
perkelahian antara juan xi dan raja barst terlihat sangat sengit, saat ini juan xi yang sudah mengetahui kelemahan raja barst sebisa mungkin terus menggapai lengan nya, dengan segala taktik yang juan xi pikir kan secara singkat dan langsung di praktik nya dalam pertarungannya, akhirnya membuahkan hasil, kini juan xi sudah dapat melepas kan baja yang sangat ketat yang sedari tadi melindungi lengan raja barst, dengan sisa tenaga yang juan xi miliki, juan xi segera menyerang raja barst dengan membabi buta.
"aaaaggghhh" suara erangan raja barst yang tidak dapat menahan rasa sakit akibat tinjuan dan tendangan milik juan xi yang tertuju pada lengan nya,
sebenarnya dulu raja barst tidak memiliki kelemahan apapun, hal itu yang menyebabkan dirinya menjadi orang yang sangat keras kepala dan juga sangat sombong terhadap pertahanan diri yang raja barst punya, namun nasib buruk menimpa raja barst yang tanpa sengaja saat pergi berburu di hutan raja barst yang ingin memanah seekor rusa, panah nya malah meleset mengenai seorang nenek yang sudah tua renta, tanpa merasa bersalah raja barst langsung mencabut panah nya dengan paksa dari tubuh sang nenek dan kembali ingin memburu rusa yang sempat kabur tadi, baru ingin beranjak pergi suami dari nenek yang tak sengaja raja barst panah menyerang dirinya dengan penuh amarah karena tadi melihat hal yang di lakukan raja barst kepada istrinya.
raja barst merasa sangat sulit menyeimbangi kemampuan sang kakek yang terus saja menyerang dirinya, raja barst hanya beruntung karena tertolong dengan tubuhnya yang tidak dapat terluka, saat genting raja barst melihat prajurit miliknya sudah dekat dengan dirinya meminta mereka menyerang tiba tiba kepada sang kakek, dan akhirnya raja barst berhasil membunuh sang kakek tapi naas lengan nya ternyata ter luka tanpa raja barst sadari sedari tadi.
bertahun tahun raja barst mencoba mengobati luka nya tapi tidak pernah membuahkan hasil sama sekali, raja barst mulai merasa takut karena saat ini dirinya sudah memiliki kelemahan pada dirinya, raja barst takut banyak orang yang akan mengetahui nya, dengan cepat menyuruh pengrajin baja untuk membuatkan baju dengan lengan baja, setiap saat raja barst akan memakai baju lengan baja milik nya, lambat laun baju lengan baja miliknya sudah menjadi ciri has dari penampilan raja barst, tanpa semua orang sadari bahwa di sana lah letak kelemahan raja barst selama ini yang selalu semua orang cari.
juan xi terus menyerang raja barst tanpa ampun sembari mengingat akan berjumpa lagi dengan permaisuri tercintanya sebentar lagi, setelah juan xi dapat memenangkan peperangan ini.
"aaaaaggghhhh!" teriak raja barst kesakitan karena kini kedua tangan nya di potong oleh juan xi, raja barst langsung tertunduk lemas, darah segar terus mengalir di tubuh nya, tanpa menunggu lagi juan xi langsung memenggal kepada raja barst untuk mengakhiri pertarungan mereka.
peperangan di menangkan oleh kerajaan ping, sorak gembira dan bahagia terdengar dari seluruh pasukan kerajaan ping yang ikut berperang, juan xi yang merasa tugasnya telah selesai langsung terjatuh pingsan akibat rasa lelah dan juga luka yang cukup parah yang juan xi alami saat melawan raja barst.
segera jendral pang dan panglima min menolong putra mahkota mereka untuk memberikan pertolongan pertama yang di butuhkan.
kabar kemenangan putra mahkota tersebar di seluruh kerajaan, rakyat merasa sangat bangga kepada putra mahkota mereka, kebahagiaan terlihat di seluruh kerajaan ping, karena sebentar lagi setelah kembalinya putra mahkota ke kerajaan, kerajaan ping akan berubah menjadi sebuah negara kekaisaran yang agung, negara kaisar pertama di dataran saat ini.
__ADS_1
san san yang mendengar kabar bahagia dari putra mahkota langsung bergegas masuk kedalam kamar putri mahkota dengan raut wajah yang sangat bergembira
"yang mulia yang mulia" teriak san san senang sambil mencari keberadaan ara lie
"uhuk" ara lie batuk di atas keranjang tempat tidurnya, tubuhnya saat ini terlihat sangat lemah sekali, wajah cantiknya kini terlihat sangat pucat pasi
"yang mulia" san san terkejut saat ara lie batuk dan terlihat ada darah di sapu tangan milik nya
"nubi akan memanggil kan tabib" ucap san san segera, tabib yang di beritahu san san langsung cepat datang ke kamar ara lie
"yang mulia, tubuh anda sudah sangat lemah sekali, hamba harus segera melaporkan tentang hal ini kepada yang mulia raja, hamba takut...."
"tidak perlu" potong ara lie
"buatkan saja obat yang seperti biasanya tabib" perintah ara lie memotong ucapan tabib lagi.
tabib hanya bisa menghela nafas kasar dengan sikap keras kepala dari putri mahkota nya sambil membuatkan ramuan obat yang selama ini dapat menahan rasa sakit yang ara lie rasakan walaupun tidak dapat mengobati pernyakit yang di deritanya
"san san kau ingin menyampaikan hal apa tadi?" tanya ara lie lemah setelah meminum ramuan obat yang di berikan tabib tadi kepada dirinya
"ah iya, nubi mendengar kabar baik tentang putra mahkota yang mulia" kata san san dengan antusias
__ADS_1
"suami ku memenangkan peperangan lagi" tebak ara lie yang langsung di jawab dengan anggukan cepat dari san san
"suami ku itu memang pria yang sangat luar biasa" puji ara lie sambil memejamkan mata
"benar yang mulia, putra mahkota selain tampan juga sangat luar biasa" kata san san dengan penuh semangat
"kau menyukai nya?" tanya ara lie yang mendengar ucapan san san tadi
"ti tidak yang mulia, mana mungkin hamba menyukai putra mahkota, hamba hanya bangga dengan beliau sama seperi seluruh rakyat kerajaan ping saja" jelas san san sambil mengutuk dirinya sendiri karena telah berani berbicara tidak sopan di hadapan putri mahkota nya
"tidak perlu setakut itu kepada diriku san san aku tahu maksud mu" ucap ara lie sambil tersenyum
"terimakasih yang mulia" kata san san senang karena tuan putrinya tidak sama seperti putri putri lain nya, jika biasanya putri putri bangsawan atau kerajaan lain akan langsung dengan mudah memberi hukuman berat kepada pelayan nya hal itu tidak berlaku kepada tuan putri nya, tuan putri nya hanya akan menghukum para bawahan nya dengan kesalahan yang tepat dan pasti saja.
kerajaan sedang di sibukkan dengan perayaan penyambutan kepulangan putra mahkota dan para pasukan kerajaan ping yang sebentar lagi akan kembali ke kerajaan.
raja meminta para mentri untuk berkumpul dan juga mengundang putri mahkota untuk hadir, raja memberitahukan kan pada semua orang bahwa raja akan mengangkat seorang kaisar pertama di dataran ini ketika rombongan perang telah tiba, dan akan mengumumkan putra mahkota sebagai kaisar.
semua orang yang mendengar hal itu merasa sangat bergembira, setelah sekian lama kerajaan ping yang hanya merupakan kerajaan kecil saja kini akhirnya bisa menjadi sebuah negara kekaisaran yang akan di pimpin oleh seorang kaisar yang sangat bijak dan juga sangat berjasa bagi kelahiran negara kekaisaran pertama ini.
ara lie tidak henti hentinya merasa sangat bahagia mengetahui suami nya akan menjadi seorang kaisar pertama dalam sejarah dataran saat ini, walau pun ara lie tahu dengan pasti dirinya tidak dapat lebih lama lagi menemani juan xi, namun tetap saja ara lie sangat bangga karena bisa menjadi istri dari seorang pria yang sangat hebat dan begitu berjasa itu.
__ADS_1
🍁