
suasana pagi yang sangat indah, setelah sekian lama berpisah dengan wanita tercintanya kini juan xi dapat melihat wajah cantik istri tercintanya kembali saat pertama kali membuka mata nya, rasa rindu yang teramat dalam membuat suasana pagi ini terasa begitu sangat menyenangkan bagi juan xi
perlahan ara lie membuka mata nya terasa ada tangan kekar yang sedang dengan lembut mengusap wajah nya saat tertidur, senyum pria yang selama ini dia rindukan itu hal pertama yang ara lie lihat saat matanya telah terbuka sempurna.
"pagi sayang" ucap ara lie
"pagi sayang ku cup" juan xi mengecup kening permaisuri tercinta nya lalu menarik tubuhnya kembali dalam dekapan
"suami ku ini sudah pagi, waktunya kita bangun" ucap ara lie sambil mencoba melepaskan dekapan juan xi, bukan nya juan xi melepaskan justru dia tambah mempererat pelukan nya kepada ara lie
"hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan mu permaisuri ku, aku telah tersiksa oleh berkas berkas selama satu bulan ini, jadi suami mu ini memohon kepada istri agar membiarkan tetap seperti ini" keluh juan xi, rasa rindunya teramat besar kepada ara lie membuat dia tidak bisa menahan rasa ingin terus bersama dengan nya untuk melepas segala kerinduan yang terbendung selama mereka terpisah
"baik lah suami ku, tapi bisa kah kita mandi terlebih dahulu, badan ku sungguh sagat lengket sekali" ara lie berusaha memohon kepada juan xi karena selama di perjalanan ara lie harus terus menyeimbangi keinginan juan xi setelah sampai kediaman dia bahkan belum sempat membersihkan diri sama sekali akibat kelelahan.
juan xi menggendong ara lie ke kamar mandi bersama, entah mengapa rasanya juan xi sangat tidak ingin jauh jauh dari ara lie lagi, mungkin karena rindu yang sangat dalam kepada istri tercintanya selama berpisah degan nya.
masa peperangan sudah semakin dekat, raja belum memberitahukan tentang hal itu kepada putra mahkota, untuk mengetes kemampuan putra mahkota yang sesungguhnya, dan untuk mengetahui seberapa pantas putranya itu untuk duduk di singgasana miliknya saat ini.
raja mengutus seorang kasim untuk datang ke kediaman putra mahkota
"salam putra mahkota dan Putri mahkota semoga panjang umur dan slalu di berkati" ucap kasim memberi salam
__ADS_1
"salam mu ku terima ada apa gerangan kasim istana datang kemari?" tanya ara lie
"mohon ampun yang mulia jika hamba mengganggu waktu anda dengan putra mahkota namun hamba di utus oleh yang mulia raja untuk menjemput putra mahkota agar datang ke istana" jelas kasim
"mengapa raja ingin aku pergi ke istana bukan kah semua berkas telah selesai?" tanya juan xi heran
"ampun yang mulia,.hamba juga tidak mengetahui alasan yang pasti"
dengan berat hati juan xi meninggalkan ara lie di kediaman milik nya, padahal juan xi hari ini berencana akan selalu bersama dengan permaisurinya.
di aula kerajaan raja sudah mengumpulkan para mentri kerajaan bahkan di sana sudah ada jendral pang dan juga panglima min,.juan xi yang melihat hal itu menjadi berfikir masalah yang akan raja bahas bukan lah masalah yang mudah.
selepas kepergian juan xi, ara lie juga pergi ke restoran milik nya untuk menemui roy dan juga pak li.
"pak li, bisakah anda memanggil roy keruangan ku" perintah ara lie lembut, pak li langsung bergegas memanggil roy dan ketika sudah berkumpul ara lie mulai berbicara
"ampun yang mulia mengapa anda menyerahkan giok ini kepada hamba, kami sudah berjanji selamanya akan selalu setia kepada anda" kata roy tidak mengerti
"aku sudah tidak ingin mengendalikan kalian lagi, aku hanya ingin hidup tenang bersama suami ku, untuk janji kalian aku hanya meminta jika suatu saat suami ku dalam keadaan yang buruk tolong bantu dia" jelas ara lie.
pak li dan roy masih tidak mengerti dengan keputusan ara lie namun mau bagaimana lagi, alasan ara lie menurut mereka juga sah sah saja apa lagi ara lie merupakan calon ratu kerajaan.
juan xi kembali ke kediaman dengan raut muka yang masam, langkah nya semakin cepat ketika telah sampai kediaman, saat ini yang juan xi inginkan hanya bertemu dengan permaisurinya dan memeluknya dengan sangat erat
__ADS_1
ara lie yang sedang duduk manis di dekat kolam ikan sambil memberi pakan kepada ikan ikan di sana sedikit terkejut dengan kedatangan juan xi yang tiba tiba
"ada masalah apa suami ku?" tanya ara lie yang melihat tingkah aneh suami nya di balik dekapan mereka
"biarkan aku memeluk mu" ucap juan xi tidak ingin di bantah, mereka terus berpelukan hingga juan xi mengangkat dagu ara lie dan langsung me*****t habis bibir merah ara lie, ara lie tidak merasa keberatan justru dia langsung melingkarkan tangan nya ke leher milik juan xi untuk memberi akses kepada suami nya, lama juan xi bermain, setelah puas dia menarik ara lie dalam pelukan nya kembali
"aku akan pergi berperang" lirih juan xi dengan nada sedih
"kenapa begitu mendadak suami ku?" tanya ara lie tidak mengerti
"aku juga tidak mengerti permaisuri ku, tapi raja sudah memutuskan keberangkatan ku dalam dua hari lagi" keluh juan xi
"pergilah suami ku, aku akan selalu menunggu dirimu" ucap ara lie meyakinkan juan xi.
hari ini juan xi dan para pasukan perang akan pergi ke medan perang, semua rakyat berkumpul untuk menyaksikan keberangkatan mereka, ara lie menyiapkan jubah perang milik suami nya,dengan seksama ara lie memandangi jubah itu, jubah itu akan terlihat sangat gagah ketika juan xi yang mengenakan nya, sedikit ada rasa tidak rela di dalam hati ara lie, ara lie merasa takut jika dirinya sudah tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersama dengan juan xi lagi
"apa yang kau pikirkan permaisuri?" tanya juan xi yang melihat ara lie meneteskan air mata melihat jubah perang miliknya
"cepat lah kembali suami ku, aku akan selalu mendoakan mu" ucap ara lie langsung memeluk tubuh kekar suami tercintanya.
"aku pasti akan cepat kembali sayang ku, tunggu aku" ucap juan xi mempererat pelukan nya.
juan xi berpamitan dengan semua orang, dan memberi perintah kepada para pasukan untuk segera berangkat ke medan peperangan.
__ADS_1
ara lie kembali ke kediaman putra mahkota, tubuh nya terasa sangat lemas, berkali kali ara lie mengeluarkan batuk darah di dalam kamar miliknya, ara lie selalu mencoba menguatkan dirinya agar mampu bertahan lebih lama lagi sampai juan xi kembali dari peperangan
🍁