RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
33


__ADS_3


*flash back*


suasana besmen terasa sangat damai semua orang hanya di sibukkan dengan kesibukannya masing masing, ara lie tak pernah bisa berhenti mengkhawatirkan keadaan juan xi, yang saat ini sedang dalam masa peperangan


"lian, kapan perang akan berakhir?" tanya ara lie


"dari kabar yang hamba dengar, putra mahkota akan mengakhiri perang dalam kurung waktu satu bulan ke depan yang mulia" jawab lian xi


"aku berharap semua ini akan segera berlalu" ara lie menatap langit dengan penuh harapan.


ara lie berjalan jalan guna menenangkan fikiran nya, namun akhir akhir ini ara lie sering merasakan mual dan juga pusing, ara lie berfikir mungkin hanya sekedar masuk angin biasa


ara lie duduk di bangku taman sambil memikirkan beberapa rencana yang akan ara lie lakukan nanti untuk menghadapi selir bai saat telah kembali ke kerajaan.


merasa sudah penat dengan segala pemikiran dan rencana yang akan ara lie lakukan, ara lie berjalan ingin kembali ke kediaman, namun di tengah perjalanan kepala ara lie terasa sangat berat dan ara lie tak sadarkan diri


roy melihat ara lie jatuh pingsan langsung membawanya ke kamar ara lie, lian xi memanggil tabib untuk memeriksa keadaan ara lie, semua orang di besmen merasa sangat khawatir dengan keadaan ara lie, namun kekhawatiran mereka reda saat mengetahui kabar yang sangat menggembirakan


ara lie tersadar, dan tabib memberitahukan tentang kabar kehamilan nya, ara lie merasa terharu dan juga sangat bahagia mengetahui dirinya sedang mengandung anak juan xi.


"lian" panggil ara lie


"hamba yang mulia" jawab lian xi


"perintahkan seluruh orang yang ada di besmen, agar tidak memberitahu kan tentang kabar kehamilan ku kepada juan xi" perintah ara lie


"tapi mengapa yang mulia, bukan kah ini kabar yang sangat baik" kata lian xi


"aku ingin memberi kan hadiah kemenangan untuk suami ku dengan kabar yang sangat bahagia ini" kata ara lie antusias


*flash on*


lian xi menceritakan semua yang terjadi saat mengetahui kabar kehamilan dari putri mahkota kepada juan xi, juan xi sangat terpukul kabar yang seharusnya sangat membahagiakan itu justru kini terasa sangat menyakitkan, juan xi sangat merasa bersalah, jika saja ara lie tidak menghadang pedang yang tertuju kearah juan xi, mungkin saat ini yang akan terbaring hanya juan xi,.tanpa harus mengorbankan akan nya yang belum lahir

__ADS_1


"sayang ku, cepat lah sadar" ucap juan xi memohon kepada ara lie yang sama sekali tidak bergerak.


kabar tentang kemenangan kerajaan ping telah sampai ke kerajaan, sorak bahagia rakyat terdengar di mana mana, kerajaan ping sangat bangga memiliki putra mahkota yang sangat tangguh dan sangat pintar dalam mengatur strategi di medan peperangan, namun kabar baik di selangi dengan adanya kabar duka tentang putri mahkota kerajaan ping yang sedang dalam keadaan koma saat ini


hari ini pasukan perang kembali ke kerajaan, rakyat menyambut dengan sangat gembira dan juga duka, pasukan yang kembali hanya ada jendral pang beserta panglima min, putra mahkota tak terlihat sama sekali di antara para pasukan yang kembali ke kerajaan, mereka tahu saat ini putra mahkota sedang menemani putri mahkota yang sedang koma, semua rakyat mendoakan keselamatan dan kesembuhan untuk putri mahkota kerajaan ping.


"salam yang mulia raja semoga panjang umur dan selalu di berkati" salam dari jendral pang dan panglima min di ikuti oleh para pasukan yang kembali


"salam kalian zen terima, selamat atas kejayaan yang telah kalian menangkan" kata raja sangat bahagia


"di mana putra mahkota" tanya raja melihat ketidak hadiran putra kesayangan nya


"ampun yang mulia, putra mahkota sedang menemani putri mahkota yang saat ini sedang dalam keadaan koma" jelas jendral pang


"kami mewakili putra mahkota untuk menyerahkan hadiah kemenangan dari putra mahkota untuk kerajaan kita" lanjut panglima min sambil menyerahkan tika kota kecil di depan dan tiga buah peti di belakang, raja membuka dan melihat tiga kepala musuh kerajaan ping


"bagus sekali, kalian memang patut di banggakan" kata raja sangat puas


"dan putra mahkota juga menitipkan ini kepada hamba untuk di serahkan kepada yang mulia raja" huan jie menyerahkan gulungan kertas, raja mengecek satu persatu, raja sangat terkejut sampai menjatuhakan gulungan kertas itu, semua orang sangat bingung dengan raut wajah raja yang tampak di penuhi dengan amarah


"ampun. yang mulia, apa salah hamba" tanya selir hao yang di perlakukan layaknya seorang penjahat


"huan jie, bawa nenek pie bie kemari" perintah raja, deg, jantung selir hao seakan ingin berhenti sejenak mendengar nama yang raja sebutkan tadi, semua orang yang menyaksikan.hal itu menjadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi, nenek pie bie di bawa kehadapan raja


"kau ingin mengaku atau aku yang akan bicara!" bentak raja dengan penuh amanah


"ampun yang mulia, hamba benar benar tidak tau apa maksud dari perkataan anda" jawab selir hao sangat ketakutan


"kau tak ingin mengaku" ancam raja


"hamba benar benar tidak mengetahui nya raja" elak selir hao


"baik lah, dalam surat yang di berikan oleh putra mahkota tertulis, surat perintah dengan stempel milik selir pie sie yang merupakan ratu saat ini dan juga selir hao atas perintah untuk membeli racun dan memberikan nya kepada ratu terdahulu, yang di lakukan oleh nenek pie bie selaku pelayan setia ratu terdahulu sendiri" raja mengatakan nya dengan dada di penuhi dengan rasa sesak dan penuh amarah


"tidak yang mulia, semua itu adalah bohong, hamba tidak bersalah yang mulia" elak selir hao

__ADS_1


"nenek pie bie katakan" perintah raja penuh tekanan, semua orang yang melihat kemarahan raja terbidik ngeri, karena walaupun kekuasaan raja tidak kuat namun tak bisa di pungkiri raja sedari dini sudah berkecimpung dalam dunia peperangan saat posisinya masih seorang pangerang kesembilan,


nenek pie bie menceritakan semua rencana selir pie sie dengan selir hao yang memerintahkan pengawal kepercayaan mereka untuk membeli racun yang berasal dari tanah kelahiran selir hao sendiri, racun itu sangat kuat dan memiliki evek yang sangat bagus, tidak memiliki bau, tidak berasa dan hebatnya tidak akan bisa di prediksi jika bukan orang yang ahli di bidang racun, setelah pengawal itu membawa racun nya kepada selir pie sie dan selir hao, pengawal itu di suruh untuk bunuh diri, selir pie sie dan selir hao mengancam nenek pie bie untuk menuruti semua perintah mereka jika tidak nyawa anak dan cucu kesayangan nenek pie bie akan dalan bahaya, nenek pie bie tak memiliki jalan keluar lain, selain harus menuruti ucapan kedua selir jahat itu, nenek pie bie memberi ratu racun di saat ratu meminum obat stamina untuk tubuhnya, setelah ratu di nyatakan meninggal dunia, nenek pie bie di usir oleh selir pie sie untuk menutupi semua kejahatan yang telah selir pie sie dan selir hao lakukan, nenek pie bie setiap hari di landa rasa penyesalan karena telah membunuh majikan yang sudah sangat baik dan berjasa kepada dirinya, sampai 20 tahun kemudian ada seorang pemuda yang mencari dirinya untuk menemui putra mahkota yang tak lain adalah anak dari mendiang majikan yang telah nenek pie bie bunuh itu, nenek pie bie tak kuasa menahan lagi rasa bersalah nya dan memutuskan untuk membongkar kejahatan dua wania jahat itu sesuai rencana dari putra mahkota.


raja yang mendengar hal itu benar benar sangat marah


"lancang" kemarahan raja meluap


"itu semua bohong yang mulia, jangan percaya dengan omongan nenek tua itu" kata selir hao histeris


"semua yang hamba katakan benar yang mulia, silahkan anda menghukum saya, saya ingin membayar perbuatan yang telah saya lakukan" kata nenek pie bie mantap


"diam kau nenek tua!" marah selir hao


raja yang sudah tak dapat berfikir panjang lagi, langsung menarik pedang kesayangan miliknya


"sudah lama kau tak di hujani darah sobat" seringai raja melihat ke arah pedang kesayangan miliknya yang sudah lama tidak di gunakan


"apa yang akan anda lakukan yang mulia" selir hao sangat ketakutan melihat senyum raja yang sangat mengerikan


"seharusnya kau mempersiapkan tentang hari ini, sebelum kau membunuh wanita tercintaku" kata raja sambil terus mendekat


"tidak, jangan mendekat" teriak selir hao, selir hao berusaha kabur namun sayang belum sempat dia lari, raja telah menebas salah satu kakinya


"aaahhhkkk!" teriak selir hao kesakitan melihat kaki kanannya terpotong


"ampun yang mulia, tolong ampuni kesalahan hamba" selir hao memohon, namun raja tak bergeming


"sekarang kau baru memohon, apa permohonan mu bisa membuat wanita ku kembali hah" marah raja sambil menebas tangan kiri selir bai di hadapan nya


"aaahhhkkk" teriak selir bai, semua orang yang melihat cara raja menyiksa merasa tidak menyangka, raja bisa menjadi sangat kejam terhadap musuhnya seperti itu, raja menusuk perut selir hao, namun saat pedangnya akan di cabut selir hao menahan pedang itu dengan tangan kanan milik nya


"kakak pang, apa kau masih ingat kejadian dulu saat posisimu masih seorang pangeran ke sembilan" tanya selir hao sambil menahan pedang raja


"dulu aku, kau dan kak xi lae (ratu terdahulu) saling bersahabat sangat dekat, tapi persahabatan kita hancur setelah kau,.kau lebih memilih kak xi lae dari pada aku, sejak saat itu aku sangat membenci dirinya!' jelas selir hao menatap pria yang menusukan pedang kepada nya yang tak lain adalah suami sekaligus pria yang sangat di cintai nya.

__ADS_1


__ADS_2