
cahaya putih yang sangat terang menyilaukan mata ara lie, ara lie membuka mata melihat ke arah sekeliling nya
"di mana ini? apa aku sudah mati" tanya ara lie namun tak ada yang menjawab nya, di depan nya hanya terlihat kabut putih di mana mana, sesekali terdengar suara juan xi memanggil namanya namun ara lie tak tau juan xi ada di mana
ara lie terus berjalan menyelusuri kabut tebal di depan nya tanpa ada tujuan karena semuanya nampak sama
ada seorang wanita yang sangat cantik di depan sana, ara lie segera menghampiri wanita itu
"kau sudah sampai" tanya wanita itu sambil tersenyum
"kau siapa dan di mana ini?" tanya ara lie bingung
"aku ara lie, sudah waktunya kamu harus kembali zahra" jawab wanita itu
"kau ara lie, sungguh" kata zahra tak percaya
"iya, terimakasih karena telah menggantikan diriku, namun kau tak bisa terus berada di tempat yang bukan seharusnya kau berada zahra" jelas ara lie
"mengapa kau mengirim ku ke dunia mu jika kau akan kembali lagi" desak zahra
"aku tak akan kembali lagi zahra, kau akan kembali ke dunia mu, dan ara lie akan tiada" jelas ara lie lagi
"tapi aku sudah menyayangi dunia mu ara lie" ucap zahra sedih
" kau masih memiliki waktu zahra hanya saja tidak lama, karena tubuh ku cepat atau lambat akan semakin lemah" ucap ara lie
"apa aku di dunia ku masih ada?" tanya zahra, setahu nya zahra telah mati di tangan azura
"kau masih hidup di dunia mu, saat ini tubuh mu sedang dalam keadaan koma" jelas ara lie
"baik lah, aku akan menyelesaikan tugas ku di dunia mu dulu baru aku akan kembali ke dunia ku" kata zahra sedih
__ADS_1
"kuat kan dirimu bersabarlah zahra dan terimakasih karena sudah mau menggantikan diriku zahra, namun kau harus kembali bahagia sebagai dirimu sendiri" ucap ara lie yang tampak menghilang dari hadapan zahra
langit nampak masih gelap, udara terasa sangat dingin menandakan waktu yang telah memasuki dini hari, zahra mulai membuka mata perlahan, melihat kesekeliling nya terlihat juan xi sedang tertidur duduk di sampingnya.
zahra memandang sendu wajah juan xi, mengingat perkataan ara lie asli dalam mimpinya, mengapa zahra harus pergi ketika dia sudah menemukan orang yang benar benar mencintai dirinya, zahra menyadari kehadiran nya merupakan kesalahan namun untuk berpisah dengan juan xi masih tetap merupakan hal yang sangat menyakitkan bagi zahra, zahra terisak.
juan xi merasa tidurnya terganggu dengan suara isak kan terbangun dari tidurnya dan melihat ara lie sedang terisak
"permaisuri ku kau sudah tersadar, apa ada yang terasa sangat sakit sayang, aku akan memanggil kan tabib" kata juan xi khawatir melihat ara lie yang menangis, dan hendak pergi
"jangan suami ku, aku hanya ingin bersama dengan mu" ara lie memegang tangan juan xi, juan xi langsung memeluk ara lie
"maaf kan aku" kata juan xi sedih
"maaf untuk apa suami ku?" tanya ara lie yang sudah mulai tenang di pelukan juan xi
"karena diriku kita harus kehilangan calon anak kita" jelas juan xi masih terus memeluk ara lie, ara lie kembali menangis di pelukan juan xi, terasa lebih menyakitkan mendengar dirinya harus kehilangan calon anak nya dari pada zahra yang akan pergi kedunia modern
"maafkan aku istri ku" isak juan xi,.ara lie masih enggan menjawab dan masih setia menangis di pelukan juan xi.
"kau tak perlu merasa bersalah suami ku, ini sudah takdir anak kita" ucap ara lie menguatkan juan xi yang terlihat sangat merasa bersalah
"jika saja kau.."
"jangan bicara kan hal itu lagi sayang ku" potong ara lie
"baik lah, kau baru tersadar apa kau ingin makan atau minum?" tanya juan xi perhatian
"tidak, bagaimana tentang perang yang terjadi" kata ara lie
"kerajaan xiao sudah kita gulingkan sayang ku, ini semua berkat dirimu cup" kata juan xi sambil mencium kening ara lie
"tetap saja suami ku yang terhebat, di mana kita saat ini?" tanya ara lie bingung melihat kesekeliling sepertinya bukan di besmen atau di kediaman putra mahkota
__ADS_1
"kita masih berada di perbatasan sayang ku, kondisimu tak memungkinkan untuk kita menempuh perjalanan sampai ke kediaman kita, jadi aku menetap di sini sampai kau benar benar membaik" jelas juan xi
"terimakasih suami ku, karna kau sudah mau merawat diriku" kata ara lie
"apa yang kau katakan istri ku, kau adalah wanita ku, sudah pasti aku akan selalu menjaga mu, berjanjilah jangan pernah meninggalkan aku" ucap juan xi, ara lie terdiam, tentu ara lie tak bisa berjanji karena cepat atau lambat dirinya pasti akan meninggalkan juan xi, dan kembali kedunia modern
"mengapa kau diam istri ku" tanya juan xi
"ah iya, tadi kau bicara apa suami ku?" tanya ara lie pura pura tak mendengar
"berjanjilah pada ku" desak juan xi
"iya aku berjanji suami ku, tapi hanya jika kau tak mengkhianati diriku" ucap ara lie dengan nada mengancam
"aku tak akan pernah mengkhianati dirimu, percayalah" kata juan xi meyakinkan ara lie
"baik lah, jadi ceritakan apa yang terjadi setelah perang selesai" ujar ara lie mencari topik lain
juan xi menceritakan apa yang terjadi di medan perang, dan juga yang terjadi di kerajaan saat ini yang dia ketahui dari huan jie.
"syukurlah mereka sudah mendapatkan hukuman yang pantas untuk mereka" ara lie merasa lega mendengar orang yang telah membunuh ratu sudah di hukum sesuai dengan kejahatan yang telah dia lakukan
"kau benar istri ku, tapi masih ada satu orang yang belum aku selesaikan" kata juan xi datar
"siapa?" tanya ara lie bingung
"siapa lagi jika bukan selir ayah mu, aku tak akan pernah membiarkan orang yang telah memperlakukan wanita ku dengan tidak baik lepas begitu saja" ancam juan xi
"kau tak perlu turun tangan sendiri suami ku, aku yang akan membalas apa yang telah dia lakukan kepada ku selama bertahun tahun lamanya" jelas ara lie
"kau boleh membalas dendam kepadanya sayang ku, namun kau tetap tak akan bisa menghalangi suami mu ini untuk ikut menghukum wanita itu, kau tahu bukan suami mu ini seperti apa?" seringai juan xi
"baik lah, suami ku memang selalu yang terbaik, tertampan dan juga terhebat" seru ara lie tak ingin berdebat
__ADS_1
mereka terus berbincang dengan asik, melepaskan segala kesedihan dan kekhawatiran yang ada di fikiran mereka. juan xi sangat bersyukur karena ara lie bisa kembali ke dalam hidupnya lagi, awalnya juan xi sangat takut saat ara lie tak kunjung membuka mata nya, juan xi takut akan kehilangan orang yang dia cintai lagi,.juan xi berjanji akan terus menjaga wanita nya dengan baik. begitu juga dengan ara lie, ara lie sangat bahagia memiliki suami seperti juan xi, walaupun sebentar lagi tidak akan ada ara lie lagi, jika bisa ara lie berharap waktu bisa berhenti sejenak agar dia bisa selalu bersama dengan juan xi .