
pagi yang cerah di isi dengan banyak nya kerumunan orang orang di halaman kerajaan ping, mereka berkumpul tanpa tau apa yang sedang terjadi.
raja mengumumkan kepada rakyat nya bahwa akan ada keluarga yang akan di eksekusi hari ini didepan rakyat kerajaan ping, semua rakyat bertanya tanya keluarga siapa yang akan di eksekusi oleh raja.
"semua rakyat, hari ini zen akan menjatuhkan hukuman kepada keluarga mentri keuangan" raja memberitahukan kepada rakyat yang sedang berkerumun, pertanyaan demi pertanyaan mulai muncul di benak rakyat apa kesalahan mentri keuangan sampai raja akan menghukum seluruh keluarga nya. mentri keuangan beserta keluarga nya di bawa ketengah tengah kerumunan rakyat.
"mentri keuangan, kau bersalah atas tindak korupsi yang kau lakukan, memanipulasi anggaran bencana, tidak memberikan bahan makanan dan mencemari nama baik putra mahkota, menteri keuangan dan seluruh keluarga di jatuhi hukuman penggal" teriak mentri hakim
"tidak! yang mulia hamba tidak bersalah" teriak putri ana lie, putri ana lie menangis sendu mendengar hukuman yang akan di berikan raja, bukan kah ini kesalahan ayahnya mengapa putri ana lie dan yang lainnya juga di eksekusi
"kau memang tak bersalah putri, namun kau hidup atas penghasilan dari ayah mu, dan kau juga menikmati setiap hasil kecurangan ayah mu, maka seluruh keluarga mentri akan di hukum" jelas mentri hakim, putri ana lie mendengar hal itu menjadi semakin takut
"ayah, aku tak ingin mati" histeris putri ana lie kepada ayah nya
"yang mulia, ini sebuah kesalahan hamba tidak bersalah" teriak mentri keuangan
"semua bukti yang ada menuju kepada mu, pangkat mu telah di cabut, hukuman segera di laksanakan" perintah raja
putri ana lie tak kehabisan akal, putri ana lie melihat juan xi duduk di sana
"kakak juan, tolong aku, aku tidak bersalah hiks" teriak putri ana lie, namun sayang juan xi tak bergeming
" kakak juan,apa kau lupa kita sangat dekat dulu, aku sungguh membenci dirimu, aku sangat membenci dirimu" histeris putri ana lie melihat tingkah juan xi.
hukuman di layangkan kepada seluruh keluarga mentri keuangan, kini tak ada lagi keluarga mentri keuangan di kerajaan ping, semua rakyat tak menduga dengan apa yang mereka saksikan, namun mereka tak ada yang merasa iba satu pun, sebab keluarga mentri keuangan merupakan keluarga yang sangat sombong selama ini,
selain itu hukuman yang diberikan raja sangat setimpal, seluruh mayat keluarga mentri keuangan di biarkan begitu saja selama tiga hari di tempat eksekusi tak ada satu orang pun yang memperdulikan nya.
ratu pie sie sangat frustasi dengan kematian seluruh keluarga mentri keuangan, karena menteri keuangan merupakan icon penting dirinya, namun ratu pie sie tetap merasa senang dengan kematian keluarga mentri keuangan membuat semua rahasia miliknya tak akan ada yang mengetahui nya, sehingga ratu pie sie bisa merasa lebih tenang, tak ingin menyia-nyiakan waktu, ratu pie sie menyusun rencana kembali rencana yang akan dia buat, terlebih sudah ada token pengendalian separuh kekuatan kerajaan ping yang berada di tangan nya saat ini, sebelum menteri keuangan di hukum mati, ratu pie sie telah mengambil token pengendalian separuh kekuatan kerajaan di kediaman mentri keuangan.
di ruang belajar juan xi sedang disibukan dengan berkas laporan di meja nya, tiba tiba ada pergerakan yang mencurigakan, juan xi langsung waspada, dan menyerang orang yang menguntip dirinya
__ADS_1
"suami ku ini aku" cemberut ara lie yang di serang juan xi tiba tiba
"mengapa kau tak memberitahuku sayang ku" ucap juan xi
"aku hanya ingin mengunjungi suami ku yang tampan ini" jelas ara lie
" benarkah, bukan karena ingin tau apa yang terjadi kepada keluarga mentri keuangan" sindir juan xi
"hehehe, suami ku memang sangat cerdas" kekeh ara lie
"dudukan di sini"juan xi menunjukan pahanya
"aku duduk di sini saja suami ku" elak ara lie yang tak ingin duduk di pangkuan juan xi
"tidak ada penolakan atau aku tak akan menceritakannya kepada mu" singkat juan xi, ara lie langsung duduk di pangkuan juan xi dengan cepat
"kau sungguh ingin tau sekali permaisuri" ucap juan xi sambil mengelus rambut ara lie lembut
"baik lah akan aku ceritakan" juan xi menceritakan semua kejadian yang terjadi kepada keluarga mentri keuangan, ara lie sangat geram dengan apa yang di perbuat menteri keuangan
"bisa bisa nya dia setega itu kepada para korban" kesal ara lie
"sudah lah permaisuri mereka sudah di eksekusi" bujuk juan xi
"iya itu benar, mereka memang pantas menerima nya" ketus ara lie
"tapi sebenarnya dalang di balik ini semua belum mendapatkan hukuman" juan xi dengan nada amarah
"apa kejadian ini juga bersangkutan dengan ratu?" tanya ara lie
"kau benar istriku" singkat juan xi, mereka berbincang untuk merencanakan rencana yang akan mereka lakukan kedepannya, apa lagi cepat atau lambat kerajaan ping dan juga kerajaan xiao akan berperang, selesai berbicara ara lie meninggalkan kediaman putra mahkota dan kembali ke besmen.
rapat pagi di jalan kan di kerajaan ping, mereka membahas tentang permusuhan kerajaan dengan kerajaan xiao yang tak dapat di perbaiki lagi, untuk mencegah banyaknya kerugian yang akan terjadi, para mentri mendesak raja untuk memutuskan keputusan dengan segera, dengan pertimbangkan yang matang akhirnya raja memutuskan untuk memulai perang dengan kerajaan xiao, raja mengirim surat peperangan kepada kerajaan xiao.
__ADS_1
surat kerajaan ping sampai di kerajaan xiao, dengan senang hati ratu zuya menyetujui surat peperangan itu, peperangan akan terjadi di daerah perbatasan antara kerajaan ping dan kerajaan xiao.
malam sebelum keberangkatan berperang ratu pie sie telah membawa separuh pasukan kerajaan ping menuju kerajaan xiao, ratu dengan terang terangan menunjukan pemberontakan dirinya, pagi hari tentu kerajaan di hebohkan dengan tindakan ratu mereka yang ingin memberontak, banyak yang merasa khawatir dengan pasukan kerajaan ping yang hanya tinggal separuh saja.
"raja bagaimana yang harus kita lakukan sekarang" tanya jendral pang
"iya yang mulia, pasukan kita jauh lebih sedikit dari pasukan musuh" timpal panglima min
"bagaimana pendapat mu putra mahkota?" tanya raja yang melihat juan xi santai
"kita harus tetap memperjuangkan kerajaan tercinta kita, dengan kekuatan penuh yang kita miliki" ucap juan xi datar
"benar apa yang putra mahkota katakan" kata menteri pertahanan membenarkan
"iya, kita tak boleh menyerahkan kerajaan kita dengan mudah jatuh ke tangan musuh" ucap mentri agung
perdebatan perdebatan terus terjadi di aula kerajaan, akhirnya raja memutuskan untuk tetap menjalan kan perang, mengirim pasukan yang tersisa untuk berperang dengan kerajaan xiao.
para rombongan kerajaan ping akan berangkat, segala persiapan telah di lakukan, semua rakyat mendoakan kemenangan untuk kerajaan mereka, dan keselamatan untuk keluarga mereka yang ikut serta dalam berperang.
"aku memberkati dirimu putra ku, bawalah kemenangan untuk kerajaan kita" ucap raja
"baik yang mulia" kata juan xi mantap
"semua sudah siap" teriak juan xi
"siap yang mulia" jawab para prajurit serempak
"kita akan berangkat dengan segala kekuatan yang kita punya, ini adalah kerajaan kita, kita tidak boleh menyerahkan nya kepada orang lain, apa kalian mengerti" lanjut juan xi
"mengerti yang mulia" sorak para prajurit
"kita berangkat"juan xi melajukan kuda hitam kesayangan miliknya di ikuti jendral pang dan panglima min beserta seluruh prajurit kerajaan ping menuju medan peperangan dengan di penuhi semangat dan juga amarah yang menggebu di dada mereka.
__ADS_1