3 bulan, sudah ada orang yang mencoba meracuni makanan ratu, namun rencananya di ketahui oleh raja dan pelakunya tak lain adalah selir nan selir agung kerajaan, raja sangat marah dan menghukum penggal selir nan seketika itu juga.


setelah kelahiran juan xi, istana terlihat damai damai saja namun di balik semua itu ternyata banyak niat terselubung dari hati para selir kerajaan selama ini, salah satunya menjauhkan juan xi dari jangkauan ratu yang di lakukan oleh para selir secara perlahan, meracuni fikiran juan xi kecil agar tak berbakti kepada ratu.


juan xi yang di kenal periang itu karena pengaruh buruk dari para selir ayah nya tumbuh menjadi anak yang sangat nakal dan terkenal tidak berbakti kepada ibunda nya, walaupun begitu ratu masih tetap sangat menyayangi anak nya itu, raja sangat marah dengan sikap nakal pangeran setiap dia ingin menghukum juan xi pasti selalu di larang oleh sang ratu


kenakalan juan xi berhenti saat dia mulai memahami sikap para selir kerajaan nya, juan xi kecil mendengar setiap pembicaraan para selir yang telah berhasil menjauhkan dirinya dari ratu dan membuat juan xi tak berbakti kepada ratu, hal itu di lakukan agar kelak juan xi tidak di pilih untuk menjadi penerus kerajaan nya. setelah mendengar hal itu mulai saat itu juga juan xi memilih untuk lebih dekat dengan ibundanya


melihat kedekatan ratu dan juan xi yang semakin dekat dan akrab, apa lagi melihat juan xi sudah tak menjadi anak yang nakal lagi membuah para selir menjadi semakin membenci ratu, mereka berencana untuk membunuh ratu


selir hao selir tingkat pertama berencana dengan selir pie sie untuk membunuh ratu dengan menggunakan racun, rencana pembunuhan ratu tak sengaja di dengar oleh juan xi kecil yang kebetulan sedang bermain petak umpet bersama para pelayan pengasuh nya, dia mendengar mereka akan meracuni sang ratu dengan racun yang tidak memiliki bau dan rasa namun sangat ampuh untuk menghilangkan nyawa, dan racun itu juga tidak akan terdeteksi oleh para tabib hebat sekali pun, juan xi yang mendengar hal itu langsung berlari meninggal kan ruangan dan ingin menemui ibundanya untuk menceritakan rencana para selir, namun sayang, ternyata keberadaan juan xi di ketahui oleh para selir al hasil juan xi di beri obat tidur untuk melancarkan aksinya


saat juan xi terbangun, sang ratu sudah dikabarkan telah meninggal dunia, juan xi kecil sangat marah kepada selir hao dan juga selir pei sie, juan xi menceritakan kebenaran kepada raja, namun karena kurang nya bukti membuat sang raja tak bisa melakukan apapun, terlebih raja sangat membutuhkan dukungan dari keluarga selir pie sie dan juga selir hao untuk terus menduduki tahta nya, juan xi yang melihat raja tak bisa melakukan apapun menjadi sangat marah kepada ayah nya itu yang tak becus dalam menjaga ibundanya


kasus kematian ratu di berhentikan oleh raja begitu saja, juan xi benar benar sangat membenci ayah nya terlebih kepada para selir yang telah membunuh ibundanya


2 tahun berlalu, setelah kematian sang ratu, raja mengangkat selir pai sie sebagai ratu karena di anggap cukup memumpuni dan juga karena kedekatan nya dengan juan xi kecil, mengingat dulu juan xi tumbuh dan berkembang di bawah asuhan nya, ketika pengangkatan ratu juan xi tak hadir, dia benar benar muak dengan semua yang ada di dalam kerajaan nya, raja yang tak bisa melindungi istri yang katanya sangat di cintainya, para selir yang bermuka dua dan ketidak adilan yang menimpa ibunda tercinta nya,


sejak saat itu juan xi kecil tak pernah ingin bersentuhan dengan siapapun, sifatnya menjadi datar dan sangat dingin, juan xi berlatih keras, belajar dengan sangat baik, membuat dukungan yang besar untuk dirinya sendiri, merenggut orang orang untuk memperkuat dirinya, dan membuat benteng pertahanan yang sangat kuat sedari dia kecil


di usia ke 8 tahun juan xi sudah memulai ikut dalam urusan politik memblokir semua orang yang berusaha menentang dirinya, mengikuti di setiap rapat dan juga mengambil langkah pertama untuk memimpin kerajaan


di usia 10 tahun juan xi ikut dalam peperangan antara kerajaan nya dengan kerajaan lain, dia berada di garis terdepan, juan tak takut jika dirinya harus mati di dalam medan peperangan yang dia tau, dia akan menyingkirkan setiap orang yang mencoba menghalangi dirinya, dengan keganasan juan xi didalam peperangan pertamanya itu lah juan xi di juluki sang iblis perang yang tak kenal takut dan ampun pada setiap lawan di depan nya dan di bawah kepemimpinan perang juan xi lah kerajaan ping mulai berkembang sangat pesat hal itu membuat raja sangat bangga kepada putra semata wayangnya dan langsung mengangkat dirinya menjadi putra mahkota setelah peperangan usai.

__ADS_1


*flash on*


__ADS_2