RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
48


__ADS_3


hari cerah di penuhi dengan segala kebahagiaan yang hadir saat ini di dalam kehidupan semua orang yang ara lie sayangi.


ara lie sedang duduk termenung di dekat jendela kamar milik nya, terlihat sangat anggun nan cantik.


juan xi sudah kembali ke kerajaan, karena raja memanggilnya untuk urusan tugas, sedangkan ara lie masih ingin lebih lama lagi tinggal di kediaman jendral pang


ara lie berpikir, dia tidak begitu lama tinggal di kediaman jendral pang semenjak jiwa nya berganti di dunia kuno ini, mengingat kondisi tubuhnya yang semakin hari kian melemah,membuat ara lie ingin menghabiskan sedikit waktu lebih lama di kediaman jendral pang, kediaman tinggal ara lie asli tumbuh berkembang dengan penuh kelimpahan kasih sayang dari jendral pang dan juga panglima min, walaupun juga di selimuti kekejaman dari selir bai


"putri ku" tegur jendral pang kepada ara lie, yang sedari tadi tidak menghiraukan panggilan nya


"ayah" ara lie menoleh kaget melihat jendral pang sudah duduk di hadapan nya


"kau sedang memikirkan hal apa putri ku" tanya jendral pang


"aku tidak memikirkan apa apa ayah" ucap ara lie lembut


"kau jangan berbohong putri ku, ayah sedari tadi memperhatikan dirimu" desak jendral pang


"sungguh aku tidak memikirkan tentang hal apa pun ayah, hanya saja" ucap ara lie ragu ragu


"hanya saja apa? bicaralah sayang" kata jendral pang lembut meyakinkan ara lie


"hanya saja aku ingin mendengar kisah tentang mending ibunda" lirih ara lie dengan wajah sedih

__ADS_1


"kau ingin mendengar hal apa putri ku" ucap jendral pang sambil menggenggam tangan putri nya


"aku ingin tahu cerita tentang kehidupan nya ayah, aku hanya mendapatkan kasih sayang ibu selama 5 tahun,.hal ibu membuat ku tidak terlalu mengingat jelas tentang nya, bisakah ayah menceritakan kisah tentang beliau" pinta ara lie sedikit ragu


"baik lah" jawab jendral pang


jendral pang menceritakan detail tentang sifat dan kepribadian dari istri tercintanya, yang merupakan seorang wanita anggun, lemah lembut dan juga sosok yang sangat penyayang penuh kasih, sosoknya yang ramah membuat banyak orang yang berada di sekeliling nya menjadi sangat menyayangi diri nya, namun juga membuat banyak orang iri kepada nya, yang selalu hidup di penuhi dengan banyak kasih sayang, apa lagi ketika dia menikah dengan jendral pang, membuat mendiang istri jendral begitu di kagumi di semua kalangan.


ara lie mendengarkan kisah tentang mendiang ibundanya merasa ter henyut, tidak terasa butiran kristal mulai berjatuhan di pipi mulusnya bersama dengar rasa rindu yang hadir di dalam hati nya


"putri ku, ayah tahu kau sedang sangat merindukan mendiang ibundamu, percayalah pada ayah, ibunda mu pasti saat ini sedang tersenyum bahagia melihat keluarga kita yang telah membaik" ucap jendral pang mencoba menenangkan ara lie, jendral pang juga sangat merindukan mendiang istri nya itu, sangat sangat merindukan nya


"aku sangat rindu dengan buaian kasih sayang dari ibunda ayah hiks" tangis ara lie


"ayah" lirih ara lie


"iya putri ku" jawab jendral pang sambil menghapus sisa air mata di pipi putri kesayangan nya


"aku ingin ayah, gege dan jie jie tetap hidup bahagia walau pun nanti aku tidak ada di antara kalian lagi" ucap ara lie


"kau bicara apa putri ku" pekik jendral pang tak mengerti


"tidak ayah, aku hanya bicara fakta mungkin nanti kedepannya aku akan lebih di sibukkan dengan pekerjaan ku di kediaman sehingga waktu ku untuk kalian akan lebih berkurang" ucap ara lie memberi alasan, tidak mungkin ara lie memberitahukan hal yang sebenarnya kepada jendral pang saat ini.


"jangan pernah bicara hal yang aneh aneh lagi putri ku, ayah tahu tetang segala tugas tugas mu, dan ayah percaya kau akan menjadi ratu hebat nanti di kerajaan ping kita ini" ucap jendral pang

__ADS_1


"iya ayah, tapi aku ingin ayah berjanji satu hal" ucap ara lie memohon


"apa pun putri ku" balas jendral pang


"aku ingin ayah, gege, dan juga jie jie tetap hidup bahagia, dan berjanji apapun yang terjadi jangan pernah melakukan hal bodoh untuk diriku, karena aku akan merasa sangat sedih" ucap ara lie


"baik lah ayah berjanji" kata jendral pang walaupun sejujurnya jendral pang tidak mengerti arti dari permintaan putri nya itu, namun saat melihat putri nya yang memohon jendral pang tidak enak hati untuk bertanya dan hanya akan berusaha menepati janji nya agar putri nya itu bisa merasa tenang.


ara lie menghabiskan waktu dua minggu nya di kediaman jendral pang, menikmati banyaknya kasih sayang yang ara lie dapat dari keluarga jendral. merasakan kehangatan dan berbagi kebahagiaan bersama, menghabiskan banyak waktu bersama keluarga jendral, ara lie tahu cepat atau lambat waktunya tidak akan pernah ada lagi untuk mereka🥲


sedangkan juan xi, dia masih di sibukkan dengan banyak nya berkas laporan di dalam ruang belajar miliknya, juan xi masih di dalam kerajaan, dia belum kembali ke kediaman putra mahkota jadi belum sempat menjemput pulang permaisuri tercintanya.😤


juan xi sangat merindukan ara lie, namun apalah daya pekerjaan memaksa dirinya untuk berjauhan dengan permaisurinya sementara, lagi pula ara lie masih ingin merasakan kebahagiaan bersama dengan keluarga nya, membuat juan xi tidak tega untuk mengutus pengawal menjemput nya pulang.😖


raja merasa dirinya sudah semakin tua dan lelah untuk mengurus tahta nya lagi, raja merencanakan akan mengangkat putra mahkota menjadi raja selanjutnya, sebelum itu raja ingin memastikan putra nya mampu, sehingga raja memberikan beberapa laporan permasalahan kerajaan kepada putra nya dan juga berniat mengirim juan xi kedalam medan perang beberapa bulan lagi.


jika nanti juan xi mampu memenangkan Peperangan nya, raja akan langsung mengumumkan penaikan tahta kepada putra mahkota selepas kepulangan nya kembali ke kerajaan, menjadikan juan xi menjadi raja di kerajaan ping, raja yang hebat dan sangat berbakat, pikir raja bangga memikirkan rencananya kepada putra mahkota


sebulan juan xi tidak bertemu dengan ara lie, membuat dirinya selalu memfokuskan diri bergulat dengan segala berkas yang harus dia tangani, juan xi ingin lekas bertemu dengan ara lie, berusaha semaksimal mungkin agar cepat menyelesaikan tugas tugas nya.🥳


akhirnya hari ini juan xi datang menjemput ara lie, ara lie sangat senang dengan kedatangan suami nya yang akan menjemput dirinya kembali pulang.


dengan rindu yang sangat menggelora di dalam dada, juan xi langsung melahap habis ara lie di mana pun mereka berada, melepaskan segala hasrat yang telah terpendam sangat lama, membuat ara lie tidak berdaya terhadap keberingasan milik suami nya, namun ara lie tentu juga tidak menolaknya, karena dia juga sangat merindukan aroma has milik suaminya itu.


rombongan juan xi sampai di kediaman putra mahkota, juan xi menggendong tubuh ara lie yang masih tertidur dengan lembut, terlihat wajah lelah ara lie akibat ulah nya di sepanjang jalan membuat juan xi tidak tega terhadap istri kecilnya itu, tapi apalah daya juan xi sangat merindukan ara lie, ara lie bagaikan candu untuk dirinya, membuat juan xi selalu tidak bisa jauh dari ara lie, kecuali dengan tugas yang akan selalu memaksa juan xi untuk berjauhan dengan istri nya tentunya, juan xi menghela nafas kasar, membaringkan tubuh ara lie di tempat tidur lalu ikut menyusul istrinya masuk kedalam dunia mimpi yang indah.

__ADS_1


__ADS_2